
Sekitar 11 tahun yang lalu, bertepatan pada tahun baru 2011, junior sepanti Jeynal yang sudah dianggapnya seperti adik sendiri, tiba-tiba mengalami peristiwa yang belum pernah terjadi sepanjang tercatat dalam sejarah. Inti cakranya tiba-tiba tumbuh di dalam dirinya yang diikuti perubahan warna bola matanya. Diapun menjadi anak sindrom pelangi.
Padahal, sampai detik itu, inti cakra selalu terbentuk pada saat janin bakal bayi tersebut berada dalam kandungan ibunya. Gejala sindrom pelangi selalu merupakan bawaan sejak lahir dan tidak pernah ada kasus serupa sebelumnya di mana gejala sindrom pelangi tiba-tiba muncul setelah anak tersebut terlahir ke dunia.
Itulah sebabnya, peristiwa tersebut lantas menarik perhatian organisasi terlarang Levovo. Mereka pun merancang suatu skema dengan menyebabkan kebakaran di panti asuhan dan memanfaatkan kesempatan itu dengan bantuan salah satu asisten Bibi Sumi yang mata duitan untuk menculik anak tersebut.
Pada saat kejadian, Jeynal ada bersama anak itu untuk melindunginya karena rasa sayang Jeynal padanya sebagai adik yang benar-benar tulus. Naasnya, karena dinilai juga punya bakat yang unik, jadilah Jeynal turut diculik bersama anak tersebut.
Jadlah mereka ditangkap dan diselundupkan ke Swiss sebelum akhirnya dibawa ke Ingrris untuk melalui pelatihan rahasia di sana.
Tetapi anak itu begitu menyebalkan bagi Levovo. Anak tersebut terlalu memiliki jiwa keadilan yang tinggi. Berkali-kali pun dihukum seperti dicambuk, dikurung, tidak diberi makan, anak tersebut tetaplah kekeh pada sikapnya.
Namun berkebalikan dengan kemampuannya, dia anak yang tidak berbakat. Tidak ada sama sekali tanda-tanda bahwa anak itu akan terbangkitkan walaupun sudah melewati masa pelatihan ekstrem yang sampai saat itu mampu membangkitkan 100 persen didikannya menjadi spiritualis hanya dalam waktu satu bulan.
Anak itulah satu-satunya kasus langka yang belum juga terbangkitkan bahkan setelah melalui pelatihan itu selama dua bulan.
Dan sebagai puncaknya, kasus lepas kendalinya seorang kultivator anak berusia 4 tahun bermata merah yang semuanya didalangi oleh anak tersebut.
Semuanya berawal dari seorang anak perempuan yang baru berusia 4 tahun yang selalu dekat dengan adik Jeynal itu, dicambuk-cambuki sejadi-jadinya hanya karena dituduh mencuri roti yang sangat keras nan hambar rasanya oleh salah seorang petugas kantin di organisasi tersebut.
Tentu saja anak perempuan itu tidak melakukannya. Hanya saja, mereka sengaja menuduhnya agar punya alasan untuk melakukan hiburan tersebut. Terlebih menurut mereka, ekspresi sengsara anak perempuan tersebut sangat bagus untuk dijadikan bahan tontonan sebagai penghibur diri mereka yang juga selalu dianiaya oleh atasan mereka di organisasi tersebut.
__ADS_1
Seperti yang telah kalian duga di pikiran kalian, begitu melihat penganiayaan yang di luar batas itu, adik Jeynal tersebut langsung turun tangan dan menghalangi para pembuli itu. Jadilah dia yang dihajar habis-habisan menggantikan anak perempuan tersebut.
Tetapi kali ini, mereka melakukannya begitu keterlaluan yang jika dibiarkan berkelanjutan, adik Jeynal tersebut akan tewas. Jeynal menyaksikan kejadian tersebut dari jauh, tetapi dia hanya terdiam, tidak berani untuk menyelamatkan adik kesayangannya itu. Rasa takutnya akan hukuman penyiksaan Levovo mengalahkan rasa cintanya pada adiknya tersebut.
Namun di situlah, kekuatan anak perempuan itu jadi lepas kendali. Dia lepas kendali begitu mendapati kakak setahun lebih tua darinya yang satu-satunya selalu bersedia menemani dirinya yang pendiam dan kikuk akan meregang nyawa perihal melindungi dirinya.
Alhasil, 101 anggota Levovo non spiritualis meninggal karena terpanggang dalam peristiwa naas tersebut.
Tentu ini kerugian bagi pihak manajemen Levovo. Mereka tidak bisa menerima kerugian lebih lanjut. Mereka akhirnya memutuskan untuk menyerah pada sikap terlalu idealis adik Jeynal itu.
