DELAPAN TARGET

DELAPAN TARGET
18. Pemulung yang Malang


__ADS_3

Malam itu, tidak seperti biasanya, Andika pulang telat dua setengah jam dari jam malamnya.  Dia baru saja pulang setelah mengikuti unjuk rasa di TV News.


Dengan perhatian media yang teralihkan di berita tentang kehidupan mewah berlebihan para selebriti, tidak begitu banyak respon yang diterimanya dari masyarakat melalui unjuk rasanya itu. 


Namun, di hari kedua ini,  Andika dan kawan-kawan memperoleh bantuan personel yang tidak disangka-sangka.  Mereka adalah persatuan penjual di distrik perbelanjaan umum di mana Kaiser di waktu awal masa sekolahnya di SMP, sering berkunjung. 


Rupanya mereka dibawa oleh Zion setelah Zion menceritakan apa yang dialami Kaiser kepada mereka.


Setelah pulang, Andika bergegas masuk setelah mengganti sepatunya dengan sepasang slipper berwarna putih. 


Begitu melewati ruang keluarga, didapatinya bahwa ibunya telah tertidur dalam keadaan duduk di sofa pada saat TV masih menyala. 


“Duh, apa yang sebenarnya Ayah lakukan sih?  Kan percuma bekerja keras jika Ibu jadi terabaikan begini?” 


Walaupun ucapannya seakan marah pada ayahnya, namun Andika tersenyum.  Andika menyayangi ayahnya dan mengerti untuk apa ayahnya harus bekerja lebih keras.


Tiba-tiba suara di televisi membuat Andika tersentak kaget dan kesal. 


“Hari ini, seorang pemulung berinisial A.A. kedapatan mencuri sebuah laptop di salah satu kawasan perbelanjaan elektronik.  Masyarakat menanyakan tentang keamanan berbelanja… Warga yang geram lantas memukuli pemulung itu hingga tewas.  Masyarakat sekitar di mana pemulung itu tinggal tidak mau memandikan jenazah korban sehingga pihak keluarga…  Berikut adalah situasi di rumah duka…” 


Bukan dari isi beritanya, melainkan siapa yang membawakan berita yang membuat Andika kesal.  Dialah Vet Tcin.


Pagi itu, Andika dengan lesu bersiap-siap untuk ke sekolah.  Hal itu lantaran rasa kecewanya akan unjuk rasa dia dan teman-temannya yang tidak digubris oleh masyarakat dan lebih mementingkan hal yang bisa dibilang tidak penting seperti gaya hidup artis.  Namun, matanya seketika membelalak melihat isi berita TV pagi itu.


“Apa yang lebih dibandingkan cinta orang tua kepada anaknya?  Apakah ada? 


Seorang Ayah berusaha menabung dari pekerjaannya sebagai tukang sampah agar bisa memberikan hadiah ucapan selamat kepada putranya berupa laptop yang berhasil diterima bekerja sebagai CPNS di salah satu lembaga milik pemerintah dengan usahanya sendiri walaupun pekerjaan ayahnya hanyalah seorang tukang sampah. 


Namun, hal itu berakhir tragis di mana pelaku dan korban tertukar karena masyarakat yang langsung menilai korban dari penampilan luarnya. 


Korban yang baru keluar dari toko setelah membeli laptop hendak dirampok oleh pelaku.  Pelaku yang kemudian pura-pura berteriak meminta tolong, mendatangkan kerumunan massa dan menghajar A.A., Sang Korban, hingga tewas. 

__ADS_1


Reporter Aliska Subardja akan memberikan kita laporan eksklusif.”


“Sang Anak yang baru datang dari daerah menangisi kematian ayahnya.  Sang Ayah sudah mulai menabung satu setengah tahun lalu sejak anaknya lulus kuliah…”


“Jika ini memang takdirnya, aku bisa ikhlas dengan kepergian ayahku.  Tetapi, kenapa ayahku harus memperoleh malu seperti itu bahkan di saat kematiannya?  Di mana reporter sialan itu!  Ini, ini! Bisa kalian lihat struk pembelian ini atas nama siapa?”


“Ya.  Memang benar Saudara A.A. membeli laptop di sini.  Saya sendiri yang melayaninya di kasir.”


Berita itu lantas mengguncangkan dunia pertelevisian.  Banyak yang mencekam NTV di internet sebagai berita TV yang melaporkan kejadian itu di awal secara tidak benar. 


Hal itu tidak terkecuali di sekolah.  Kesalahan peliputan NTV News itu menjadi topik pembicaraan di mana-mana di setiap sudut sekolah.


“Wah, Tuan Muda pasti senang sekali dengan perkembangan ini ya.  Tanpa turun tangan langsung, kesempatan untuk menjatuhkan musuh yang mengganggu Anda datang dengan sendirinya." Ujar Fero yang duduk tepat di belakang Kaiser berusaha mengganggu Tuan Muda itu.


Dia lantas tersenyum sinis dan menyatukan kedua telapak tangannya sambil memajukan kepalanya hingga bibirnya lebih dekat kepada Sang Tuan Muda.


Diapun kembali berujar setengah berbisik, "Ataukah saya salah?  Adakah campur tangan Tuan Muda dengan masalah ini?”   


