DELAPAN TARGET

DELAPAN TARGET
88. Munculnya Tersangka Baru, Kanzaki Kazuki


__ADS_3

“Aku tidak menyangka kamu punya kemampuan praktis seperti ini, Loki.”  Ujar Fero kepada Loki dengan kagum seraya menatap foto yang diserahkan Loki kepadanya.


“Tetapi penggunaannya ribet dan berbelit-belit, serta menguras banyak cakra.  Terus terang, aku tidak ingin terlalu sering menggunakannya.”  Jawab Loki seraya menunjukkan ekspresi kesusahan.


“Hah.”  Loki pun mengembuskan nafas panjang.


“Lebih penting daripada itu, Kak, coba perhatikan orang-orang yang ada di foto itu.”


“Bukankah ini Tirta Wahyunusa, kemudian di depannya adalah konsultan dari klan Kanzaki?”


“Itu benar.  Tetapi coba Kakak perhatikan terlebih dahulu perempuan yang ada di sebelah Tirta.”


“Memangnya siapa perempuan itu?”  Fero semakin penasaran setelah mendengar instruksi dari Loki tersebut.


Loki kembali mengacak-acak isi laci mejanya, kemuudian mengambil suatu bundelan bermap kuning.


“Lihatlah berkas pengajuan operasi plastik dari Rumah Sakit Gwan Il di Korsel ini, Kak.”  Perintah Loki kepada Fero seraya mengopor dengan cara melempar dengan ringan bundel yang tampak berwarna kuning tersebut.


“Ini? Jo Yuri?  Siapa dia?”


“Jangan fokus sama namanya.  Lagipula itu hanya nama palsu.  Perhatikan baik-baik wajah sebelum dan sesudah operasinya.”


“Ini?  Jingmi?”


“Ya, itu benar Kak.  Dan sekarang coba perhatikan baik-baik wajah pascaoperasinya lalu bandingkan dengan foto perempuan yang ada di sebelah Tirta tersebut.”


Fero pun mengikuti seperti apa yang diinstruksikan oleh Loki tersebut.  Matanya menyipit untuk memperhatikannya baik-baik.  Seketika mata Fero membelalak.  Dia kaget.  Rupanya, wanita yang bersama Tirta di markas klan Kanzaki tersebut tidak lain adalah Jingmi yang telah melakukan operasi plastik di Korea Selatan.  Wanita yang selama ini tidak diketahui keberadaannya pasca dideportasi ke negara asalnya di Hongkong.


“Mengapa Tirta dan Jingmi bisa bersama, Loki?  Apa yang hendak kamu katakan?”


Loki lantas tersenyum puas melihat Fero mampu mengikuti jalan pikirannya.  Dia lantas menunjukkan satu foto lainnya lagi.


“Ini?”  Ujar Fero penasaran seraya menerima sebuah foto lagi dari Loki.


“Bukankah ini foto Jingmi lagi?  Kenapa dia bersama dengan seorang ninja?”  Ujar Fero dengan sekali lagi tampak keheranan.


“Ya, seperti itulah.”


[Sayangnya kemampuanku tak dapat menangkap suara.  Aku hanya dapat menangkap image, tetapi tak dapat mendengar apa-apa yang dikatakan dalam ingatan seseorang tersebut.]  Loki lantas bergumam dalam hati.  Dia sama sekali tidak berniat membeberkan kelemahan kemampuannya itu kepada Fero.

__ADS_1


“Tetapi sebelum aku menjelaskan lebih lanjut, perhatikan dulu Kak, orang terakhir di foto pertama yang berada di samping konsultan itu.”


“Apa yang bisa diperhatikan dari orang berpakaian ninja ini?  Seluruh tubuhnya saja ditutupi kecuali bagian matanya.”


“Setidaknya Kakak bisa melihat perawakan daerah sekitar mata dan juga bentuk tubuhnya walaupun terbalut kain hitam semua.”  Ujar Loki tampak kesal menjelaskan.


