DELAPAN TARGET

DELAPAN TARGET
152. Arti Keberadaannya


__ADS_3

Bianca menyetir mobilnya dengan panik.  Namun, macetnya kota Jakarta membuatnya harus stagnan di jalan raya.  Masih berjarak sekitar 500 meter dari Monas dari posisinya berada.  Namun, dia segera memarkirkan mobilnya di pinggir jalan raya begitu dia melihat tanda boleh parkir di tempat tersebut.  Setelah itu, dia pun lanjut berlari menuju lokasi Fero yang ditunjukkan oleh smartphone-nya, berharap dapat melihat Kaiser baik-baik saja di sana.


“Dek Kaiser, kumohon, semoga kamu baik-baik saja.”  Lirih Bianca dengan harap-harap cemas.


...***...


Waktu itu, sewaktu aku terjebak dalam kebimbangan, aku bertemu dengannya.  Aku yang baru saja diskorsing akibat melibatkan diri dalam penanganan kriminal yang merupakan tugas polisi resmi, padahal aku masih dalam pelatihan, tidak dapat menahan kekecewaanku.


Aku bukannya mengharapkan penghargaan karena telah berhasil membantu para seniorku yang sudah menjadi polisi resmi dalam menangkap penjahat.  Aku hanya kesal, jangankan penghargaan, aku malah merusak karirku sendiri yang hampir saja membuatku gagal menjadi seorang polisi.


Sistem birokrasi di Indonesia begitu rapuh.  Mereka tidak lagi melihat ke dalam apa yang penting dalam jiwa kepolisian.  Semuanya terkungkung oleh aturan yang malah menguntungkan para kriminal berkeliaran bebas di sana.  Aku benar-benar mengutuk sistem itu.


Namun, pertemuanku denganmu menunjukkanku sebuah titik harapan.  Dek Kaiser, berkatmu, aku bisa menyadari lagi bahwa apa yang terpenting dalam jiwa kepolisian.  Jika masalah sistem birokrasi yang lemah saja bisa menyurutkan tekadku menjadi seorang polisi yang aku damba-dambakan, maka aku pasti sudah tidak layak menjadi salah satunya.


Berkatmu, aku bisa menyadarinya.  Yang terpenting bukanlah apa yang terlihat, melainkan tekad itu sendiri.  Tekad untuk membela kebenaran dan keadilan.  Selama hal itu belum redup, maka aku hanya harus terus melangkah.


...***...


“Hah, hah, hah.”  Bianca tampak mulai terengah-engah setelah dia hampir sampai ke tempat yang dia tuju.


Namun, dia tetap memantapkan langkahnya.  Akan tetapi, tiba-tiba muncul sebuah sosok di hadapannya yang menghalangi langkahnya tersebut.


“Cukup sampai di situ, Mbak Polisi.”  Ujar sosok tersebut.


***


“Kau, apa yang kau lakukan pada Kak Danial?  Jika targetmu adalah aku, karena aku sudah berada di sini, maka tolong lepaskan Kak Danial.”  Ujar Kaiser sembari memberikan tatapan amarah kepada sosok sang pembunuh berantai joker hitam.


“Tidak, Dek Kaiser, kenapa kamu berada di sini?  Hai, Joker Hitam!  Kamu sudah berjanji kan padaku kalau aku melakukan sesuai yang kamu katakan, maka kamu takkan menyentuh adik sepupuku lagi.  Lagipula yang menyebabkan Dios sampai seperti itu, semua itu salahku.”

__ADS_1


Dengan tatapan yang tampak ketakutan, Danial memberanikan dirinya untuk berbicara di hadapan sang pembunuh berantai joker hitam tersebut.


“Tampaknya kamu salah, Danial.  Bukan aku yang membawa Kaiser kemari.  Dia datang ke sini sendiri.  Sesuai janjiku, jika kamu melakukannya, maka aku tidak akan lagi menyentuh Kaiser.”  Dengan senyum jahat di wajahnya, sang joker hitam mengklarifikasi janjinya kepada Danial.


“Baiklah, akan kulakukan.”  Ujar Danial sembari memanjat ke arah jendela dari bangunan tinggi tersebut.


“Kak Danial!  Apa yang Kakak lakukan?!”  Melihat itu, Kaiser pun berteriak histeris.


“Maafkan aku, Dek Kaiser.  Seandainya saja aku tidak ada, hidupmu pasti lebih baik.  Kamu pastinya tidak perlu mengalami sentimen keluarga dan bisa menikmati kemewahan sebagai pewaris utama sejak awal.  Keberadaanku hanya akan menjadi duri dalam daging untukmu.  Oleh karena itu, sebaiknya aku menghilang saja dari dunia ini.”  Ujar Danial tampak dengan mata berkaca-kaca.


