
Whisper of Devil. Kekuatan untuk mampu membingungkan lawan bicara sehingga bergerak menurut apa yang pengguna sugestikan. Seolah cuma sekadar jurus hipnotis biasa yang keberadaannya tidak cukup berbahaya. Namun, jika digunakan dengan tepat, kemampuan ini mampu mengarahkan seseorang kepada kematiannya.
Setelah memperoleh surat dari pengirim misterius tersebut, Jey alias Kanzaki Kazuki pun memulai penyelidikannya. Sebagai tersangka pembulian yang paling suka bergerak sendiri dan pergerakannya mudah dibaca, Dirga pun menjadi target pertama dalam penyelidikan Jey tersebut.
Dan di pertemuan pertama mereka, Jey mendapati Dirga yang putus asa karena sebagai individu yang berada pada garis keturunan utama sekaligus sebagai pemilik sindrom pelangi, dia justru sama sekali tidak memiliki bakat menjadi orang yang terbangkitkan sehingga senantiasa diremehkan oleh anggota-anggota keluarganya, terutama para tetuanya.
Di situasi Dirga yang putus asa itu, Jey pun lebih mudah mengaktifkan Whisper of Devilnya. Perlahan tapi pasti, dia masuk ke kehidupan Dirga seolah terlihat alami. Kemudian mulai menjadi teman bicara yang nyaman untuknya sehingga hati Dirga pun menjadi takluk karenanya dan benar-benar menganggap Jey sebagai orang kepercayaannya.
Dari Dirga, mulailah Jey menginterogasi perihal kejadian pembulian Dios. Dirga pun menceritakan kejadian yang sebenarnya. Tentu saja karena dia ingin terlihat baik di depan orang kepercayaannya itu, dia menceritakannya dengan cara seolah-olah dia tidak terlibat langsung terhadap pembulian itu.
Namun, tak ada yang sebaik kemampuan Whiser of Devil untuk membuat seseorang lengah dan akhirnya menceritakan semuanya. Jey pun lambat tapi pasti mulai mengumpulkan potongan-potongan informasi tersebut, tidak hanya dari Dirga, tetapi juga dari para anggota seven heavenly royal yang lain.
Jey pun menyimpulkan, Dirga bersalah. Dia harus turut merasakan sakit seperti apa yang dirasakan oleh Dios. Dia lantas mulai membisikkan sesuatu yang terlihat manis namun sangat mematikan kepada Dirga.
“Hei, Dirga. Mau tidak kamu memiliki kekuatan sepertiku? Menjadi kultivator yang justru lebih hebat dari para tetuamu di padepokan.”
Mendengar godaan itu, Dirga tentu saja tertarik dan berniat melakukan apa saja demi mewujudkannya, termasuk jika itu harus membunuh teman-temannya sendiri. Jadilah Dirga sebagai kaki tangan Jey dalam menjalankan aksi balas dendamnya kepada teman-teman Dirga sendiri.
Dia memancing Aleka ke jalan mall di waktu dan tempat di mana Kaiser biasa lewat sewaktu amarah Kaiser sedang memuncak-muncaknya akibat penyerangan karyawan sungsin security milik perusahaan ayah Aleka di rumah sakit keluarganya.
Dia memancing Rihana bahwa betapa baiknya jika dia memperoleh kebusukan pemuda sok polos itu dengan tangannya sendiri sehingga Rihana pun jadi membuntuti Kaiser selama 3 hari berturut-turut.
__ADS_1
Dia menemui Araka di kediamannya untuk memberikannya rasa tidak aman jika ada di dekat ibunya yang bisa saja turut menjadi korban pembunuh berantai joker hitam sehingga dia pun segera mengungsi ke vila-nya di Jawa Barat.
Dia memberitahu Pak Sudarmin perihal sifat buruk Silva selama 2 tahun terakhir ini sebagai stalker pemuda yang disukainya.
Dia pula memancing Riandra yang hampir tak pernah keluar rumah untuk keluar di malam hari di waktu eksekusinya.
Dan dialah pelaku sebenarnya yang menyelinap di kantor polisi pelaku kejahatan tidak wajar dengan pakaian ala pembunuh berantai joker hitam untuk memberikan borgol yang akhirnya mengakhiri nyawa Tirta tersebut. Tentu saja Dirga tidak memiliki kemampuan hipnotis karena Jey-lah yang menghipnotis Gatot Perjaka sehari sebelumnya di rumahnya dengan Whisper of Devil-nya.
