CINTA KEDUA

CINTA KEDUA
CK 28 - PEMANASAN PAGI


__ADS_3

"Cih, dasar pria brengsekk! Dia mencoba mengambil keuntungan lagi. Tak cukup hanya menyiksaku semalam, sekarang ia masih menginginkannya?" Zenya membasuh tubuhnya dibawah guyuran shower dengan perasaan marah yang menyeruak dalam hatinya. Ia terus mengumpat dan menyumpahi Cristhopan yang sudah mengambil keuntungan lagi dari nya.


"Ssstt" Ia meringis kala air masuk ke sela-sela area sensitifnya.


"Kenapa?" Cristhopan keluar dari bathup, Ia menghampiri Zenya, Zenya mamalingkan wajahnya, ia merapatkan pahanya kala Cristhopan mendekat


"Apa ada yang tidak nyaman?" Cristhopan melirik arah pangkal paha Zenya,


"Tidak, Aku tidak apa-apa" Cristhopan berjongkok, Zenya pun beringsut mundur, "Aku tidak apa-apa" Cristhopan memegang satu kaki Zenya "Tuan, jangan begini, Aku bisa jatuh" Cristhopan tak menghiraukannya, Ia menunduk dan menyentuh bibir area sensitif Zenya.


"Sstt.. Tangannya dingin" Zenya mengigit bibir bawahnya.


"Kenapa? Aku hanya mengecek saja, Ternyata lecet, Apa ada salep untuk mengobati area ini?" Cristhopan mengelus-elus pintu masuk area sensitif Zenya menggunakan jari telunjuknya.


Wajah Zenya memerah, Ia mengatupkan bibirnya, Cristhopan mendongak, Ia tersenyum licik kala melihat ekspresi Zenya yang sudah tak karuan.


"Ck, Kenapa? Kau sangat menikmati di sentuh seperti ini?"


"Bajingan!" Lirih Zenya.


Cristhopan bangkit, Ia tidak melepaskan jari nya dari area itu.


"Tuan, Sudah, Aku sudah sangat kesakitan" Rintih Zenya.


Cristhopan pun berjongkok kembali, Ia membuka kedua kaki Zenya lebar-lebar, Zenya menahan wajah Cristhopan.


"Tuan, Sungguh, Aku sudah tidak mampu" Wajah Zenya memelas


Cristhopan tak menghiraukan perkataan Zenya, Ia terus menenggelamkan wajahnya pada milik Zenya, Ia mulai melumatt dan menyesap milik Zenya perlahan


"Arrghh, tidak, Tuan, Aku mohon hentikan, Aaarrhhh" Erangann dan desahann Zenya menggema di kamar mandi, Cristhopan semakin liar dan semakin ganas melahap Zenya


"Tuan, Sudah, Cukup." Cristhopan berhenti dari aksinya, Ia segera bangkit dan membopong tubuh Zenya keluar dari kamar mandi


"Sekarang sudah agak nyaman kan? Tidak terlalu sakit?" Cristhopan menyeringai, Zenya menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Cristhopan.


Cristhopan merebahkan tubuh Zenya di atas sofa yang berada di dekat ranjang.


"Kalau masih belum nyaman, kau hari ini diam saja dirumah" Cristhopan berlalu mengeringkan rambut Zenya menggunakan handuk. Zenya menengadah. "Tidak bisa, Besok lusa aku harus pergi ke kota sebelah" Cristhopan menautkan satu alisnya, "Pertukaran pelajar, Tuan" Cristhopan tak merespond, Ia terus mengeringkan rambut Zenya.


"Yasudah kalau begitu, Jika nanti kau butuh sesuatu, Kau bisa menelepon langsung padaku" Cristhopan meraih kemejanya, Zenya hendak bangkit tapi Cristhopan mencegahnya, "Tidak apa-apa aku bisa pakai sendiri, Aku berbaik hati karena tidak mau di sebut tidak tahu malu olehmu, Aku yakin dalam hatimu selalu berkecamuk mengumpat dan menyumpahiku, mengataiku tak tahu malu atau sebagainya" Zenya berbelalak "Tidak, Aku tidak begitu" Ia tertunduk malu. "Cih, gadis naif" Cristhopan melenggang keluar, entah kemana ia akan pergi, Zenya pun segera bangkit mengenakan pakaian yang sudah di sediakan oleh Sisi.


"Hm, Aku mematikan ponsel semalaman, Velia pasti sudah menungguku" Gumamnya,


Setelah selesai mengenakan pakaian, Zenya segera keluar dari kamar, Ia melenggang ke ruang makan, Tapi sesampainya disana ia melihat pemandangan yang sungguh membuat mata sakit, Angeline sudah duduk di samping tempat duduk miliknya


"Hhh, Aku melupakan wanita ular ini" Zenya menghembuskan nafas kasar. Dengan lunglai ia segera berdiri di samping Cristhopan

__ADS_1


"Tuan, Anda ingin menyantap yang mana terlebih dahulu?" Zenya meraih piring Cristhopan


"Aku lebih suka menyantapmu" Lirih Cristhopan yang terdengar jelas oleh Zenya


Zenya mendengus,


Angeline menatap sinis ke arah dua insan yang tengah asyik itu, "Ck, mereka lupa ya kalau aku ada disini?" Angeline mendelik, mengerlingkan kedua bola matanya.


Prang!


