
Jangan lupa vote ya
______________________________________
Sangat menyakitkan melihat suami yang mencintai kita dan sebaliknya melakukan hubungan terlarang secara diam diam.
Ningsieh hanya bisa berpasrah diri pada Allah.
Semua keluarga Kailo berargumentasi bahwa Ningsieh mandul...Tidak! Dokter bukan mengatakan Ningsieh mandul,tetapi akan sulit memiliki anak kedepannya.
Hati Ningsieh terasa sakit dan luka di batin Ningsieh kembali mengalir lagi. Sepasang suami istri yang sedang menyayangi istrinya sepenuh jiwa. Itu yang Ningsieh lihat.
"Mas...kenapa kamu Tega???" Lirih Ningsieh
Ningsieh kemudian tersadar,ia harus bangkit dari keterpurukannya dan merubah menjadi lebih baik.
Jujur saja,Ningsieh berniat menikah hanya sekali seumur hidup.
Dan itu juga janji Kailo padanya saat duduk di bangku Putih abu abu. Namun apa? Mengapa sekarang Kailo berubah?,apa ini karena ibu mertuanya?.
Hari sudah semakin sore ia harus segera kembali ke rumahnya. Menyiapkan dan MELAYANI suaminya dengan baik.
Ningsieh berjalan ke arah kasir lalu membayar minumannya. Entah apa yang akan ia lakukan setelah ini?.
"Terima kasih Bunda,selamat datang kembali" ujar kasir yang ramah itu Ningsieh mengangguk tanpa berminat untuk menjawab
'BRUK!'
Tanpa sengaja Ningsieh menabrak bahu bidang milik orang yang tak ia kenal.
"Ah...maafkan saya!" Ucap Ningsieh meminta maaf,padahal dirinya sendiri juga kaget karena menabrak
Ningsieh membantu mengemas berkas berkas yang jatuh di lantai karena ulahnya. Tangan pria itu menahan.
"Tidak apa apa Mbak,hanya kertas yang jat---" pria itu tak melanjutkan ucapan nya
"Ningsieh Juwanti?" Tanya nya tak percaya dengan mata berbinar binar
Ningsieh berdiri juga
"Si...siapa ya? Maaf saya lupa!?" Ucap Ningsieh malu
"Oh kita pesan minum dulu ya" ujarnya ramah pada Ningsieh
"Eh? Gak usah Mas...tadi saya sud--"
"Mbak! Pesan Green Tee hangat ya,Ningsieh pesan apa? ...Hmmm dua Mbak Greentee nya!" Ucap pria itu
Pelayan mencatat lalu kembali ke tempatnya.
Ningsieh merasa tidak enak.
"Apa kabar kamu Ningsieh? Anak sudah berapa?" Tanya nya dengan nada sopan dan lembut
Ningsieh tersenyum...
"Baik Mas... aku...baru saja keguguran"
"Innalilahi...yang sabar ya Dek!" Ningsieh mengangguk
"Iya Mas...ngomong ngomong Mas siapa ya?" Tanya Ningsieh malu karena kebodohannya
Pria itu menepuk jidatnya.
__ADS_1
"Oh iya! Kamu ingat gak Kakak kelas laki laki yang Nembak kamu di Jembatan sambil mukul mukul galon?"
"MAS IRWAN DANUANSYAH?" Ucap Ningsieh bersemangat karena mengingat
Pria itu mengangguk
"Masa begitu aja kamu lupa si Dek?"
"Maaf Mas...habis Mas yang sekarang beda banget. Dulu kurus kering,sekarang semakin berisi dan tidak kurus" ucap Ningsieh
"Kamu ini! Masa Kakak kelas paling ganteng mudah dilupakan?"
Ningsieh tertawa mendengar perkataan Danu.
"Mas Danu bisa aja sih... lagi pula saat itu---" Ningsieh tak melanjutkan perkataannya hati nya terasa sangat menyakitkan bila mengingat Kailo
"Saat itu apa Ningsieh?" Tanya Danu bingung
"Ah tidak Mas,bagaimana dengan istrimu?"
Danu tersenyum
"Aku belum menikah,karena belum ada wanita yang tepat ditakdirkan bersamaku..." ucap nya pelan dan lembut
"Semoga cepat menikah ya Mas"
"Amin terima kasih,Aku titip salam untuk suamimu ya"
Ningsieh mengangguk,Danu sedang membayar minuman mereka berdua.