“Tidak, Kak Danial.  Tenanglah!  Aku sama sekali tidak pernah berpikiran seperti itu.  Ok?!  Jadi tenangkanlah dirimu dan segera turun dari situ.”  Dengan was-was, Kaiser berusaha keras untuk menenangkan hati pemuda yang mudah goyah itu.


Akan tetapi,


“Maafkan aku, Dek Kaiser.  Ini yang terbaik untuk semuanya.  Dengan kematianku, maka posisimu sebagai pewaris keluarga tidak akan tergoyahkan lagi oleh para lintah darat itu.  Selamat tinggal.”


Sembari mengucapkan itu,  Danial pun melompat dari tempat tinggi yang itu.


Namun, apa yang mereka saksikan adalah justru adegan yang sangat begitu tragis itu.


Karena ikut munculnya Andika, Loki, dan Fero di tempat tersebut, perhatian sang pembunuh berantai joker hitam sekilas teralihkan.  Kaiser pun memanfaatkan waktu krusial itu untuk menggunakan alat yang ditinggalkan oleh Airi padanya sebagai jaga-jaga baginya dalam melarikan diri dari kejaran sang joker hitam jika sewaktu-waktu diperlukan.


“Sreeeek!”


Tali yang terbuat dari kawat pun keluar dari senjata sejenis pistol yang ditembakkan oleh Kaiser.  Tali kawat itu pun menjerat Danial dan menahannya untuk jatuh.  Akan tetapi, beban berat tubuh Danial menimbulkan momentum ketika ditarik oleh Kaiser yang justru menyebabkan Kaiser yang terjatuh di menara tersebut.


“Kaiser!”  Loki berlari ke arah jendela menara.  Namun, tentu hal itu sudah terlambat untuk menyelamatkan Kaiser yang terjatuh.


Demi Danial tidak ikut terjatuh lagi bersamanya, Kaiser pun melepaskan pegangan pistol tersebut dan jatuh bebas di menara setinggi 132 meter itu.

__ADS_1


Namun, hal yang tak terduga pun terjadi.


“Mr. Gellin!”


Sang joker hitam mengaktifkan senjata spiritualnya.


Dalam sekejap, bola jeli berukuran besar menangkap Kaiser yang terjatuh lalu menariknya kembali ke atas menara.


Kaiser yang tampak telah membulatkan tekadnya untuk meninggal menggantikan kakak sepupunya itu, lantas menatap sang joker hitam dengan ekspresi heran karena telah menyelamatkannya.


“Kaiser, kamu baik-baik sa…”  Entah mengapa dalam sekilas, sang joker hitam tampak benar-benar mengkhawatirkan Kaiser.


Akan tetapi, Loki dan Fero tidak melewatkan kesempatan ketika sang joker hitam tersebut sedang lengah.


Fero dan Loki segera mengarahkan serangan pedang yang mereka bawa kepada sang joker hitam lantas segera menarik Danial dan Kaiser menjauh darinya.


“Kaiser, jangan lengah!  Dia melakukan itu hanya karena sifat perfeksionisnya.”  Loki pun berujar.


“Singkatnya, dia tidak ingin korbannya mati bukan dengan cara yang diharapkannya.”  Kemudian Fero menambahkan.


Sang joker hitam pun menunjukkan senyum bengisnya.


“Ketahuan ya.”  Ujar sang joker hitam dengan senyum bengis di wajahnya.


“Mengapa kita tidak hentikan saja semua ini, Kak Jey.  Jika ini masalah Dios, maka aku yakin jika kita bekerjasama, kita akan dapat menyembuhkannya.”  Ujar Kaiser kepada sang joker hitam.


Sang joker hitam pun membuka topengnya tersebut.  Sesuai dengan dugaan Kaiser, Jey-lah di balik sosok sang joker hitam tersebut.


“Aku beberapa waktu ini telah menyelidiki kembali identitas Dios.  Ditambah, kami juga melakukan penelusuran ke dalam ingatanmu selama kamu berkunjung ke rumahku waktu itu.  Di situ kami mengetahui bahwa ada dua orang yang sempat dekat dengan Dios di antara anak-anak yang diculik.  Berbeda dengannya, kedua orang itu adalah anak yang berbakat sehingga mereka pun akhirnya terpisah.”

__ADS_1


Kaiser pun meningkatkan intensitas tatapannya ke arah Jey dengan lebih serius.  Dia pun berujar,


“Satunya adalah seorang gadis kecil yang berbakat dengan kekuatan elemen api.  Satunya lagi seorang kakak laki-laki yang berbakat dalam kekuatan jel.  Dan kamu-lah kakak laki-laki itu, Kak Jeynal alias Kanzaki Kazuki.”  Ucap Kaiser sembari menatap Jey dengan tatapan serius.


__ADS_2