
Lokriatul Wijayakusuma. Seorang terbangkitkan level F yang selama ini mampu merahasiakan kekuatannya dari Airi dan semua kultivator lain melalui segel angin warisan leluhurnya. Harta warisan yang merupakan satu-satunya di keluarganya. Di keluarga Loki sendiri, terdapat seorang level E dan 3 orang level F, namun di antara sekian orang itu, Loki-lah yang mewarisi harta leluhurnya itu yang bahkan tidak diwariskan kepada kultivator level E tipe kekuatan di keluarganya, termasuk kultivator level F, anak pemimpin keluarga saat ini.
Begitulah istimewanya kekuatan Loki sehingga dia-lah yang dipilih memegang warisan itu.
Awalnya, dia juga tidak menyadari kekuatannya itu dan hanya mengira bahwa kemampuannya adalah tipe kekuatan berpotensi rendah sebab dia juga mampu memanipulasi cakra dari luar lewat matanya untuk membuat objek sedikit berbelok.
Kelihatan sederhana, tetapi ini terbukti bermanfaat baginya untuk menipu musuhnya untuk salah memprediksi arah tebasan atau tusukan pedangnya sehingga dia bisa melancarkan serangan terakhir secara efektif dan memperoleh kemenangan pada berbagai duel. Inilah yang membuat Loki menjadi orang terkuat kedua di klannya sejak menjadi orang yang terbangkitkan.
Namun, dua tahun sejak terbangkitkan, tepatnya saat dia kelas 6 SD, dia menyadari bahwa kemampuan matanya tidak sesederhana dengan hanya sekadar membelokkan objek saja. Dia mampu melihat ribuan kemungkinan masa depan seseorang.
Dengan keahliannya itu, dia banyak dimintai tolong oleh pemerintah untuk mengungkap berbagai kasus kejahatan sejak dia masih kelas 6 SD. Namun, untuk mengaktivasi kekuatannya, syaratnya cukup rumit.
Pertama, orang tersebut harus menatap matanya.
Kedua, orang itu harus memiliki emosi yang cukup kuat yang ditujukan kepada dirinya entah itu emosi positif seperti perasaan suka, bahagia, dan lain sebagainya, maupun emosi negatif seperti dendam, amarah, terhina, dan sebagainya.
Dan ketiga, mental orang itu harus sedang dalam keadaan tidak stabil. Semakin tidak stabil kondisi mental seseorang, maka akan semakin banyak kemungkinan masa depan yang bisa dilihat dari orang tersebut.
Itulah sebabnya, dia harus melakukan hal ekstrim yang demikian untuk membuat Kaiser memenuhi ketiga syarat tersebut. Tetapi Kaiser rupanya mampu mengontrol emosinya dengan baik dan mentalnya cukup kuat sehingga sulit untuk dipengaruhi oleh kekuatan Loki. Loki pun terpaksa memprovokasi Kaiser lebih dalam lagi untuk menarik emosi negatif dari Kaiser sekaligus menurunkan kondisi mentalnya.
Ketimbang emosi positif, emosi negatif dari seseorang lebih mudah didapatkan dalam kondisi mental yang lemah. Itulah alasannya, ketimbang mengincar emosi positif Kaiser, lebih mudah mengincar emosi negatifnya.
Setelah bertarung cukup lama, barulah emosi Kaiser terbuka. Loki tersentak dengan emosi itu. Bukan marah, terkhianati, atau dendam yang muncul, melainkan keinginan untuk melindungi. Ya, suatu emosi positif.
[Apa yang dipikirkan Tuan Muda ini?] Pikir Loki dalam hati.
__ADS_1
Namun, dia belum dapat menerapkan kemampuannya karena kondisi mental Kaiser masih stabil. Maka dari itu, sebelum pintu emosi itu tertutup, dia segera lanjut memprovokasi Kaiser dengan perkataan yang lebih tajam lagi. Dan akhirnya, setelah Kaiser mendengarkan ucapan, ‘Apakah kamu tidak takut dikhianati?’, kondisi mentalnya pun drop dan Loki pun dapat menyelinap jauh ke dalam pikiran Kaiser dan membaca ribuan kemungkinan masa depan yang ada di pikirannya.
Tetapi di antara ribuan kemungkinan itu, tidak ada satupun pikiran Kaiser yang memikirkan untuk membunuhnya setelah berbuat hal seperti itu padanya. Jangankan membunuh, keinginan untuk melukai pun tidak ada. Padahal, sangat wajar akan ada setidaknya satu atau dua kemungkinan seseorang akan mengumpat mati seseorang jika disakiti. Namun, tidak untuk Kaiser. Semua pikirannya ditujukan agar bagaimana Loki tidak terluka.