“Kamu!”  Andika yang mampu mendengar suara samar Fero lantas berbalik marah.  Kaiser hanya duduk diam tanpa menunjukkan reaksi apapun.


***


“Senior sedang apa?”  Aliska yang masuk lantas menegur senior itu penasaran. 


“Bukan apa-apa.  Hanya beberapa keluhan dari pihak manajemen atas terhadap berita kita.”  Jawab Panji santai. 


“Oh, itu karena kita menimbulkan konflik di lingkaran pers kita ya?  Tapi itu salah mereka sendiri yang salah dalam meliput berita.”  Jawab Aliska sambil merajuk. 


“Tapi kamu juga senang hal itu terjadi kan?  Kalau tidak, kamu tidak akan membuat hal itu jadi besar.  Sampai-sampai kamu merengek kepadaku agar beritamu diluluskan tim editor.”  Sang Senior berkata seraya meraba-raba ekspresi Aliska untuk mengetahui ekspresi seperti apa yang akan ditunjukkannya. 


“Hehehe.  Senior tahu rupanya.  Ngomong-ngomong terima kasih Senior telah mendengarkan permintaan egoisku.” 

__ADS_1


“Bukan apa-apa.”  Panji yang mendengarkan Aliska menjawab sambil menggaruk-garuk kepalanya dan tersenyum canggung lantas menjawab dengan tersenyum dan menyadarkan dirinya di kursi putar yang didudukinya itu. 


“Seperti yang diharapkan dari anak pemilik Queen Corporate.  Memiliki teman orang yang berkuasa memang yang terbaik!"  Aliska memuji seniornya dengan setengah berteriak disertai senyum ceria di bibirnya. 


"Yah, adapun berhasil atau tidaknya hal ini sekarang tergantung pada kekuatan anak-anak itu.”  Ujar Aliska sambil tersenyum positif.


***


Hari ini adalah hari ketiga kami berunjuk rasa di depan Kantor NTV News.  Sesuai dugaan, hari ini menjadi lebih ramai setelah kasus salah tuduh pencurian laptop itu. 


Tidak hanya dari pihak-pihak yang mengecam NTV News terkait kasus itu rupanya yang hadir.  Ada juga berbagai pihak yang turut hadir karena merasa pernah dirugikan oleh kesalahan peliputan berita yang dilakukan oleh NTV News.  Lihatlah betapa ramainya di sini orang-orang menghujat NTV News.


“Saya adalah seorang supir angkot di daerah Jawa Barat.  Wanita itu pernah meliput saya dengan mengatakan secara sembarangan bahwa saya korupsi dengan menaikkan tarif angkot secara sepihak kepada penumpang. 


Gara-gara itu saya dipecat dan sulit untuk mendapatkan pekerjaan lagi sebagai supir angkot karena wajah saya sudah dikenal di mana-mana sebagai supir tukang korupsi. 


Padahal saya menaikkan tarif angkot karena pada saat itu penumpang meminta untuk diturunkan agak jauh dari rute angkot yang sebenarnya dan itupun juga atas persetujuan penumpang. 


Jika tidak percaya, saya punya rekaman klarifikasi penumpang saat itu… 


Gara-gara kejadian itu kini pekerjaan saya tidak tetap.  Saya hanya sekali-kali bekerja sebagai kuli itupun kadang tidak cukup untuk menafkahi keluarga.”  Kata seorang bapak-bapak berusia sekitar 40-an kepada salah satu wartawan .


“Saya adalah ibu dari almarhum korban tabrak lari di Jalan Duku.  Anak saya yang ditabrak karena kecerobohan almarhum penabrak.  Tetapi kenapa anak saya yang disalahkan? 


Itu semua karena cara wanita itu dalam meliput berita.  Dia meliput bahwa anak yang baru saja merayakan hari ulang tahunnya yang ke-15 bersama dengan teman-temannya, berkonvoi untuk melanjutkan perayaannya. 


Terpaksa harus meninggal setelah menabrak korban yakni anak saya.  Lantas apa jika dia baru saja berulang tahun?  Jelas-jelas dia yang ceroboh sampai menabrak anak saya yang padahal ada di tepi jalan yang tidak beraspal! 


Bukankah usianya baru 15 tahun?  Mengapa bisa mengendarai motor?  Apa dia sudah punya SIM?  Kenapa anak yang berkendara tanpa SIM yang menabrak yang dipuja-puja, sementara anak saya yang disalahkan karena tidak menghindar? 


Bahkan sampai-sampai rekaman sosial media anak saya yang berselfie dengan ceria sampai diliput!  Apa hubungannya dengan semua itu?  Kenapa memangnya kalau anak saya suka bergaya?! 

__ADS_1


Lantas itu salah anak saya sampai-sampai dituduh terlalu banyak gaya sehingga ditabrak orang?  Bukannya anak saya sudah berada di tempat pejalan kaki dan motor anak itulah yang menyerobot di tempat pejalan kaki? Jadi kenapa ini salah anak saya?”  Ujar seorang ibu-ibu tua kepada awak media lainnya.”


Yah rupanya ketimbang NTV News, rata-rata mereka datang ke sini untuk menghujat wanita itu, Vet Tcin.  Aku berharap semoga dengan segala situasi ini, kali ini kasus pelecehan verbal oleh wartawan yang dialami teman kami tersebut dapat lebih digubris oleh masyarakat.


__ADS_2