DELAPAN TARGET

DELAPAN TARGET
109. Sebuah Ratapan di Pemakaman


__ADS_3

Tidak butuh waktu lama bagi mayat Riandra untuk ditemukan oleh warga sekitar.  Menjelang pukul 5 subuh, hari Minggu, tanggal 8 Mei 2022 itu, salah seorang warga yang hendak mencari sayur yang tumbuh liar di pegunungan, tiba-tiba perjalanannya dikagetkan oleh penemuan mayat yang termutilasi.


Tim kepolisian dan forensik pun segera menuju ke TKP.  Mereka dengan cepat dapat mengidentifikasi mayat Riandra perihal keberadaan logo aneh di kapak yang berupa kartu empat spade yang tercoret di salah satu lambang spadenya yang merupakan ciri-ciri pembunuhan oleh pembunuh berantai joker hitam.  Riandra yang adalah salah satu calon korban potensial bagi sang pembunuh berantai joker hitam itu pun, dengan segera dapat diidentifikasi.


Anehnya, begitu warga sekitar ditanyai perihal keberadaan suara-suara yang mencurigakan tadi malam, semuanya menjawab dengan jawaban yang sama, bahwa mereka hari itu entah mengapa merasa terlalu kecapaian sehingga tidur lebih awal setelah sholat isya.


Termasuk warung yang buka di jalan utama dekat pertigaan di mana Riandra dan Tirta bertemu tersebut, mereka tidak biasanya tutup cepat, apalagi kemarin adalah malam minggu di mana jumlah pengunjung lebih banyak dari biasanya.  Namun, pada kenyataannya, mereka juga tutup pada hari itu dengan alasan yang sama, yakni karena pemilik warungnya merasa terlalu kecapaian di malam tersebut sehingga harus tidur lebih awal.


Begitu mengetahui kabar kematian Riandra, keluarga yang ditinggalkan tak dapat menahan histeris mereka perihal kepergian anggota keluarga mereka itu secara tiba-tiba dengan cara yang tidak wajar.  Kemudian di sore itu juga, pemakaman Riandra pun dilaksanakan atas desakan keluarga kepada tim forensik yang tidak tahan melihat jasad mengenaskan Riandra tersebut harus mengalami otopsi yang berkelanjutan.


Dan di sinilah pemakaman Riandra diadakan dengan hanya dihadiri oleh keluarga dan teman-teman dekat perihal pemberitahuan yang sangat mendadak tersebut.  Tampak di depan peti jenazah yang sebentar lagi akan diturunkan ke liang lahat, Bu Rosita berekspresi kosong sambil membelai-belai peti mati putranya tersebut, terlihat sangat terpukul akan kepergian anak pertamanya itu.


Sang Suami tampak mencoba untuk menenangkan istrinya,  sementara, adik Riandra yang lebih tua, pasangan kembar laki-laki tersebut, terdiam menganga seolah masih shok akan kepergian kakaknya.  Adapun si bungsu, satu-satunya anak perempuan Bu Rosita, menangis dengan histeris di pemakaman kakak tertuanya itu.


“Tidaaaaaak.  Riandra!  Kenapa kamu pergi begitu cepat Nak?”  Bu Rosita yang sedari tadi diam dengan ekspresi wajah yang sangat terpukul itu akhirnya mengeluarkan suaranya seraya tampak ingin ikut masuk ke liang lahat yang sedang menjalani proses penguburan tersebut.


“Istriku, tenanglah!  Riandra sudah tiada!  Kamu harus mengikhlaskannya!”  Ujar Suami Bu Rosita mencoba menenangkan istrinya seraya menggapainya agar tidak ikut terjerembab masuk ke dalam liang lahat.


“Tidak, tidak, tidak!  Anakku Riandra tidak seharusnya meninggal seperti ini.  Masa depan yang cerah seharusnya menunggunya di depan sana.  Ini semua pasti ulah Kaiser.  Ya, ini semua ulah anak iblis itu!  Aku akan membalaskannya!  Aku akan balas membunuh anak iblis itu!”

__ADS_1


Bu Rosita yang tak kuasa mengontrol emosinya itu, akhirnya melepaskan semua isi hatinya tanpa filter lagi.  Seketika kerumunan yang menghadiri pemakaman Riandra tersebut tampak heboh berbisik-bisik dan akhirnya mulai menyebarkan desas-desus yang tak jelas perihal pernyataan Bu Rosita tersebut.


Melihat tingginya tekanan emosional istrinya sampai berkata tak terkontrol seperti itu, suami Bu Rosita pun merasa iba kepada istrinya lantas memeluknya erat-erat seraya menitihkan air mata.


“Tenang, istriku!  Jangan biarkan hatimu termakan oleh iblis!  Anak pertama kita sudah tiada.  Apa kamu pikir aku akan sanggup hidup di dunia ini jika kamu juga tiada? Lantas bagaimana dengan nasib ketiga anak kita yang lain?”  Suami Bu Rosita pun berujar disertai isak-tangis seraya menatap kedua putra dan seorang putrinya tersebut dengan pandangan yang penuh sentimental.