“Coba bandingkan dengan orang berpakaian ninja yang ada di foto kedua.”


Fero nampak memperhatikan baik-baik, membandingkan kedua sosok dari balik foto yang hanya bisa direka bentuk tubuh dan perawakan daerah sekitar matanya.


“Mereka tampak orang yang sama?  Tapi entahlah, aku tidak dapat memastikannya dengan jelas.”


“Mereka orang yang sama.  Setelah melakukan pertemuan itu, Tirta langsung balik kembali ke Jakarta dengan penerbangan langsung.  Adapun Jingmi dan ninja misterius itu menyelinap masuk ke Indonesia melalui Kota Tarakan di Kalimantan Utara.”


Loki melangkah mendekati Fero kemudian duduk di lantai menyamakan tingginya dengan Fero yang berjongkok.


“Tampaknya mereka melakukan penerbangan ke Filiphina terlebih dahulu sebelum menyelinap lewat rute laut untuk sampai ke Jakarta tanpa ketahuan siapapun.  Kemungkinan ninja itulah pembunuh bayaran yang disewa oleh Tirta untuk mengeksekusi Kaiser.  Tetapi bisa Kakak lihat sendiri, warna mata ninja itu hitam, berbeda dari deskripsi pelaku yang diberikan oleh Kaiser.”


Fero lantas memotong.


“Bagaimana kamu bisa tahu detil informasi seperti itu?  Bukankah informasi itu bersifat rahasia di kepolisian?  Siapa yang membocorkannya?”


“Hahahaha.  Kakak tidak perlu tahu detilnya.  Satu yang perlu Kakak tahu bahwa aku memperoleh informasinya secara legal.”  Ujar Loki seraya tertawa.


Oh ya, ngomong-ngomong foto ini berlatar di Kota Tarakan tersebut.”  Loki kembali ke pembicaraan.


Dia lantas menatap tajam Fero.


“Tetapi, tidak ada lagi informasi kedua orang itu di seluruh pelosok tanah air sehabis memasuki Kota Tarakan, termasuk informasi mereka kembali menyelundup keluar negeri.”


Loki kemudian balik berdiri dan mengambil di antara tumpukan berkas di atas mejanya sesuatu berupa dokumen bermap merah.


“Oh iya, dan juga ngomong-ngomong, aku punya berkas ini, tentang mulai dari Jingmi ditebus oleh Pak Sudarmin di Hongkong untuk kemudian dibawa ke Korsel untuk dioperasi plastik, lantas diselundupkan kembali ke Indonesia dengan identitas baru.  Aku juga tidak tahu alasannya tentang mengapa Pak Sudarmin sangat menghargai bodyguard Silva itu sampai rela mengeluarkan uang banyak, tetapi terlepas dari semua itu, ini tindakan kriminal, bukan?”


Loki lantas mendekatkan wajahnya ke wajah sepupunya itu sehingga mata hijaunya hanya berjarak sekitar 3 cm dari mata hitam sepupunya.


Loki seraya tersenyum nakal.


“Gunakanlah berkas itu untuk mengkriminalisasi Pak Sudarmin, lalu gunakan peluang itu untuk menarik info lebih detil tentang pembunuh berantai joker hitam itu.  Tentu dengan semua bukti yang ada itu, dia takkan dapat lepas dari jeratan hukum.”

__ADS_1


“Tentu saja, aku akan berupaya.  Tetapi mengganggunya, sama saja mengganggu penguasa dunia bawah saat ini.  Itu tidak akan mudah.”  Keluh Fero dengan spesimis.


Loki hanya menanggapi ucapan sepupunya itu dengan senyum datar.  Dia lantas kembali menghampiri berkas-berkas di mejanya.


