
Kejadian itu berawal sekitar 1 jam setelah percakapan antara Kaiser dan Agni. Tepatnya di jam 23 menit ke-19 sang pembawa acara talk show di siaran televisi Beo TV menanyakan suatu pertanyaan kepada bintang tamu yang saat itu merupakan salah satu artis tanah air berdarah asli Malaysia.
Saat itu, Sang Artis diramal oleh bintang tamu utama yang merupakan peramal terkenal tanah air malam itu tentang siapa jodohnya. Sang Peramal memberikan klu pertamanya kepada Sang Artis yakni jodohnya orang Indonesia. Pembawa acara kemudian menanyakan tentang siapa-siapa kira-kira orang yang terpikirkan oleh Sang Artis dengan pembawaan bercanda ala talk show sambil tertawa. Spontan Sang Artis mengeluarkan jawaban yang menyinggung seluruh rakyat tanah air dengan jawabannya,
“Saya tak suka orang Indonesia karena jorok-jorok.”
Karena acara tersebut merupakan siaran langsung, bagian editor penyiaran tak mungkin dapat meng-cut adegan itu. Hal itu lantas menimbulkan reaksi kemarahan dari banyak orang di tanah air baik di internet maupun di sosial media. Isu SARA memang yang paling mengerikan di Indonesia, sekaligus paling efektif dalam mengalihkan perhatian massa.
Keesokan harinya, semua berita di channel Beo TV, Bekicot TV, termasuk NTV membicarakan mengenai kemarahan rakyat Indonesia tersebut dan penuntutan permintaan maaf. Media-media itu berusaha untuk mengalihkan perhatian publik dari kasus penyelewengan berita NTV News di bawah komando atasan-atasan Vet Tcin.
Ketiga media itu bahkan menampilkan banyak berita-berita yang mengundang isu SARA yang sebenarnya tidak relevan dengan kasus Sang Artis, tetapi tetap ditampilkan untuk memicu opini dan kemarahan publik.
Berita itu di mana menampilkan bagaimana rakyat Indonesia ‘katanya’ banyak disentimen di tanah air Malaysia, terutama bagi TKI-TKI yang bekerja sebagai pembantu di sana yang ‘katanya’ banyak diperlakukan berbeda secara tidak adil dengan pembantu asli Malaysia termasuk pembantu-pembantu yang berasal dari negara selain Indonesia.
Media-media itu bahkan juga sampai menampilkan berita lawas di mana seorang wanita asal Indonesia yang dipersunting sebagai istri keempat oleh salah seorang petinggi di sana, diperlakukan berbeda secara tidak adil dengan istri-istri lainnya karena sentimen ras.
__ADS_1
Andika, Ratih, Zion, dan semua teman-teman Kaiser yang mengetahui situasi tersebut, tidak bisa tidak khawatir melihat bagaimana mereka dibungkam oleh pengalihan isu. Tetapi satu yang tidak diduga oleh Vet Tcin yakni Queen TV, TV top number 2 yang tepat berada di bawah NTV di bawah pengaruh Panji, calon penerus perusahaan Queen, tetap mengusung proses perjalanan kasus NTV News itu ke masyarakat juga dibantu oleh DTV milik Dewantara Group.
Queen TV bekerjasama dengan DTV dengan sigap mengawal kasus Sang Artis dengan tidak mengabaikan kasus penyelewengan berita NTV News. Berkat pengawalan kedua stasiun penyiaran televisi tersebut, di mana banyak menggunakan segmen-segmen di jam utama sebagai topik utama berita, masyarakat tetap mengikuti dan menjadikannya topik pembicaraan utama di tempat-tempat mereka berada. Hal itu pada akhirnya, mendorong NTV yang memperhatikan imagenya mau tidak mau harus segera merespon sentimen masyarakat tersebut.
Tentu saja hal itu dilakukan oleh kedua stasiun penyiaran televisi itu dengan tidak mengabaikan berita Sang Artis.
Queen TV dan DTV tetap mengawal kasus Sang Artis di mana dimulai dari bagaimana Sang Artis meminta maaf kepada publik yang katanya tidak sengaja mengatakan hal itu lantaran mengantuk jadi salah dalam memilih kata yang tepat dalam mengungkapkannya.
