
[Dialog dalam bahasa Inggris]
“Kamu sendiri bagaimana Sandra? Kamu tampaknya juga sangat menyukai Tuan Muda?” Tanya Arthur alias Beni kepada Sandra alias Nayla.
“Benar juga. Tuan Muda adalah orang yang baik hati, pengertian, menyayangi sesama teman, tidak pernah meninggalkan orang yang kesusahan. Karena sikapnya yang tulus itulah, semua teman sekelas menyukainya.”
Sandra pun terdiam sejenak. Dia tampak memikirkan sesuatu yang rumit.
Dia pun kembali berujar, “Hei Arthur, apa yang akan kita lakukan jika perintah organisasi berbalik untuk menyingkirkan Tuan Muda?”
Mata Arthur a.k.a. Beni itu pun mendadak gemetar. Dia pun sudah memikirkan suatu saat itu akan terjadi. Tetapi jika hal itu benar akan tiba, dia tak tahu harus berbuat bagaimana.
Dia awalnya berteman dengan Kaiser untuk mengawasi pergerakannya sejak peristiwa misterius yang pernah menimpa Kaiser setahun lalu di Jepang di rumah kakek Kaiser di mana dari kejadian itu, organisasi memperkirakan bahwa Kaiser adalah wadah yang tepat yang selama ini dicari-cari oleh organisasi.
Namun, sejak berteman dengan Kaiser selama hampir setahun, dia menjadi luluh dan benar-benar memperlakukan Kaiser layaknya teman. Dia tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa orang yang dia sayangi itu.
Tetapi perintah organisasi adalah hal yang mutlak. Jika dia tidak mematuhinya, bukan hanya nyawanya saja yang terancam, tetapi keluarga-keluarganya di rumah bisa dalam bahaya.
“Apa yang kamu katakan? Perintah organisasi adalah mutlak. Apapun itu, kita hanya bisa mematuhinya.” Ujar Arthur, tetapi tanpa sadar, air mata jatuh di pipinya.
“Ternyata benar kamu sudah melunak. Tetapi sikapmu itulah yang membuatku suka padamu.”
Ujar Sandra seraya tersenyum nakal menatap Arthur. Arthur balas menatapnya dengan ekspresi ketidakpercayaan atas apa yang diucapkan oleh Sandra.
Sandra tertawa kecil melihat kecanggungan di balik ekspresi Arthur. Diapun lanjut berujar, “Tenang saja. Hal itu hanyalah sekedar spekulasi belaka. Organisasi tidak mungkin juga akan menyingkirkan Tuan Muda karena Tuan Muda adalah wadah yang akhirnya dengan susah-payah dicari oleh organisasi.”
“Tetapi bukankah jika demikian, pada akhirnya Kaiser akan dikorbankan juga?” Ujar Arthur lembut.
“Benar juga. Jika hari itu tiba, akankah kita akan dapat tegar melihatnya?” Ujar Sandra dengan kesedihan di wajahnya yang tertunduk.
__ADS_1
***
Aku Antonio Gegistov. Aku adalah orang yang sangat tampan. Apapun kenakalan yang aku perbuat, orang-orang akan segera memaafkan perbuatanku. Kalian tanya mengapa? Tentu saja karena aku sangat tampan. Kalian tentu pernah dengar ungkapan bahwa ‘yang tampan selalu benar’ dan memang seperti itulah sosialisasi di masyarakat terjadi.
Bagaimana pun bagusnya kamu berargumen, kamu akan selalu saja di pihak yang salah jika kamu jelek. Bagaimana pun kamu seriusnya belajar, kamu akan tetap tidak diterima di pekerjaan jika kamu jelek. Bagaimana pun seorang aktor berbakat dalam akting, aktor tampanlah yang pada akhirnya akan memperoleh peran yang diinginkannya. Orang yang tampanlah satu-satunya yang dapat menguasai dunia ini.
Dan aku, Antonio Gegistov adalah orang yang berdiri di puncak ketampanan itu.
Namun, ada satu hal yang membuatku kesal belakangan ini. Entah mengapa fans-fansku yang justru satu sekolah denganku di jurusan umum, mendadak berhenti menyukaiku. Setelah kuselidiki, ternyata penyebabnya adalah si kulit pucat itu. Apa bagusnya anak itu? Jelas orang yang menawan dan berkarisma sepertiku lebih baik daripada anak keluarga konglomerat lemah seperti Kaiser itu.
Ketika Alicia meminta pertolonganku untuk bekerjasama dengannya membuat image si Kaiser itu menjadi buruk, aku tentu menerimanya dengan senang hati. Dari awal, aku sangat membenci orang yang sok tampan itu padahal wajahnya pucat dan kulitnya lembek minta ampun.
***
Di kamar mandi, Gegi sedang menggunakan shower untuk membersihkan keringat di tubuhnya setelah kegiatan shooting-nya. Di sana, dia turut melepaskan segala penat di hatinya dengan memberikan umpatan-umpatan dalam hati kepada Kaiser.