Dengan sengaja ia menjatuhkan piringnya


"Oh tuhan! Cristh piringku jatuh" Angeline mulai berakting


"Cih, Akting yang sangat buruk! Dia sebenarnya mau apa?" Zenya menautkan satu alisnya


"Sungguh keputusan yang salah jika ingin mengambil simpati tuan di meja makan" Roy berpura-pura tidak melihat, Ia mengalihkan pandangannya.


"Kau ini kenapa? Tubuhmu begitu renta sampai tidak sanggup memegang piring dengan benar?" Cristhopan menyindir, Ia mengerlingkan matanya.


"Cristh, Aku, Aku merasa lemas, Bisakah kamu membawaku untuk kembali beristirahat di kamar?" Angeline bersikap manja


"Roy!" Roy pun mendekat.


"Ya tuan?" Ia menghampiri dengan dua penjaga lain di belakangnya.


"Nona Angeline merasa tidak enak badan, Mungkin dia sakit, Segera bawa dia keluar dan jangan biarkan dia memasuki kediaman lagi, Aku takut jika ia akan menyebarkan virus di rumah ini" Cristhopan meraih pinggang Zenya.


Plak!!


Tamparan keras mendarat di pelipis nya yang mulus, Kulitnya perlahan memerah, Ia langsung meraba pelipisnya yang sudah terasa panas


"Tolong jaga sikap dan tingkah prilaku anda, Saya sudah memperingati, Jangan pernah memanggil nama Tuan muda seperti itu, Atau anda akan menerima perlakuan yang lebih buruk dari ini. Bawa dia" Roy memerintahkan dua penjaga yang mengikutinya tadi untuk segera menyeret Angeline


"Tuan, Tuan muda, Tolong maafkan aku, Aku berjanji aku tidak akan begitu lagi. Tolong maafkan aku" Angeline berlutut, Cristhopan tak menghiraukannya,


Zenya hanya menyaksikan, ia berdiri mematung, "Suapi aku lagi" Pinta Cristhopan


"Ah, Baik tuan" Angeline yang melihat hal tersebut langsung menatap sinis ke arah Zenya.


Ia segera bangkit, "Ini pasti ulahmu! Kau! Pasti kau yang sudah meminta Tuan Cristhopan untuk mencampakkanku" Angeline menjambakk rambut Zenya


"Awh! Angeline apa yang kau lakukan?! Aku sama sekali tidak pernah berbicara apapun mengenaimu pada Tuan" Zenya mencoba melepaskan cengkraman tangan Angeline.


Brak!


"Cukup!" Cristhopan menggebrak meja,

__ADS_1


"Kalian tidak mendengar perkataanku tadi?" Kedua orang itu segera memegangi pergelangan tangan Angeline


"Lepas! Lepaskan aku! Tuan Cristhopan, Aku bersungguh-sungguh mencintaimu, Aku rela memberikan semuanya padamu. Di bandingkan gadis ini, Bagian mana dari tubuhnya yang lebih bagus dari ku! Kau tahu? Dia sudah punya pacar! Bahkan pacarnya pernah membelikanku tas mewah dan memaksu untuk berkencan dengannya! Uangnya adalah hasil dari menipu gadis bodoh ini-"


Plak!


Zenya menampar keras pipi Angeline,


"Kau! Jangan pernah mengusikku lagi!" Zenya melenggang dari ruang makan, Terlihat air matanya yang sudah berlinang.


"Sial! Untuk apa wanita ular itu membicarakan dia? Apa benar ia pernah membelikan Angeline tas mewah? Aku tidak sudi! Arrrgghh!! Aku benci diriku" Zenya menangis di kamar, Ia sangat menyesali dirinya yang sudah terlanjur mencintai Steven.


Karna ulahnya sendiri, akhirnya Angeline di biarkan menjadi wanita mainan para penjaga di Villa tersebut, Mereka mengabadikan hal itu lewat Video, Angeline terlihat gemetar dan ketakutan, Ia disuruh melayani tujuh pria sekaligus.


Sementara itu, Cristhopan pergi tanpa berpamitan pada Zenya,


Tok tok tok


"Nona, Apakah anda hari ini tidak jadi ke kampus?" Terdengar suara roy di balik pintu,


"Ah iya! Aku harus pergi ke kampus. Untuk apa aku menangisi sesuatu yang sudah membuatku jadi seperti ini! Aku harus move on!" Zenya beranjak dari ranjang dan segera bergegas keluar.


*


*


Ia diantar oleh Roy, seperti biasa Zenya turun di gerbang belakang kampus, Ia masuk ke area taman.


"Zenya!" Velia melambaikan tangannya, Zenya segera menghampiri.


"Hey! Kau kemana saja? Kenapa ponsel mu tidak aktif semalaman?" Velia menggandeng lengan Zenya, Mereka berdua berjalan bersama


"Zenya?" Velia menarik lengan Zenya, Zenya terhenyak


"Ya?" Ia menghadapkan wajahnya pada Velia


"Kau habis menangis?!" Velia memegang kedua pipi Zenya.


"Tidak!" Zenya mencoba memalingkan wajahnya, Tapi Velia menahannya.


"Zenya ada apa? Kenapa kau akhir-akhir ini berubah?" Velia terlihat sangat cemas


"Aku tidak apa-apa Velia.." Zenya menatap manik-manik mata Velia


"Kau berbohong! Kau ada masalah dengan Steven?"


○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○

__ADS_1


Hy sahabat online~ Terimakasih kepada kalian yang setia membaca Cinta Kedua ~ Terus beri dukungan kepada Author ya, Dengan cara Like, koment, dan Vote. Tambahkan sebagai Favorit juga agar kalian tak ketinggalan Update dari Cinta Kedua~ Terimakasih~



__ADS_2