CINTA KEDUA

CINTA KEDUA
CK 17 - PLIN PLAN


__ADS_3

Zenya sudah selesai bersiap-siap. Ia mengenakan dress dengan bagian atas yang sedikit terbuka, bahunya yang sedikit lebar terlihat sangat sexy kala ia mengenakan dress model shabrina, terdapat aksen bunga-bunga kecil sebagai hiasan di samping kiri dan kanannya


"Hmmm apa aku sekarang terlihat seperti sedang memakai dress anak tk?" Badan nya berputar-putar di depan cermin,


"Nona"


"Iya" Zenya sedikit terkejut dengan kedatangan Sisi yang tiba-tiba,


"Tuan meminta saya untuk segera memanggil Nona, Beliau sudah menunggu di ruang makan" Sisi membungkuk, ia sangat hormat.


"Astaga dragon, Aku sudah membuat kesalahan lagi" Tanpa memikirkan busana nya lagi, ia segera berlari dengan harap Cristhopan tak akan memperhitungkan masalah ini


"Sudah jelas seharusnya aku sudah berada di meja makan sebelum dia sampai, ini malah dia yang menungguku. Ya tuhan, ini pasti di jadikan senjata olehnya untuk mempermainku, Terlebih lagi, aku sudah membuat kesalahan padanya pagi tadi" Zenya malah menggeleng-gelengkan kepalanya, ia malah teringat insiden 'selimut' yang terjadi pagi tadi.


Krek


Suara heels yang ia kenakan memantul di lantai,


Ia sedikit terburu-buru menuruni anak tangga, terdengar dari decitan yang berasal dari heels yang ia kenakan.


"Perlahan, jangan sampai kau terjat-.." Cristopan tak melanjutkan ucapannya kala ia menoleh ke arah Zenya,


"Dari mana ia mendapatkan dress yang ia kenakan itu" Gumamnya dalam hati. Ia terkesiap, Zenya terlihat sangat anggun dan manis, ia terlihat lebih muda, gadis yang masih belia.


"Tuan, Silahkan makanlah" Dengan sigap ia segera mengambil sarapan yang sudah tersedia, lalu menghidangkannya di atas piring khusus untuk Cristhopan.


"Dia berpakaian terbuka seperti ini keluar, tidak tahu akan menggoda berapa banyak mata keranjang, Ck. Aku sudah menyuruh billy untuk memesankan beberapa pakaian berkerah tinggi untuk menutupi kissmark yang aku buat di lehernya. Tapi tak disangka ia sama sekali tak memikirkan itu dan malah berpakaian terbuka seperti ini, dan lagi, dimana kissmark nya? Bagaimana ia bisa menutupinya. Ternyata ia banyak akal juga" Cristhopan jengkel, tak tahu kenapa hatinya merasa gerah kala melihat Zenya berpakaian seperti itu. Apalagi ia memikirkan bagaimana tatapan para lelaki mata keranjang yang akan menatapnya diluar sana.


"Cristhopan! Kau ini kenapa?!"


Pukul 08.03


"Sudah tidak sempat, tapi dia.. masih dengan urusannya" Zenya sudah lelah menunggu, Ia sudah mulai gelisah karena waktu sudah menunjukan pulul delapan lewat. Ia tak bisa beranjak sebelum Cristhopan selesai dengan aktifitasnya.


Sebenarnya Cristhopan sudah tahu tentang kegelisahan yang sedang di rasakan oleh Zenya, Ia sengaja mengulur-ulur waktu, ingin tahu bagaimana reaksi Zenya, Apakah ia akan berani untuk merengek?


Detik demi detik, menit demi menit terlewati, Zenya semakin di rundung kegelisahan, "Duh kapan ini berangkatnya? Apa ia tidak takut terlambat?" Gerutu Zenya dalam hati. Cristhopan melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, ia tersenyum samar, Setelah di rasa sudah cukup menjahili Zenya, Ia akhirnya beranjak.

__ADS_1


Zenya masih bengong,


"Kenapa? masih mau makan? Ingin terlambat ya? Atau mau disini bermain bersamaku seharian?" Cristhopan masih ingin menggodanya lagi,


"Tidak! Aku tak mau terlambat! Kau yang sengaja membuatku terlambat! Ups" Zenya segera menutup mulutnya, Matanya terbelalak, "Gila! Dasar kau gadis gila! Sudah menahannya sejak tadi agar tak memprovokasi orang ini, justru dengan sendirinya malah keceplosan. Bodoh, bodoh bodoh!" Zenya merutuki dirinya sendiri.


"Ck" Cristhopan hanya berdecak, Ia tak menimpali apapun


"Fyuuuhh" Ia bernafas lega


*


*


Mobil yang akan di tumpangi oleh Zenya sudah terparkir tepat di hadapannya, tapi bukannya bergegas untuk naik, ia malah mematung, seolah enggan untuk berangkat.