“Bagaimana aku bisa tenang ketika anak iblis itu merenggut nyawa putra kita yang berharga, Mas?!  Dia terlalu meremehkan kita mentang-mentang aku hanya menikahi seorang pengusaha kaya baru sehingga dengan santainya membunuh anak kita tanpa takut jeratan hukum.  Padahal aku ini dari keluarga ningrat, Mas.  Aku punya keluarga yang berkuasa untuk menjerat anak iblis itu ke ruang eksekusi.”  Teriak Bu Rosita.


Suami Bu Rosita pun membelai kening istrinya dengan lembut berharap mampu menenangkan kemarahannya walau sedikit.  Dia lantas berkata,


“Kita tak dapat berbuat apa-apa.  Sejak Sudarmin jatuh, dunia bawah sudah sepenuhnya dikendalikan oleh keluarga Dewantara.  Bahkan, klan besar sepanteran Keluarga Ye saja telah tunduk patuh kepada keluarga itu.  Kamu pikir apa yang bisa kita lakukan?”


Kali ini, Bu Rosita tampak berucap tidak lagi terlalu histeris.  Dia telah sedikit tenang oleh belaian hangat suaminya itu.


Suami Bu Rosita pun menatap mata istrinya itu dengan penuh ekspresi seraya membelai lembut pipi kanan istrinya.  Dia melanjutkan dengan kali ini betul-betul menatap mata istrinya baik-baik untuk menekankan pentingnya setiap ucapannya itu untuk didengarkan istrinya.


“Sayang, kamu sendiri tahu kan, bagaimana ketimpangan hukum di negara kita yang dengan mudahnya dapat diputarbalikkan oleh kekuasaan dan uang?  Kita hanya bisa tunduk patuh kepada pihak yang berkuasa seperti yang telah kita lakukam sewaktu Sudarmin yang berkuasa.  Hanya saja, kali ini kekuasaan itu dipegang oleh keluarga Dewantara.  Kita tidak boleh melawan, Sayang.”


Suami Bu Rosita pun menghela nafasnya seraya menampakkan ekspresi mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


“Demi masa depan anak-anak kita yang lain, kita hanya bisa tunduk mengalah.  Karena hanya dengan demikian, kita bisa tinggal di kota ini.  Apa kamu tidak kasihan dengan anak-anak kita yang lain jika kamu egois ingin membalaskan dendam anak pertama kita?”


“Itu…Bukankah Pak Sudarmono juga masih punya kekuasaan di kepolisian?  Mungkin Pak Sudarmono dapat membantu kita.”  Lirih Bu Rosita dengan lemah, tampak masih berupaya menyuarakan pendapatnya.


“Sayang, apa yang kamu pikir mereka akan lakukan jika kita mencoba untuk melawan dengan kali ini menenteng Pak Sudarmono?  Kamu ingin nasib Beliau berakhir sama seperti Pak Muhaimin yang tiba-tiba saja meninggal dunia dengan misterius setelah kamu melibatkannya berurusan dengan orang itu?  Bisa saja juga kali ini kamu, aku, atau salah satu dari anak kita yang lain yang akan jadi korban.  Jadi sayang, cukup hentikan sampai di sini.”


“Itu…”


“Sayang, lupakanlah semua kejadian ini dan mari mulai dengan lembaran baru.  Balas dendam itu, hanya bagi orang-orang yang memiliki kekuatan saja.  Bukan tempat bagi orang-orang yang lemah seperti kita.”


Dengan perkataan suami Bu Rosita itu yang diutarakannya dengan lembut dan penuh arti, Bu Rosita pun akhirnya meluluhkan niatnya untuk membalas dendam dan mengubur dalam-dalam rasa benci dan amarahnya itu jauh di dalam sanubarinya.


Sayangnya, obrolan suami-istri itu telah menjadi minyak dalam api tersendiri yang seketika memunculkan rumor-rumor baru yang semakin beredar tidak jelas, berawal dari para undangan di pemakaman dan akhirnya menyebar di seluruh negara tersebut, memperparah rumor gelap tentang Kaiser.


Akan tetapi, di antara para undangan yang hadir di pemakaman itu, terdapat sekumpulan 6 orang yang tampaknya tidak terpengaruh oleh opini tersebut.  Merekalah anggota gabungan kepolisian guna meringkus pembunuh berantai joker hitam.


Mereka mengetahui benar peristiwa yang sebenarnya terjadi perihal bukti autentik kamera CCTV yang terpasang di dekat warung yang menyorot dengan jelas pertigaan di mana Riandra bertemu dengan Tirta kemarin.  Rekaman itu menampakkan dengan jelas bahwa Tirta-lah yang telah membacok lengan kiri Riandra hingga puntung.  Tidak hanya itu, sidik jari di kapak beserta DNA yang tertinggal, semuanya cocok dengan sosok yang bernama Tirta Wahyunusa itu.


Ya, dialah saat ini yang menjadi tersangka utama pembunuh berantai joker hitam tersebut.

__ADS_1


__ADS_2