
“Jadi, penjahat mana yang hari ini harus kuinterogasi?” Tanya Loki kepada Kapten Maya yang untuk berkali-kalinya tiba-tiba dipanggil ke rumah tahanan para pelaku kejahatan tidak wajar.
“Tidak. Hari ini yang kamu periksa bukan penjahat. Dan kali ini juga bukan interogasi.” Kapten Maya pun menjawab.
“Maksudnya?” Mendengar jawaban itu, Loki pun menjadi sedikit was-was tentang eksploitasi seperti apa lagi yang akan Kapten Maya lakukan padanya yang masih duduk di bangku SMA itu.
“Kamu perlu untuk menginterogasi para sipir yang kemungkinan di bawah kendali pembunuh berantai joker hitam untuk menjalankan aksi sebelumnya untuk mengorek ingatan mereka yang hilang demi mengungkap identitas pembunuh berantai itu.”
Mendengar jawaban Kapten Maya itu, Loki lantas mendekati Kapten Maya dan membisikkan sesuatu.
“Kapten Maya tahu kan kalau kekuatanku hanya bisa melihat ke masa depan? Bagaimana pun dipikirkan, tidak ada cara bagi kekuatanku untuk melakukannya.”
“Jangan pura-pura! Fero sudah memberitahuku kalau kamu juga bisa melihat masa lalu.” Kapten Maya pun segera membantah perkataan Loki seraya memberikan aura yang menekan.
[Ini namanya eksploitasi anak! Pengacara…Aku butuh pengacara untuk menuntut orang ini.] Loki hanya bisa mengumpat dalam hati menghadapi tante-tante yang selalu mengeksploitasinya itu.
“Tetapi Kapten Maya, kemampuan itu bayarannya terlalu besar untuk tubuhku.”
“Jangan khawatir. Habis ini kupastikan akan memberikanmu perawatan yang eksklusif untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan kekuatanmu pada tubuhmu itu. Di samping, kali ini aku akan memberimu bonus uang jajan yang sangat jauh lebih besar dari biasanya.”
Kapten Maya pun terdiam sejenak sebelum berucap. Kali ini dia berucap dengan lebih menekankan intonasinya.
“Terlebih, kamu ingin segera menyelamatkan temanmu Kaiser yang sedang diincar oleh pembunuh berantai itu kan?”
“Kaiser diincar oleh Joker Hitam? Aku belum pernah mendengar hal itu.” Ujar Loki yang kaget mendengar informasi yang tiba-tiba tersebut.
__ADS_1
“Sewaktu penyerangan di sekolah itu, jelas-jelas Joker Hitam ada di dekat situ sambil mengamati. Aku juga baru tahu sehari setelah kejadian di saat mengamati kembali CCTV di sekitar gedung sekolah. Ini hanya spekulasi, tetapi kemungkinan bahwa korban terakhir bersimbol kartu as dari pembunuh berantai joker hitam adalah Kaiser. Entah apa motifnya, tapi siapa lagi yang berhubungan erat dengan Joker Hitam di sekolah itu selain Kaiser.”
Tentu saja Kapten Maya hanya sekadar mengucapkan itu demi memberikan motivasi kepada Loki dalam membantunya. Dia tidak benar-benar percaya bahwa Kaiser adalah target sebenarnya dari pembunuh berantai joker hitam karena selama ini yang ditargetkan adalah yang terlibat pada pembulian Dios sedangkan justru Kaiser-lah yang melindungi Dios.
Daripada Kaiser, Kapten Maya lebih menaruh curiga bahwa target terakhir adalah Jingmi yang masih dinyatakan menghilang.
“Kartu As dan bukannya kartu tiga spade? Apa sudah ada korban keenam dan ketujuh?” Loki pun semakin penasaran terhadap pernyataan Kapten Maya tersebut.
“Oh, ini belum dipublikasikan, jadi wajar kalau kamu belum tahu. Korban keenamnya adalah Tirta yang baru meninggal dini hari tadi. Dan pada saat meninggalnya, ada tulisan yang kemungkinan pesan dari pembunuh berantai yang mengatakan bahwa korban selanjutnya adalah Dirga.”
Bersamaan selesainya ucapan Kapten Maya, Alena dengan cepat menginterupsinya untuk menambahkan.
“Itu belum pasti akurat karena yang menulisnya adalah korban Tirta sendiri, tetapi kami mengasumsikan bahwa dia dikendalikan oleh pembunuh berantai joker hitam di saat melakukannya. Berdasarkan analisis kami, kuat dugaan kalau kekuatan pembunuh berantai joker hitam itu adalah cuci otak.”
“Setidaknya ada 21 sipir yang teramati kamera CCTV sempat melakukan kontak dengan Tirta selama di tahanan.”
Loki pun bertanya dan Kapten Maya segera menjawab pertanyaan itu.