"Mobil ini terlalu mencolok" Gumamnya, Ia mengigit kuku jarinya, dengan ekspresi wajah yang resah.


"Jika sampai kelihatan oleh mahasiswa lain, Tidak akan tahu sebesar apa gosip yang akan tersebar."


Cristhopan yang sama sekali tak peka dengan situasi malah berprasangka yang lain tentang Zenya


"Aku.." Zenya gelagapan, Ia gugup dan tak berani menjelaskan apapun pada Cristhopan.


Berbeda dengan Billy yang sudah mengerti, dari awal ia sudah berfikir bahwa Zenya tak akan nyaman jika harus di antar menggunakan mobil mewah nan langka ini, Apalagi, mobil ini hanya di rancang untuk beberapa orang di dunia, pemilik mobil type ini bisa di hitung oleh jari, dan nama-nama dari mereka sangat mudah untuk di kenal. Di wilayah mereka hanya Cristhopan seorang yang memiliki mobil type tersebut.


"Tuan, mohon izin, mobil ini keluaran terbaru dan baru ada satu di wilayah ini, Saya rasa jika Nona Zenya bersama kita mengenakan mobil ini, akan terlalu mencolok" Ucap Billy hati-hati, Takut-takut ucapannya membuat naik tensi darah raja iblis.


Zenya mengerjapkan mata, Ia menahan nafasnya sejenak, Bibirnya ia katupkan, Dan tangannya memelintir satu persatu jari jemari nya yang lentik


"Hmmm, Pergi bawakan mobil lain yang biasa kemari"


Fyuuuh


Zenya dan Billy sama-sama menghela nafas lega.


"Baik, Tuan"

__ADS_1


"Ini adalah pertama kalinya tuan bersikap seperti ini untuk seorang gadis.. ia malah memaksakan dirinya untuk memenuhi permintaan orang lain secara percuma. " Billy mesam-mesem sendiri, merasakan bahwa tuannya sedang di mabuk asmara.


" Tuan muda, Akhirnya anda bisa merasakan lagi yang namanya jatuh cinta, Saya harap anda bisa sedikit menyembunyikan perasaan anda, karena kalau tidak.. Semua yang terjadi di masa lalu akan terulang kembali "


Sepanjang jalan, Cristhopan tak berhenti menggoda Zenya, Di mulai dari menggelitik hingga mengacak-acak rambut Zenya. Ia tertawa Ceria, Billy yang mengamati mereka lewat kaca kecil yang ada di dalam mobil itu pun senyum-senyum sendiri


"Sudah lama aku tak melihat tuan muda sebahagia ini"


*


*


"Aku berangkat sekolah dulu, Bye." Zenya keluar dari mobil dengan senyuman yang mengambang di wajahnya, Ia tersenyum bahagia karena bisa keluar dari jeratan iblis mengerikan itu selama beberapa jam.


"Huh! Capek banget harus meladeni sikapnya. Tapi, kenapa aku merasa dia sedikit berbeda ya hari ini. Ah sudahlah! Jangan dulu terbuai, temperamen orang itu sangat tidak stabil, emosinya bisa naik dan turun dengan instan seperti permainan histeria."


Ia celingukan saat sampai di gerbang taman belakang kampus, Biasanya jika sudah jam segini para mahasiswa sudah berada di jadwal kesibukan mereka masing-masing.


"Cristhopan bangun sepagi ini hanya demi mengantarkanku ke kampus? Untung saja di pintu belakang sudah sepi..


Hanya saja lagi-lagi aku masih merasa heran, tumben-tumben dia sebaik ini?" Pikiran itu tak bisa pergi begitu saja dari otaknya.


*


*


"Tuan, ini masih pagi, apa anda mau pergi ke perusahaan sekarang?" Tanya Billy, Ia melirik Cristhopan dari kaca, Terlihat Cristhopan yang sangat fokus membaca dokumen yang ada di tangannya, hening, tidak seperti tadi saat bersama Zenya, ia kini menjadi Cristhopan yang seperti biasa, Arrogant dan suka mendominasi.


"Iya." Ia sama sekali tak melirik ke arah Billy


"Setelah pulang nanti suruh staf mengganti jam kerja perusahaan.


Lain kali, Semuanya bekerja pukul delapan pagi, dan jam pulang kerja di percepat satu jam."


**○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○


Hy sahabat online~ Terimakasih kepada kalian yang setia membaca Cinta Kedua ~ Terus beri dukungan kepada Author ya, Dengan cara Like, koment, dan Vote. Tambahkan sebagai Favorit juga agar kalian tak ketinggalan Update dari Cinta Kedua~ Terimakasih**~

__ADS_1



__ADS_2