Itulah sebabnya, baru dua bulan lebih anak itu berada dalam perawatan Levovo, mereka akhirnya memutuskan untuk menjualnya saja dalam pelelangan sebelum menyebabkan insiden lain yang menimbulkan kerugian yang lebih besar, walaupun tanpa melulusi pelatihan seorang spiritualis atau yang lebih lazim dikenal dengan istilah kultivator.
Syukurlah anak itu sangat tampan bahkan melebihi ketampanan siapapun di dunia sehingga anak itu pasti laris di tangan tante-tante jablay sebagai budak birahi.
Setelah kejadian itu, jadilah Jeynal seorang diri di tempat itu tanpa adik kesayangannya. Satu-satunya barang adiknya yang tertinggal hanyalah boneka berbentuk bulat berwarna biru yang dinamakan Gellin, salah satu karakter anime yang cukup terkenal, yang ikut terbawa oleh genggaman adiknya selama penculikan mereka di panti. Boneka kesayangan milik adiknya.
Setiap tidur, hanya boneka itulah yang bisa dipeluknya untuk menenangkan dirinya melewati berbagai macam pelatihan suram dari Levovo. Berbeda dengan adiknya, Jeynal adalah individu yang sangat berbakat sehingga baru dalam masa pelatihan 3 tahun, klan Kanzaki telah menaruh perhatian padanya dan bersedia membelinya dengan harga yang sangat tinggi dari Levovo.
Jadilah Jeynal memasuki klan Kanzaki. Setelah masuk ke klan Kanzaki, Jeynal pun dilatih menjadi seorang pembunuh profesional.
Ada sebuah kejadian yang cukup menarik ketika Jeynal baru pertama kali menginjakkan kaki di tempat itu yakni sewaktu dia pertama kali bertemu dengan petugas eksekutif yang bertanggung jawab pada dirinya tersebut.
__ADS_1
“What is your name?” Tanya petugas eksekutif itu kepada Jeynal.
“Zainal.” Jawabnya.
“What the…Whats up with that ** name?” Seraya mengumpat, petugas eksekutif itu kemudian mendapati kalung Jeynal yang tidak pernah dilepaskannya yang terdapat huruf hiragana di sana.
Petugas eksekutif itupun membaca tulisannya.
“Whats up with that lame name even though you have a beautiful name like this. Okay, from now on, you will be called Kazuki, Kanzaki Kazuki.
Tidak butuh waktu lama, yakni hanya butuh waktu 2 tahun baginya di klan untuk melewati masa percobaan dan terangkat menjadi seorang pembunuh profesional klan seutuhnya. Kemudian sekitar 2 tahun kemudian lagi, dia dengan cepat menempati posisi pimpinan pasukan di klan pembunuh itu.
Di saat posisinya sudah stabil itulah, dia mulai melakukan pencarian kepada adik angkatnya tersebut. Namun, keterbatasan informasi yang bisa diperolehnya, membuatnya selama 3 tahun pencarian, belum menemukan petunjuk juga.
Di kala kebuntuannya itu, tiba-tiba datanglah surat yang tanpa nama pengirim padanya, yang kala itu sedang menyamar di Manila untuk melakukan misi pembunuhan. Diapun membuka surat tersebut.
Betapa kagetnya dia karena surat tersebut ternyata berisi riwayat adopsi adiknya setelah meninggalkan Levovo sebelas tahun lalu. Apa yang membuatnya lebih tidak ingin percaya adalah bahwa ternyata adiknya saat ini berada dalam kondisi koma yang sudah seperti itu sekitar 2 tahun. Terlebih yang membuatnya murka karena semua itu didalangi oleh suatu kasus pembulian.
Semua itu terjadi, tidak lain karena adiknya itu mengenal sosok bernama Kaiser, bocah sok polos yang sok mengenal dunia padahal sebenarnya tidak tahu apa-apa.
Dan disinilah dirinya saat ini. Di suatu ruangan yang gelap yang begitu penuh dengan cermin-cermin serta gambar-gambar sketsa wajah. Diapun memukul salah satu cermin tersebut. Anehnya, tidak ada luka sama sekali di tangan yang habis dia pakai memukul cermin itu.
__ADS_1
Dia mengingat kembali kejadian tadi pagi di sekolah Kaiser tersebut. Dia begitu menyesali keputusannya tentang mengapa dia menghentikan Tirta sewaktu akan menikam Kaiser.
“Kaiser, bocah sialan itu! Seharusnya kuhabisi saja dia saat itu sehingga semuanya bisa segera berakhir! Tapi mengapa aku ragu melakukannya?” Lirih Jeynal dengan ekspresi rumit di wajahnya.