DELAPAN TARGET

DELAPAN TARGET
84. Undangan Loki


__ADS_3

Tiga hari sebelumnya.


“Kaiser-kun, Andika-kun, Agni-san, ada yang ingin kubicarakan pada kalian.”


“Apa itu Shinomiya-san?”  Jawab Agni kepada Airi.


“Mulai besok, aku tidak akan bisa berada di samping Kaiser-kun selama beberapa hari, tetapi aku telah menanamkan aliran cakraku pada cakranya sehingga aku akan segera mengetahui jika Kaiser-kun dalam bahaya.”


“Hei, Perempuan Rubah, memangnya kamu mau keluruyan ke mana?”  Ujar Andika dengan tidak sopan pada Airi yang segera berkerut setelah melihat tatapan tajam Kaiser padanya.


Andika tertawa canggung dan Kaiser menanggapinya dengan mengembuskan nafas panjang.


“Aku merasakan beberapa aliran cakra yang tidak normal sejak kemarin di sekitar Kaiser-kun, dan itu tidak hanya satu dua saja.  Bahkan aku merasakan ada satu aliran cakra kultivator level C dan dua kultivator level D di sekitar rumah Kaiser-kun kemarin.”


Airi menyipitkan matanya tampak berpikir.


“Ada juga beberapa aliran cakra kultivator level E dan F yang berkeliaran sejak kemarin di sekitar rumah sakit Dewantara Group.  Perasaanku tidak enak.  Aku akan mengawasi sekeliling dalam ranah yang lebih luas sehingga aku dapat segera bertindak jika ada hal yang buruk terjadi.”


“Tetapi bukankah berada di sisi Kaiser akan membuat Kaiser lebih aman?”  Tanya Andika keheranan.


“Itu karena Otou-sama tidak hanya menyuruhku untuk melindungi Kaiser-kun, tetapi juga Dios-kun.”  Jawab Airi lirih.


“Apa?”  Mendengar itu, Andika terkaget.


“Oleh karena itu, kuminta kamu menemani Kaiser-kun pulang dengan transportasi publik untuk sementara ini.  Dan ingat, hindari tempat sepi!”  Ujar Airi seraya menunjuk Andika.


“Oh, Agni-san, bukannya aku tidak percaya pada pengawalanmu, tetapi intel kakakku mengatakan bahwa saat ini tidak ada pergerakan berarti dari Trans, dan jika itu bukan Trans, kita bisa mengasumsi akan lebih aman jika Kaiser-kun berada di keramaian karena rata-rata organisasi orang yang terbangkitkan menghindari muncul di tengah publik.”  Tambah Airi seraya menatap Agni dengan canggung.


“Aku mengerti Shinomiya-san.  Kalau begitu, aku serahkan penjagaan Kaiser padamu sementara Dek Andika.”  Ujar Agni seraya tersenyum pada Andika.


“Tenang saja, Senior.  Serahkan penjagaan Kaiser padaku.”  Ucap Andika dengan bangga.


Tetapi kita kembali di masa sekarang.


“Tit tiit, tit tiit.”


Nampak ada pesan masuk di HP Airi.  Rupanya itu chat dari Andika.

__ADS_1


...“Perempuan Rubah, aku tiba-tiba diminta ayahku untuk pulang, sementara Kaiser pergi bersama Loki dan Fero ke sanggar milik Loki.  Tampaknya Kaiser akan baik-baik saja di sana soalnya ada Loki bersamanya, tetapi aku merasakan perasaan yang tidak enak.  Bisakah kamu mengawasi Kaiser sekarang?”...


“Duh, buldoser manja itu!”  Umpat Airi seraya menelepon Kaiser, tetapi tidak tersambung.  Dia lantas menghubungi Andika, tetapi rupanya telepon Andika pun tidak kunjung diangkatnya.


[Tidak ada reaksi apa-apa pada cakra Kaiser.  Untuk sementara, dia baik-baik saja.  Tetapi mengapa Kaiser mematikan teleponnya?  Ini membuat perasaanku tidak enak.  Aku harus segera mencarinya dan memastikan keadaannya.]  Ujar Airi dalam hati.


Airi pun segera menghubungi Pak Arkias.  Kali ini, Pak Arkias tampaknya segera mengangkat teleponnya.


“Ada apa Airi?”


“Paman, apakah Paman tahu di mana sanggar milik keluarga Loki-kun, teman Kaiser-kun?”


“Lokriatul dari keluarga Wijayakusuma ya?  Ya, aku tahu alamat padepokan keluarganya.  Mungkin sanggar mereka juga berlokasi di kediaman tersebut.  Alamatnya di jalan …”


“Terima kasih Paman, aku segera ke sana.”


“Ada apa sebenarnya Airi?”


“Kaiser-kun tampaknya pergi bersama Loki-kun ke sanggarnya dan mematikan teleponnya.”


“Kalau begitu, kamu tidak perlu khawatir.  Loki adalah anak yang baik.”


“Apa?  Kalau begitu kamu harus segera mencari Kaiser.”


“Iya, Paman.”


“Airi, tunggu!”  Pak Arkias segera berujar sebelum Airi mematikan teleponnya.


“Ya Paman?”


“Aku ingin bertanya, betul kan bahwa Kaiser bukan salah satu dari orang yang terbangkitkan?”


