
Kala itu, Kak Lu Shou datang ke RS Dewantara Group. Kak Lu Shou akhirnya memutuskan untuk membawa dan merawat ibu tirinya, Bu Melisa, bersamanya yang sempat diabaikan oleh ayahnya, Lu Tianfeng. Kini, Kak Lu Shou pun memilih untuk melangkah maju dan tak membiarkan api dendam terus-terusan membakar hangus hatinya tersebut.
Berhubung kamar Bu Melisa dan kamar Kak Danial berhadapan, aku tanpa sengaja melewati kamar Kak Danial. Kudengar-lah percakapan Kak Danial dengan ayahnya, Paman Arkias.
“Ayah, bolehkah aku keluar dari rumah sakit ini dan bersekolah lagi? Berapa kali pun kupikirkan, aku tidak boleh selamanya bersembunyi seperti ini di belakang adik sepupuku yang senantiasa berjuang sendiri menghadapi para lintah darat keluarga itu. Aku tidak boleh menjadi kelemahan baginya.”
Aku pun mengintip ke dalam. Kulihatlah Paman Arkias menangis sembari memeluk putra satu-satunya itu. Rupanya, Kak Danial pun telah memilih untuk melangkah maju.
Aku kemudian melangkah ke kamar Dios. Begitu keempat penjaga kuberi instruksi untuk keluar, Kak Jeynal pun muncul dari balik jendela ke hadapan kami. Tampak tatapan tajam penuh benci ditujukan oleh Agni kepada Kak Jeynal. Namun, kulihat Agni masih mampu mengontrol amarahnya itu, jadi kuputuskan untuk membicarakannya di lain hari.
Aku dan Kak Jeynal pun mencoba bersama-sama mengobati Dios. Setelah aku mengingat kembali kemampuan Warm of Light-ku dan Kak Jeynal yang terpromosikan ke kelas C memiliki kemampuan untuk menyambung bagian-bagian kecil tak kasat mata di tingkat jaringan, ada peluang bagi kami untuk menyembuhkan cedera otak Dios.
Ulir-ulir biru tipis milik Mr. Gellin, senjata spiritual milik kakakku itupun merasuk ke otak Dios melalui celah mata dan lubang telinganya sembari akupun menerapkan Warm of Light-ku.
__ADS_1
Dari informasi yang diberikan oleh kakakku itu, cedera syaraf milik Dios akhirnya berhasil dipulihkan oleh gabungan Warm of Light-ku dan Mr. Gellin-nya. Akan tetapi membutuhkan waktu beberapa lama agar aliran cakra kembali mengalir normal di urat syarafnya yang sempat rusak itu.
Dari informasi kakakku, mungkin membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. Yang itu berarti, tidak akan lama lagi, kami akan mampu melihat hasil terapi kerjasama kami berdua itu. Aku sangat berharap semoga kali ini, Dios dapat sembuh dari komanya.
Ngomong-ngomong soal Dios, belakangan aku mengetahui bahwa kejadian penyekapan kami bertiga bersama Agni oleh seorang penjahat yang menewaskan penjahat itu adalah bagian rencana dari Dios untuk membuatku shok agar Mind of Control-nya untuk menukar identitas kami dapat berhasil terlaksana.
Sebagai pusat dari penerapan Mind of Control-nya, tampak Dios tak dapat menerapkannya jika kondisi mentalku waktu itu tidak terguncang. Dan rupanya, Dios pula-lah yang menggerakkan penjahat tersebut dengan Mind Control-nya untuk menembak dirinya sendiri. Rupanya sedari awal, Dios telah memilih untuk menempuh jalan penuh darah ini untuk menghindari masa depan di mana aku takkan ada di dunia tersebut.
Kalian bertanya apakah aku tidak merasa bersalah pada penjahat yang dikorbankan tersebut? Jawabannya sama sekali tidak. Itu karena identitas sebenarnya dari penjahat tersebut tidak lain adalah pembunuh berantai A.N. yang telah menewaskan 49 korbannya yang semuanya adalah ibu-ibu berusia 30 – 40 tahun untuk keperluan ritual iblisnya.
Rupanya, setelah terciduk pada percobaan pembunuhan kelimapuluhnya dan ditangkap oleh polisi, keluarga Isnandar membantunya melarikan diri dari sel tahanan kemudian dia mengoperasi plastik wajahnya sehingga keberadaannya pun menjadi tak pernah terlacak.
Banyak orang yang berasumsi bahwa dia melarikan diri ke luar negeri sehingga keberadaannya pun tak pernah diketahui, padahal orang tersebut sama sekali tak pernah meninggalkan kota Jakarta sampai akhir hayatnya di tangan Dios. Sekali lagi kukatakan, dia dari dulu pantas mati untuk menanggung dosa-dosanya itu.
__ADS_1
Aku naif kan? Aku bisa berbicara seperti itu kepada pembunuh berantai lain, tetapi tidak untuk kakakku sendiri. Benar, aku adalah orang yang naif dan hipokrit.
Pada dasarnya, semua terselesaikan dengan baik. Jika ada masalah saat ini, itu adalah tentang Andika. Berapa kali pun kumendekatinya, dia selalu berupaya menjauh dariku. Dia berusaha selalu bersikap baik-baik saja dengan tersenyum di hadapanku, namun aku dapat menangkap dengan jelas rasa bersalah di hatinya.
Walaupun aku telah mengatakan berkali-kali bahwa dia adalah orang yang berbeda dari Andika di pandangan prekognitif Dios sehingga mana mungkin aku membencinya karena itu, namun rasa bersalah di dalam dirinya tetap saja tak lepas dan senantiasa menghantui dirinya. Entah apa yang harus kulakukan demi menyelamatkan sahabatku itu dari rasa bersalah yang tidak seharusnya dia tanggung itu.
Namun, aku pun menuruti perkataan Loki untuk saat ini agar memberikan ruang dan waktu bagi Andika sesaat untuk menenangkan diri. Aku berharap agar sahabatku itu bisa segera kembali ke sifatnya yang ceria seperti sedia kala.
***
...Pembulian timbul akibat munculnya rasa superiotas suatu kelompok terhadap kelompok lain. Rasa rendah diri dan inferior yang dirasakan oleh orang-orang yang senantiasa merasa dirinya selalu gagal adalah pemicu utama para kelompok perundung tersebut membangun kekuatannya. Jadi, janganlah menjadi orang yang lemah. Janganlah biarkan dirimu terkungkung dalam perundungan yang pada akhirnya merusak mentalmu....
...TAMAT...
__ADS_1