Entah Loki harus tertawa, entah dia harus menangis, Loki sendiri tidak tahu. Di satu sisi dia menghujat Kaiser karena terlalu naif, tetapi di sisi lain dia mengaguminya karena kebaikannya yang polos itu.
Tidak ada yang mengetahui detail kekuatan Loki ini selain dirinya sendiri. Dia sengaja merahasiakan detailnya untuk menjadi senjatanya kelak. Itulah alasannya, dia hanya menjelaskan seperlunya kepada Fero.
“Jadi itulah kesimpulanku. Kaiser bukan pembunuh berantai joker hitam itu.” Jawab Loki dengan tegas kepada Fero.
Fero nampak terdiam, mempertimbangkan baik-baik analisa Loki. Loki pun melirik ke arah Fero. Dia lanjut berkata,
“Lebih penting daripada itu, Kak!”
“Ya?” Jawab spontan Fero yang terbuyarkan dari pikirannya sendiri.
“Ya, itu benar. Namun, hanya jejak pertemuannya di Jepang yang terekam kamera. Tidak ada aktivitas mencurigakan dari mereka selama di Indonesia selain urusan bisnis impor barang.”
“Ikut aku.”
Loki lantas mengajak sepupunya ke suatu ruangan di dalam rumahnya. Ruangan yang cukup tersembunyi di atas atap sehingga jika hanya melihat rumah itu sekilas, takkan ketahuan jika ada ruangan tersembunyi tersebut di atas atap.
Setelah menarik tali lampu hias di salah satu ruangan besar di dalam rumahnya dengan menggunakan suatu pengait panjang untuk menjangkaunya, sebuah tangga kayu yang terlilit-lilit tali terjatuh dari balik lampu hias itu di mana lampu hias itu sendiri tampak telah tenggelam ke atas atap.
Loki lantas menaiki tangga itu kemudian memberi isyarat kepada Fero untuk mengikutinya.
__ADS_1
Tampak ekspresi rumit di balik wajah Fero. Mungkin, karena dia juga tidak menyangka keberadaan ruang rahasia tersebut.
Loki segera menuju ke sebuah meja berlaci kemudian merogoh isinya, sementara Fero tampak penasaran dengan kain ungu yang terpampang di dinding. Fero pun hendak menyingkap sesuatu di balik kain ungu itu, tetapi segera dicegat oleh Loki.
“Apa yang kamu lakukan?! Aku mengundangmu kemari bukan untuk mengacak-acak ruang rahasiaku!” Ujar Loki tampak marah.
“Ah, maafkan aku, Loki.” Dan Fero pun meminta maaf.
“Lihat! Perhatikan foto ini!” Ujar Loki seraya menyerahkan selembar foto.
Itu adalah foto bukti transaksi Tirta Wahyunusa dengan pihak klan Kanzaki. Tetapi tampak berbeda dari yang dimiliki oleh kepolisian yang hanya merekam jejak pertemuan mereka di bandara Tokyo, foto milik Loki tampak berlokasi di dalam markas klan Kanzaki itu sendiri.
“Kenapa kamu bisa memiliki foto ini?” Tanya Fero penasaran.
“Ah, itu salah satu kemampuanku yang lain. Berbeda dengan masa depan yang mampu melintas ke segala kemungkinan, masa lalu hanya satu. Lebih mudah untuk mengintip ke masa lalu seseorang, tetapi cara penggunaannya lebih sulit sih.”
“Apa?” Fero tampak ternganga saking kagetnya.
Bibir Loki lantas sedikit tersungging seolah dia mengingat kejadian lucu.
“Tetapi petinggi-petinggi klan Kanzaki bodoh itu, sama sekali tidak mengawasi anak buah mereka dengan baik. Mereka pikir cukup untuk menempatkan segel menjaga rahasia di lidah mereka yang ketika mereka mengungkap rahasia klan, lidah mereka akan terbakar dan mereka lantas mati.”
Loki lantas sekali lagi melirik Fero.
“Hahahaha.” Loki tertawa.
__ADS_1
“Mereka sama sekali tidak paham bahwa ada pengguna kemampuan yang bisa langsung mengintip ke dalam ingatan seseorang tanpa harus memaksa target menggunakan lidah mereka. Kemudian dengan kemampuan mataku yang dapat mengalirkan cakra, aku dapat memodifikasi AgCl pada negatif film untuk membentuk image seperti yang aku bayangkan. Selebihnya, sisa dicetak menjadi foto seperti biasanya, dan jadilah foto seperti yang kamu pegang itu.”