“Dia anak sindrom pelangi yang terlahir dengan cakra.  Tetapi aku sama sekali belum merasakan ada pergerakan pada cakranya yang menandakan bahwa Kaiser-kun belum terbangkitkan.”


“Kalau begitu, syukurlah!  Setidaknya itu bukti bahwa apa yang dikatakan orang-orang itu tentang Kaiser memang tidak benar.”


“Paman tidak mempercayai keponakan Paman sendiri?”

__ADS_1


“Hahahaha.  Kamu mengatakan sesuatu yang menarik Nak Airi.”  Pak Arkias berusaha tertawa canggung mengalihkan pembicaraan.


Airi pun menutup teleponnya dan bergegas ke tempat Kaiser.  Dia telah menaruh penanda pada cakra Kaiser dengan aliran cakra miliknya, tetapi selama aliran cakra itu tidak mengalami pergerakan yang hanya terjadi jika terjadi gangguan baik internal maupun eksternal pada tubuh Kaiser, aliran cakra tersebut tidak akan mampu mengirimkan sinyal lokasi keberadaan Kaiser.


Airi tampak ragu.  Walaupun apa yang dikatakannya pada Pak Arkias adalah pengetahuan umum bagi para kultivator, tetapi setidaknya dia pernah bertemu dengan Lu Shou, orang yang sama sekali dia tidak bisa rasakan aliran cakranya sebelum dia mengeluarkan jurusnya.


Berbeda dengan para orang yang baru terbangkitkan yang aliran cakranya sampai merembes keluar sehingga tanpa dideteksi pun, akan segera ketahuan kekuatan yang terbangkitkannya, orang-orang terbangkitkan yang berpengalaman mampu mengontrol aliran cakra ini agar tidak merembes keluar dari tubuhnya.


Tetapi bagi para kultivator berpengalaman seperti Airi, tetap saja masih bisa mengetahui apakah seseorang itu terbangkitkan atau tidak dengan mendeteksi aliran cakra di tubuhnya.  Jika ada aliran, berarti orang itu telah terbangkitkan.  Jika tidak ada aliran, tetapi terdapat pusat cakra, berarti orang itu belum terbangkitkan, tetapi berpotensi terbangkitkan.  Namun, jika orang tersebut sama sekali tidak memiliki pusat cakra, artinya orang itu hanyalah orang biasa.


Tentu saja orang biasa juga dapat berlatih kultivasi untuk membangun pusat cakra mereka secara buatan layaknya yang dilakukan oleh para kultivator jadul tersebut.


Kembali ke kasus Lu Shou.  Lu Shou adalah kasus spesial karena walaupun dia memiliki pusat cakra, tetapi tidak dapat terdeteksi aliran cakra di tubuhnya sehingga dari luar, dia tampak seperti orang normal.  Airi baru tahu kalau dia orang yang terbangkitkan, ketika Lu Shou hendak menyerangnya.  Pada saat Lu Shou mengaktifkan kekuatannya-lah, baru aliran cakra terdeteksi di tubuhnya.


Airi jadi bertanya-tanya, apakah Kaiser juga merupakan kasus spesial seperti Lu Shou ini?  Dia bisa saja orang yang terbangkitkan, tetapi berusaha menyembunyikan identitasnya.  Jika demikian, kekhawatiran Pak Arkias bukanlah hal yang tidak wajar.


Tetapi satu hal yang diyakini oleh Airi, walaupun baru mengenalnya kurang dari sebulan, Airi yakin bahwa Kaiser adalah anak yang baik.  Tidak mungkin bahwa identitas pembunuh berantai Joker Hitam itu adalah Kaiser.


***


“Wah, jadi ini rupanya sanggarmu ya, Loki!  Banyak sekali jenis pedangnya.  Wah, pedang kayu ini tampak sering digunakan!  Kamu pasti rajin berlatih ya, Loki!”  Ujar Kaiser seraya tersenyum ramah pada Loki.


Kaiser yang baru pertama kali memasuki sanggar Loki, tertakjub dan melihat sekeliling isinya dengan antusias.


Tiba-tiba, sebuah pedang yang tampaknya asli dari suara dentingan jatuhnya serta beratnya, dilemparkan ke hadapan Kaiser.


“Apa ini, Loki?”  Ujar Kaiser bertanya-tanya.


“Ayo kita latih tanding.”  Ujar Loki seraya tersenyum ramah.


Namun, secara tidak disangka-sangka, Loki mencabut sebuah pedang logam tajam di tangannya dan lantas berlari cepat ke arah Kaiser untuk menebasnya di mana senyumnya telah berubah menjadi senyum bengis.


***


Di lain tempat, rupanya penanda cakra yang ditanamkan oleh Airi kepada Kasiser tampak bereaksi yang menandakan ada gangguan baik eksternal maupun internal pada tubuh Kaiser.


“Apa ini?  Penandanya bereaksi?  Kaiser dalam bahaya?  Aku harus segera ke sana.”  Ujar Airi seraya bergegas menuju ke tempat yang ditandai oleh penanda cakranya.

__ADS_1


Namun, di luar dugaan, ketika hendak memasuki kediaman Wijayakusuma, Airi terpantul oleh sebuah barier aneh dan tak dapat memasuki kediaman tersebut.


__ADS_2