CINTA KEDUA

CINTA KEDUA
CK 43 - KEGADUHAN APA?


__ADS_3

Cristhopan tengah menatap serius layar laptopnya, jerimanya sangat lihay menari di atas keyboard. Billy nampak gelisah dan cemas, Beberapa kali ia seperti ingin mengatakan sesuatu kepada Cristhopan, Namun niatnya selalu di urungkan.


"Ada apa?" Cristhopan menyadari gelagat aneh yang ditunjukan Asisten pribadinya itu, Billy terhenyak, Ia membetulkan dasinya yang sebenarnya masih sangat rapi,


"Ekhem, Tidak tuan" Ucapnya dengan mimik wajah yang sama sekali tak bisa berbohong


"Kau bicara sekarang, atau ingin nanti terjadi masalah besar?" Cristhopan masih belum beralih dari layar laptopnya,


"Itu tuan.." Billy semakin gelisah, Nada bicara dari bos nya memang terdengar seperti sesuatu yang biasa, Namun Billy merasa sangat terintimidasi oleh perkataannya tersebut


"Nona Zenya," Billy menggantung ucapannya. Mendengar nama Zenya di sebut Cristhopan langsung menghentikan aktifitas mengetiknya.


"Terjadi sesuatu kepada Nona Zenya, Tuan" Sambung Billy sangat cemas,


"Katakan dengan jelas!" Raut wajah Cristhopan kini berubah, terlihat sangat masam dan suram,


"Nona Zenya terlibat masalah dengan Nona muda Rebecca" Mendengar pokok permasalahan yang terjadi, sukses membuat Cristhopan membulatkan matanya dengan sempurna, Baru kali ini ia nampak sangat terkejut.


"Kau serius dengan perkataanmu?!" Geram Cristhopan,


"Ya, Tuan!" Billy membungkuk sangat dalam


BRAK!!!


Tubuh Billy sedikit bergetar, Semua barang yang ada di atas meja menjadi sasaran amukan bos nya.


"Persetann!" Umpatnya, Cristhopan nampak sangat murka.


"Apalagi yang dilakukan gadis bodoh itu sampai bisa bermasalah dengan Rebecca?!" Decaknya,


"Sekarang bagaimana kabarnya?"


"Nona Zenya berada di UKS, Namun yang menjadi masalah, Tuan muda Vincent yang menemani disana" Billy sudah terlanjur memberikan informasi, Ia tidak boleh telat atau salah memberikan informasi, Masalah dengan Cristhopan, Selalu menyangkut nyawa.


"Apa kau bilang? Vincent bersama dengan nya? Astaga! Aku bisa gila!!" Cristhopan memejamkan matanya, Ia menjambak rambutnya dengan sangat emosi sekaligus frustasi.


Billy sangat takut, Ia tidak bisa berbuat apa-apa


Sesaat kemudian Cristhopan mengangkat wajahnya "Rebecca, Apa dia tahu hubungan Zenya denganku?" Ia melonggarkan dasi yang terasa sangat menyekik


"Sepertinya.. Tau" Billy menurunkan volume suaranya.


"Ini gila!"


Cristhopan meraih ponselnya, Ia mencari nomor seseorang lalu segera memanggilnya.


"Hallo "

__ADS_1


"Sejak kapan kau bisa menggunakan telepon?" Seseorang di balik telepon terdengar seperti mengejek,


"Jangan banyak basa-basi, Rhandika! Kau yang memberitahu Rebecca soal gadis kecil itu?" Ternyata yang di telepon adalah sang adik, Rhandika.


"Apa maksudmu? Aku sudah lama tidak berkomunikasi dengan Rebecca, Dan gadis mana yang kau maksud?" Rhandika masih terdengar tak perduli.


"Jangan bercanda Rhandika!" Geram Cristhopan.


"Yo~ Santai~ Cerita pelan-pelan, Apa ini mengenai gadis loly yang tempo hari melukai dirinya sendiri? Aku tak tertarik pada gadis naif, Untuk apa aku mencari masalah denganmu menggunakan dia?" Rhandika terdengar main-main, namun ia berbicara dengan sungguh-sungguh.


Cristhopan termenung sejenak, ia tampak sedang memikirkan sesuatu.


"Cristh, Bagaimana? Kau masih mau meluapkan amarahmu padaku?" Rhandika masih terdengar sangat santai


"Rebecca, Dia bertemu gadis itu dan terjadi masalah" Cristhopan mau tak mau menjelaskan apa yang terjadi


"Jangan katakan kalau Rebecca mengetahui hubunganmu dan dia? Rebecca paling benci dengan gadis yang berada di sekelilingmu, Cristh!" Rhandika kini mulai serius,


"Menurut informasi yang ku dapat, Memang begitu kejadiannya" Cristhopan pasrah.


"Yo~ Aku tidak mau terlibat! Rebecca sangat merepotkan! Kau harus meminta bantuan pada Vincent!" Rhandika mengangkat tangannya di seberang telepon, Mengisyaratkan bahwa ia tidak bisa membantu.