“Itu terlalu banyak.” Namun, tampaknya jawaban itu kurang memuaskan bagi Loki.
“Dik Loki cukup periksa sipir bernama Gatot Perjaka saja. Dialah yang mengantar Tirta sewaktu kunjungan Dirga ke mari sekaligus menggonta-ganti antara tali pengekang dan borgol Tirta selama keluar dari sel. Aku 85 % yakin bahwa dialah orang yang dikendalikan.” Alena pun segera menambahkan pendapatnya.
“Dirga berkunjung kemari? Aneh, kenapa itu lolos dari pengawasanku? Ah, tidak, bukan itu yang penting sekarang. Baik, aku mengerti. Aku akan segera melihat ke dalam ingatan orang yang Kak Alena maksud itu.”
Setelah briefing mereka bertiga usai, sipir bernama Gatot Perjaka itu pun dipanggil ikut masuk ke dalam ruangan tersebut dan Loki pun memulai menelisik ke dalam ingatannya.
__ADS_1
“Oh, Anda pakai foundation ya? Anda tampak sangat merawat kulit Anda.” Ujar Loki seraya tersenyum ramah pada sang sipir.
“Ah, iya. Zaman sekarang, sudah normal jika pria juga menggunakan kosmetik.” Jawab sang sipir dengan semringah di wajahnya.
“Begitukah? Tapi bagaimana ini? Bahkan setelah Anda melakukannya, Anda akan tetap jelek selamanya.” Ujar Loki yang tiba-tiba mengejek seraya menunjukkan ekspresi sangat merendahkan dengan tertawa kecil yang mengintimidasi.
Melihat tingkah bocah itu, sang sipir pun jadi shok dan di saat itulah Loki mengaktifkan kekuatannya. Mata Loki dan mata sang sipir saling bertemu. Bisa nampak dengan jelas cahaya hijau merasuk dari mata Loki menuju ke mata sang sipir.
“Ingatan manusia itu rapuh. Pada dasarnya, kita hanya ingin mengingat yang bahagia-bahagia saja sehingga itu akan tersimpan di tempat yang mudah kita akses yakni di lapisan otak yang paling luar. Tetapi karena itu pula, kenangan ini cepat memudar seiring bertambahnya usia.
Berbeda dengan kejadian traumatis. Itu adalah kejadian yang tak siapapun ingin mengingatnya. Justru itulah disimpan jauh di dalam lapisan otak terdalam, berharap takkan pernah terakses untuk selamanya. Tetapi justru itulah penyebab kejadian traumatis justru tertanam dengan baik di ingatan dan takkan pudar oleh usia yang sewaktu-waktu bisa saja mencuat ke permukaan di kala kondisi mental kita sedang tidak baik.
Ada juga beberapa orang yang saking tidak mampunya menghadapi masa lalunya yang kelam, lantas menggunakan sistem pertahanan di otaknya untuk memodifikasi ingatan traumatis tersebut dengan mencampurkannya dengan berbagai ingatan yang tidak relevan sehingga jadi berubah atau dimodifikasi menjadi sesuatu yang masih dapat diterima oleh otaknya.
Dan terkadang ada pula kasus hipnotis di mana selama jeda waktu tertentu, orang-orang tidak akan mengingat apa yang telah dilakukannya. Dalam kasus terakhir ini, ingatannya bukannya hilang, hanya saja tertanam di tempat yang dipastikan tidak akan pernah muncul di permukaan sehingga sama sekali tidak akan pernah bisa diingat bahkan bisa sampai selamanya.
Namun, kekuatanku mampu menggali semua itu. Yah, walau sangat sangat sangat sangat melelahkan.” Ujar Loki yang ternyata tengah dalam kondisi yang tampak membahayakan.
Hal ini sama sekali tidak pernah diprediksikan oleh Kapten Maya karena biasanya sewaktu menggunakan kekuatannya, Loki hanya sedikit mengalami mimisan kecil. Tetapi kali ini, tidak hanya di hidung, tetapi juga telinga, mata, dan mulutnya turut mengeluarkan darah. Dan tidak hanya sedikit, melainkan dalam jumlah yang mencengangkan.
“Loki, apa yang terjadi? Mengapa bisa sampai seperti ini?! Biasanya kan tidak begini. Tolong hentikan sebelum kondisimu bertambah buruk!” Melihat hal itu, Kapten Maya tidak dapat mengendalikan kepanikannya.
“Tentu saja bayarannya akan seperti ini karena aku harus mencari jauh ke dalam ingatan yang tersembunyi. Tetapi aku baik-baik saja. Pastikan saja setelah ini, rawat aku dengan baik.” Jawab Loki seraya tetap melanjutkan penggunaan kekuatannya tersebut.
“Ketemu kau Joker Hitam!” Ujar Loki dengan senyum puas setelah menemukan ingatan yang dicarinya itu.
__ADS_1