Di mana, itu hanya selera pribadinya saja untuk memiliki suami yang sesuku agar dapat selaras dengan budayanya di mana maksudnya jorok di sini adalah bahwa ada perbedaan budaya saja di mana beberapa hal yang dianggap oleh orang Indonesia adalah budaya yang wajar, tetapi menurut budaya Malaysia adalah jorok.
Itu yang ingin dihindarinya, yakni ketidakcocokan kebudayaan yang berujung pada ketidakharmonisan rumah tangga sehingga memilih untuk menikahi suku dan ras yang sama saja. Tidak ada sama sekali sentimen SARA dalam maksud ucapannya seperti yang banyak dikabarkan oleh media.
Setelah permintaaf maaf di depan publik oleh Sang Artis beserta klarifikasi maksud ucapannya. Berita diikuti oleh bagaimana Presiden RI dan Dubes Malaysia saling berjabat tangan sebagai tanda keakuran kedua negara yang ditutup oleh pidato masing-masing yang kurang lebih tentang jangan mudah terpancing isu SARA serta rakyat Malaysia dan Indonesia adalah bersaudara karena berasal dari asal keturunan nusantara yang sama. Semuanya berakhir dengan baik.
Kembali kepada kasus penyelewengan berita NTV News termasuk pada kasusnya dengan Kaiser Dewantara. Kaiser yang selama ini berdiam diri, akhirnya muncul di publik melalui konferensi persnya.
__ADS_1
“Wartawan sekalian. Sedari kecil, saya telah dididik oleh guru-guru dan kedua orang tua saya untuk senantiasa berbuat baik kepada sesama dan senantiasa harus berlapang dada dan memaafkan jika orang lain berbuat kesalahan kepada kita. Oleh karena itu, mengenai pencemaran nama baik yang saya alami, saya memutuskan untuk memaafkan perbuatan ini dengan tanpa menindaklanjutinya secara hukum, terlebih dengan publik yang sudah mengetahui ketidakbersalahan saya berdasarkan klarifikasi pihak kepolisian terkait. Oleh karena itu, saya berterima kasih kepada segala pihak yang senantiasa mensupport saya selama ini. Serta saya berharap, agar teman-teman yang senantiasa mensupport saya selama ini juga bisa menerima keputusan saya pula dan mendukungnya.” Ujar Kaiser kepada wartawan dalam konferensi persnya.
Hal itu seraya menimbulkan banyak pujian kepada Kaiser yang bersifat rendah hati di internet maupun di media sosial dan sebagai akibatnya berbagai celaan ditimpakan kepada pelaku yakni pihak NTV News yang dengan angkuhnya enggan untuk meminta maaf. Karena sentimen publik yang begitu kuat, NTV News pun akhirnya memutuskan untuk meminta maaf di hadapan publik dan sebagai pertanggung jawabannya, Vet Tcin pun mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala reporter NTV News.
***
Di ruangan yang gelap, terlihat Vet Tcin duduk berdiam diri di depan meja kerjanya. Dia tidak melakukan apa-apa selain duduk diam dengan pandangan mata yang kosong.
Rihana, masuk dengan langkah yang perlahan seraya mendekati ibunya. Bersamanya di tangannya adalah nampan berisi sepiring nasi lengkap dengan lauk-pauknya beserta segelas susu.
“Ibu, ibu baik-baik saja? Ibu belum makan. Bu, yuk makan dulu?” Ucap Rihana secara hati-hati kepada ibunya.
Nampak ekspresi kekhawatiran di wajahnya melihat ibunya dalam kondisi seperti itu.
“Sayang? Maaf membuatmu khawatir.”
__ADS_1
Rihana menggelengkan kepalanya kepada ibunya sebagai respon bahwa dia baik-baik saja. Vet Tcin seraya tersenyum lembut dan membelai belakang kepala putrinya yang tidak tertutupi oleh topi.
“Tapi tenang saja Nak, walau Ibu kehilangan pekerjaan, Ibu masih tetap pemegang saham terbesar N News and Entertainment sehingga tidak akan ada yang berubah soal status ekonomi kita. Kita tidak akan kembali menjadi miskin seperti dulu.”