Dan tentu saja pula, semua itu dilakukan oleh Dirga dengan rencana yang semuanya berasal dari Jey karena Dirga sendiri adalah orang yang berpikiran pendek yang mana mungkin melakukan perhitungan matang seperti itu seorang diri.
Dengan Whisper of Devil milik Jey itu pula dia menanamkan sugestinya ke pikiran Dirga agar tampak selalu tersenyum demi orang-orang lengah padanya dan Dirga sukses memberikan supportnya.
Selebihnya, sisa Jey mengaktifkan Whisper of Devil-nya di bar VIP milik keluarga Isnandar, tempat mereka selalu berkumpul agar para royal itu akan bertindak sesuai dengan yang diharapkan di hari eksekusi mereka.
Di hari itu, di hari sabtu, tanggal 28 Mei 2022, sebelum Jey meninggalkan padepokan Isnandar untuk menculik Danial, Jey membisikkan Whisper of Devil terakhirnya kepada Dirga.
“Jika kamu mau kuat, hal pertama yang mesti kamu lakukan adalah memperoleh tubuh yang ideal. Untuk memperolehnya, pertama-tama kamu harus meninggal dan membuang tubuh fisikmu yang penuh kecacatan itu dengan membakarnya sampai hangus.” Bisik Jey kepada Dirga dengan penuh niat jahat di hatinya.
Namun, Dirga mempercayai perkataan itu seratus persen dengan polosnya.
Sebagai Keluarga tertua di Indonesia dengan usia lebih dari 1000 tahun, bahkan dikabarkan telah ada sejak zaman kerajaan Sriwijaya, Keluarga Isnandar tidak memperoleh itu semua dengan jalan yang bersih. Mereka senantiasa melakukan pengkhianatan, penipuan, dan bahkan assasinasi kepada figur yang mereka nilai berbahaya, demi tetap berdiri kokohnya keluarga mereka itu.
__ADS_1
Termasuk di zaman sekarang ini, agar dapat berdiri di era yang dikuasai oleh 5 kekuatan besar itu, Keluarga Isnandar menjalankan perannya membantu rute penyelundupan minyak bumi dan barang-barang lainnya dari Timur Tengah menuju ke negara 5 kekuatan besar.
Singkatnya, keluarga mereka adalah penimbun barang selundupan dari Timur Tengah untuk dijual dengan harga yang lebih murah. Oleh karena itu, di basement padepokan Isnandar, terdapat ruang bawah tanah yang sangat besar yang semuanya terisi oleh minyak mentah.
Di situlah Dirga melangkahkan kakinya dengan mantap dengan membawa korek api di tangannya. Dan dengan satu kali centangan,
“Duarrr!” Ledakan itupun terjadi.
***
Di tempat itu, berdiri-lah 3 orang petugas polisi sambil mengawasi keluarga Isnandar dari jauh yang sedang sibuk dengan persiapan perayaan Paku Bumi mereka. Mereka adalah Dono, Danar, dan Toksan.
“Akkkh! Para anak sialan dari tim 1 itu benar-benar membuatku sangat marah.” Ujar Dono dengan nada yang penuh amarah.
“Sabar, sabar, Senior Dono. Mari kita tunggu saja keputusan dari Kapten Wiwik.” Danar pun berujar untuk menenangkan hati penuh amarah Dono tersebut.
Tiba-tiba, selembar kartu poker jatuh dari atas mereka. Toksan-lah yang pertama kali menangkap kartu tersebut. Begitu ditangkapnya, wajah Toksan pun langsung memucat setelah melihat isinya.
“Hei, Dono, Danar, lihat kemari! Bukankah ini…”
Setelah melihat kartu yang dipegang oleh Toksan, wajah Dono dan Danar pun ikut memucat. Kartu yang tidak lain adalah simbol penanda korban pembunuh berantai joker hitam. Kartu dua spade yang tersilang salah satu lambang spadenya.
__ADS_1
Hanya berselang beberapa detik dari itu, tiba-tiba…
“Duarrr!” Suatu ledakan besar pun terjadi di padepokan Isnandar yang membumihanguskan padepokan itu. Tampak tidak ada korban yang selamat dari dalam tempat itu dilihat dari intensitas ledakannya, termasuk para anggota tim 1 divisi penanganan kriminal berat yang sedang berpatroli di sana.