💝💝💝
"Assalamualaikum...Bunda" ucap Ningsieh sambil mencium tangan Dewi
"Waalaikumsalam,dari mana kamu?" Sinis Dewi pada menantunya itu
"Ningsieh sedang melihat Butik Ningsieh Bunda..." jawab Ningsieh
"Melihat Butik atau yang lain?"
"Melihat butik Bunda"
"Kam---,Kailo kamu sudah datang?" Senang Dewi melihat putra nya tiba di rumah
Kailo mencium tangan Dewi,Ningsieh mencium tangan suaminya.
"Sudah pulang kamu Mas? Ba...bagaimana pekerjaan kamu di Kantor?" tanya Ningsieh berat dan hampir menangis
"Seperti biasanya Dek,super padat dan sibuk. Kamu? Kenapa hidungmu memerah Dek?" Tanya Kailo
"Ah,hanya pilek kok Mas..." bohong Ningsieh
"Kamu sudah makan Dek?" Ningsieh mengangguk padahal sebenarnya belum makan.
"Suruh masuk suamimu Ningsieh!" Perintah Dewi
*
"Kenapa masakanmu terasa asin Ningsieh?" Komentar Dewi
Ningsieh masih asik melamun memikirkan suaminya dengan wanita lain.
"Ningsieh?" Panggil Kailo
__ADS_1
Ningsieh masih setia dengan lamunan nya.
"Ningsieh!!
"Ah iya Mas,ada apa? Kurang kah nasinya?" Tanya Ningsieh kaget
"Apa yang kamu pikirkan Ningsieh?" Curiga Kailo
Ningsieh menggeleng
"Palingan istri kamu itu memikirkan pria lain!"
"Astafirllah Bunda...picik sekali berfikiran seperti itu, Ningsieh masih tau dengan status Ningsieh yang bersuami. Ningsieh tidak mungkin berselingkuh!" Ucap Ningsieh sambil memandang wajah Kailo
Kailo sedikit tersentak mendengar penuturan istrinya.
"Jangan bohong kamu!"
Ningsieh menggeleng tidak,kenapa ia mempunyai mertua seperti ini?.
"Bunda! Kailo percaya istri Kailo adalah wanita yang Baik!" Ucap Kailo
💝💝💝
Ningsieh berusaha melepaskan pelukan suaminya yang begitu erat.
"Jangan dilepas dulu Ningsieh! Mas nyaman seperti ini."
"Mas...?!"
"Ya?"
"Apa kamu masih ingat dengan janji kita saat SMA dulu?" Tanya Ningsieh pelan dan ragu
Terasa Kailo melepaskan pelukannya.
"Ya Dek..."
"Kamu berjanji akan setia kepadaku,dan hanya aku seorang yang menjadi istrimu. Hidup dan matimu..."
"Kenapa kamu bicara seperti itu dek?" Tanya Kailo
"Sekarang yang jadi pertanyaan ku,apa kamu akan menjalakan nya? Sebagaimana dengan janjimu?" Lirih Ningsieh yang memunggungi suami nya.
Air matanya menetes, Kailo mengeratkan pelukan nya.
"Lebih baik kita tidur Dek... ini sudah larut malam,dan kamu tetap Istriku!"
"Tetap?! Walau..."
"Sshhuutt,lebih baik kita tidur dan bangun awal...karena besok kita akan liburan seminggu ke luar negeri"
Ningsieh tak fokus mendengarkan ucapan Kailo. Ia tidak mau membuat perasaan Kailo hancur...lebih baik ja memendamnya sendiri dan tetap memendam sendiri.
Ningsieh juga wanita,rasanya sangat sakit bila janji tidak ditepati.
Apakah Ningsieh memaafkan suaminya?.
Kailo berjanji akan menikahi wanita yang bernama Maya... hati wanita mana yang tidak sakit? Bohong wanita wanita itu mengatakan mereka rela untuk di madu...
Mulut berkata benar seperti itu namun hati tidak bisa dibohongi.
Ningsieh berusaha untuk memejamkan matanya sejenak sampai matahari terbit besok.
__ADS_1
Namun sayang air matanya jatuh menetes kelengan suami nya. Kailo sadar akan hangatnya air mata Ningsieh. Tapi ia tidak tau apakah Ningsieh sudah mengetahuinya atau belum?.
Bersambung