"Aku harus meminta bantuanmu untuk berbicara pada Vincent"


"What? Are U crazy? Aku, Bagaimana aku meminta bantuan Vincent? Mengatakan bahwa gadis itu adalah gadisku? Tidak, Crist! Ini akan memperburuk keadaan!"


"Apa Cristhopan sedang memohon padaku?" Gumam Rhandika dalam hati.


"Cristh, Aku tak berjanji bisa membantumu, Aku bisa membantumu jika kau tidak keberatan gadis itu akan sedikit terluka hatinya atau malah membencimu. Aku tahu isi hati mu, Kau perduli padanya, Tapi keputusan yang kau buat ini akan membuat gadis itu merasa terhina, bahkan bisa sampai menjadi gila" Rhandika cemas dengan hubungan antara Zenya dan Cristhopan, Mengingat kejadian kemarin, Zenya berani melukai dirinya hanya karena candaan dari mereka berdua, Apalagi jika sampai membuat drama untuk di pertontonkan pada keluarga Alexander, Itu akan terasa sangat menghina bagi Zenya.


"Aku tak bisa berbuat apa-apa, Ini lebih baik daripada dia di bunuhh langsung oleh kakek tua itu!" Cristhopan pasrah.


"Baiklah, Tapi kalau hubunganmu dan dia lebih buruk dari sekarang, Jangan salahkan aku! Aku telepon Vincent sekarang!"


-Tut


Cristhopan termenung, Tatapannya kosong, Billy ingin menghibur bosnya itu, Namun mentalnya tak berani.


"Tuan, Dia baru saja merasakan kembali bunga dalam hatinya, Sekarang malah di hadapkan dengan masalah seperti ini. Nona Zenya, Dia juga pasti sangat menderita sekarang, Keluarga Alexander memang tidak mudah di masuki. Tuan pasti sangat ketakutan, Kejadian yang dialami oleh Nona Amara, Tidak boleh sampai terulang kembali"


*


*


Rhandika menatap gelisah layar ponselnya, Beberapa kali ia menghela nafasnya panjang.


"Bisa gila aku!" Umpatnya tiba-tiba

__ADS_1


"Apa Cristhopan benar-benar mencintai gadis itu? Kalau benar begitu ini bisa menjadi perang dunia ke II" Rhandika mengacak-acak rambutnya.


"Bagaimana aku menanyakan hal ini pada Vincent? Bocah itu sangat cerdik! Dia sangat peka! Tidak mungkin dia langsung percaya padaku! Rebecca pasti sudah mengatakan segala hal padanya! Aku hanya bisa berdo'a Rebecca belum memberitahukan semuanya pada Kakek Armando" Rhandika dengan perasaan gugup menekan nomor Vincent


Tut


Tut


Tut


Terdengar nada sambungan, Jantungnya berdegup lebih cepat,


"Sial! Kenapa aku bisa nervous begini!" Umpatnya


-Klik


"Halo" Telepon tersambung, Rhandika tersentak,


"Yo~ Vincent! Bagaimana kabarmu?!" Basa-basi Rhandika yang hanya akan di abaikan oleh Vincent


"Apa mau mu? Aku tidak ada waktu untuk melayanimu!" Vincent sudah pasti bersikap begitu.


"Apa kau tidak merindukan kakakmu ini?" Rhandika yang memang memiliki sifat yang berbeda dengan Vincent dan Cristhopan selalu menjadi pencair suasana.


"Apa yang kau inginkan?" Vincent masih bersikap dingin


"Oke, oke, Aku tak akan membuang waktumu, aku hanya ingin bertanya, apa Rebecca membuat masalah?" Rhandika menyipingkan satu matanya


"Kau sekarang sudah mau mengurusi gadis itu juga?" Nada Vincent seperti menyindir


"Dia masih adikku, Sama denganmu. Dia adalah adik KESAYANGAN kita semua, Tentu aku harus menanyakan tentangnya juga, kan?" Rhandika sangat buruk dalam berbohong


"Kau ini ingin menanyakan kabarnya? Bukan ingin menanyakan masalah apa yang telah ia buat?" Vincent memancing,


"Ayolah, Aku benar-benar perduli padanya!" Rhandika berusaha terdengar meyakinkan, padahal ia sudah tahu kalau Vincent sudah pasti tidak percaya dengan perkataannya.


"Kau ingin menanyakan tentang Rebecca, Atau mengetahui kabar dari gadis Cristhopan?"


"Sial! Bocah ini sudah tahu!!"


••••••••••••••••°°°°°°°°°°°°••••••••


Hy sahabat online~ Terimakasih kepada kalian yang selalu setia membaca Cinta Kedua ~


Terus beri dukungan kepada Author ya, Dengan cara Like, koment, dan Vote.


Tambahkan juga sebagai Favorit, agar kalian tak ketinggalan Update dari Cinta Kedua~

__ADS_1


Terimakasih~


__ADS_2