Tiba-tiba, manager Gegi mengetuk pintu kamarnya dengan riuh seolah-olah ada urusan yang sangat penting. Gegi yang segera menyelesaikan showernya dan belum sempat mengenakan dalaman dan hanya sempat memakai sehelai handuk untuk menutupi bagian bawah tubuhnya, segera membuka pintu.
Dengan panik, dia lantas berucap, “Gawat Gegi! Peranmu sebagai tokoh utama di serial TV yang akan segera ditayangkan di NTV itu mendadak dibatalkan.”
“Mengapa?” Gegi yang mendengar berita itu, tidak kuasa turut panik.
“Kamu tidak mengecek situs fansitemu baru-baru ini?” Tanya manager kepada Gegi.
“Buat apa aku memeriksa apa yang dipikirkan oleh budak-budakk…ehem, maksudku penggemar-penggemarku? Toh, pasti isinya tentang pujian-pujian terhadap ketampananku ini.”
“Kamu ini! Lihat!” Bentak Sang Manager seraya menunjukkan situs fansite Gegi melalui smartphonenya.
“Apa ini? Mengapa anggota fansite-ku berkurang drastis?”
__ADS_1
“Itulah makanya Gegi, pihak produser menggantikanmu dengan orang lain dalam drama itu karena kamu dinilai sudah tidak layak karena penurunan jumlah penggemarmu. Mereka mengatakan bahwa mereka membutuhkan aktor populer yang memiliki banyak penggemar. Lagipula kata mereka, aktingmu di bawah rata-rata. Tanpa penggemarmu, kamu hanyalah sampah. Itu kata mereka.”
Gegi tidak dapat menahan kekesalannya dan berteriak sekencang-kencangnya.
“Sampah katamu…?!”
Apa yang paling sial bagi Gegi adalah ternyata Ratih, salah satu fans fanatik Kaiser, telah menyewa mata-mata untuk mengawasi keseharian Gegi semenjak kemunculannya di berita bersama Alicia itu. Di hari itu pula, mereka berbicara dengan asyiknya sampai lupa untuk menutup pintu hotel tempat Gegi menginap.
Jadilah mata-mata itu mendapatkan rekaman dari balik pintu kamar yang terbuka lebar berupa ekspresi unik Gegi yang marah seperti gorila dengan setengah telanjang. Ratih kemudian mengedit rekaman video itu menjadi video singkat berupa gif dan mengedarkannya secara anonim di media sosial. Jadilah gif itu populer dan sekaligus membuat nama Gegi ikut populer, tetapi bukan sebagai aktor berkarisma, melainkan sebagai aktor lawak yang memalukan yang menjadi bulan-bulanan netizen.
***
Setelah kematian Araka, semua bodyguard, pembantu, dan pengasuh Bu Melisa ditarik oleh Lu Tianfeng menyisakan Bu Melisa seorang diri di rumahnya. Untunglah rumah tersebut telah berada di bawah namanya sehingga dia setidaknya tidak kehilangan tempat tinggal. Hal itulah yang menyebabkan Lu Shou iba kepadanya dan memutuskan untuk menetap bersamanya sementara, sambil memikirkan jalan agar bagaimana Bu Melisa bisa hidup ke depannya.
Dia tidak bisa mengharapkan ayahnya untuk ini dan tidak juga bisa mengganggu nyonya besar untuk masalah yang dibuat oleh ayahnya. Jika didesak, ayahnya bisa-bisa khilaf dan justru menghabisi nyawa Bu Melisa. Sebagai orang yang paling tahu temperamen ayahnya, Lu Shou sangat yakin bahwa ayahnya akan benar-benar melakukan hal itu jika terus-terusan didesak.
“Sini Tante, biar aku bantu.” Melihat Bu Melisa yang hendak mencuci piring sendiri, Lu Shou meraih piring yang telah dipegang oleh Bu Melisa itu lalu meletakkannya kembali di tempat cucian piring kemudian mendorong kursi roda Bu Melisa menjauh dari dapur.
“Nak Shou, tidak perlu repot-repot.” Ujar Bu Melisa yang tampak malu dengan kondisi fisiknya.
Lu Shou yang belum terlalu mahir dalam berbahasa Indonesia, tampak kurang memahami perkataan Bu Melisa itu dan hanya mengangguk-angguk dan terus mendorong kusi roda Bu Melisa.
Bu Melisa hanya dapat menatap Lu Shou dengan keheranan yang malah menunjukkan ekpresi puas di wajahnya seraya mengangguk-angguk. Bu Melisa pun akhirnya menyerah dan membiarkan Lu Shou melakukan apapun yang dia suka.
Sesaat kemudian, terdengar ketukan suara pintu. Lu Shou yang sementara sedang mencuci piring sehabis makan siang segera berlari kecil dari dapur dengan celemek yang masih terpasang di muka badannya untuk membuka pintu.
“Hai, perkenalkan, saya Kaiser.” Ucap Kaiser seraya mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
Lu Shou menjabat tangan itu seraya turut memperkenalkan dirinya, “Lu Shou.”
__ADS_1
Mata Lu Shou kemudian terbelalak setelah mengingat siapa Kaiser itu.