“Tetapi tampaknya, Tirta meminta bantuan Jingmi tanpa diketahui oleh Pak Sudarmin.  Saat ini, Pak Sudarmin juga kelimpungan mencari Jingmi, tetapi tidak sekalipun menyebut nama Tirta di antaranya.  Tampaknya, kita tak dapat menyeretnya pada kasus dengan klan Kanzaki tersebut.”


Loki terdiam sejenak sebelum melanjutkan ucapannya,


“Oh iya, Kak.  Satu lagi, ini!”  Ucap Loki seraya melempar map tebal lainnya yang berwarna biru.


“Bersamaan dengan semua kejadian itu, salah satu pemimpin pasukan ninja khusus klan Kanzaki yang merupakan salah satu dari empat pilar pertahanan klan yang dijuluki ‘Gerbang Air’ tiba-tiba menghilang saat menjalankan misinya.  Dan ketika terungkapnya deskripsi pelaku di kepolisian, klan Kanzaki serta-merta menunjukkan gelagat aneh.  Bukankah hal ini tampak berbau amis, Kak?


Fero tampak memiringkan kepalanya.  Berusaha memahami maksud ucapan Loki.


“Hah.”  Loki sekali lagi mengembuskan nafas panjang.


“Ninja yang dijuluki Gerbang Air itu memiliki warna mata biru cerah dengan deskripsi fisik persis sama seperti apa yang diungkapkan Kaiser tentang pelaku.  Tidakkah Kakak dapat menangkap semua arah pembicaraan ini?”


Loki terdiam sejenak sebelum melanjutkan,


“Kemungkinan besar, dialah pelaku pembunuhan berantai tersebut.  Kanzaki Kazuki, itulah nama ninja tersebut.”


“Lantas apa motifnya?  Mengapa tiba-tiba melakukannya?”  Sekali lagi, Fero bertanya dengan penasaran.


“Bukankah tugas polisi untuk mengungkapkannya?”  Jawab Loki singkat.


“Semua informasi yang kukumpulkan sudah kuberikan semuanya.  Kini, sisa kemampuan polisi saja untuk mengungkapkan misterinya.”


“Baiklah, aku paham, Loki.  Terima kasih atas bantuanmu.  Ini sangat berarti bagi kami.”


Setelah mengucapkan itu, Fero pun lantas bersiap meninggalkan ruang rahasia tersebut.  Namun, sebelum Fero pergi, Loki menambahkan,


“Sebaiknya Kakak juga selidiki tempat-tempat yang bisa menyembunyikan mayat di daerah Kota Tarakan tersebut.  Aku curiga bahwa Jingmi dan ninja sewaan Tirta itu juga telah tewas di tangan pembunuh berantai itu jika deduksiku tidak salah.”


Fero kaget dan setengah tidak percaya atas ucapan Loki tersebut.  Namun, mengingat dia adalah Loki, seseorang yang telah diakui banyak orang memiliki kemampuan analisa yang baik, dia pun menanggapi serius perkataannya tersebut.


“Aku paham.”  Jawab Fero singkat dan diapun segera turun kembali meninggalkan ruang rahasia milik Loki tersebut.


Setelah Fero sudah cukup lama meninggalkan ruang rahasianya, Loki pun akhirnya menyingkap tabir ungu pada dinding yang hampir terlihat oleh Fero tersebut.  Tampak sebuah papan tulis di baliknya yang dipenuhi oleh corat-coret tulisan beserta panah-panah dan skema, serta beberapa foto yang tertempel di sela-selanya.

__ADS_1


Foto itu tidak lain menampilkan keseharian aktivitas Kaiser dan orang-orang yang berinteraksi dengannya dan sebagai foto yang paling tengah dan paling besar, adalah foto yang digunakan Kaiser pada saat pendaftarannya di SMA Angkasa jaya.


Loki rupanya sedang menyelidiki Kaiser.  Entah penyelidikan seperti apa dan untuk apa, hanya Loki yang mengetahuinya saat ini.


__ADS_2