DELAPAN TARGET

DELAPAN TARGET
97. Mengungkap Asal-Usul Jingmi


__ADS_3

Pagi itu sekitar pukul 10, Pak Sudarmin tampak masih sedang berada di rumahnya sambil sibuk mengotak-atik beberapa dokumen.


“Di mana sebenarnya Raymond menyembunyikan dokumen-dokumen itu?!  Belum lagi Jingmi yang tidak ditemukan di manapun.  Setelah aku merawatnya selama ini, kenapa dia tiba-tiba menghilang tanpa jejak?!”  Keluh Pak Sudarmin sambil merebahkan badannya di sandaran kursi.


Kita kembali ke delapan belas tahun yang lalu sewaktu Pak Soecipto Filantropi akan segera mundur dari jabatannya sebagai kepala direktur Monjaya Group.  Kala itu, ada beberapa kandidat sebagai pengganti Pak Soecipto, tetapi hanya ada 3 kandidat yang kuat, yakni Pak Sudarmin, anak pertama Pak Soecipto, serta anak kedua dan ketiganya.


Anak kedua Pak Soecipto dikenal sangat berambisi dalam memperoleh kekuasaan, sementara anak ketiga Beliau walaupun sedikit lemah, tetapi memiliki backingan pendukung yang kuat dari petinggi-petinggi perusahaan yang berasal dari istrinya, tentu saja juga berkat kearifannya.


Pak Sudarmin sendiri terlalu temperamental sehingga dinilai oleh ayahnya tidak cocok untuk mewarisi perusahaan.  Pak Soecipto kala itu hendak mempertimbangkan akan memilih anak keduanya yang ambisius, tetapi kurang mendengarkan saran bawahannya atau anak ketiganya yang mampu mempersatukan para bawahannya, tetapi kadang tidak tegas dalam mengambil keputusan, sebagai penerusnya.


Di kala perasaan kecewa Pak Sudarmin yang dikecualikan oleh ayahnya itu memuncak, datanglah seorang kakek-kakek dengan menenteng seorang gadis cilik berumur 9 tahun menemuinya.  Kakek-kakek itu menjanjikan bahwa gadis cilik berumur 9 tahun yang dibawanya itu mampu menyelesaikan segala persoalannya perihal keistimewaannya sebagai kultivator.


Dia mampu melakukan assasinasi tanpa diketahui oleh siapapun perihal kekuatan spesialnya tersebut.  Kekuatan yang mampu membekukan suhu suatu tempat tertentu.  Untuk mengaktifkan kekuatannya, dia hanya harus menyentuh objek tersebut.


Awalnya Pak Sudarmin tak percaya.  Tentu saja dia takkan percaya dengan semua cerita yang seperti omong kosong tersebut.  Tetapi karena dilanda keputusasaan, Pak Sudarmin pun mencobanya.


Jadilah gadis cilik berusia 9 tahun itu menjalankan misi assasinasi dari Pak Sudarmin untuk melenyapkan kedua pesaing kuatnya agar dialah yang akan terpilih sebagai pewaris Monjaya Group.


Gadis cilik itu pun mendatangi saudara ketiga Pak Sudarmin, Sudrajat.  Sore itu, Sudrajat sedang berjalan keluar kantor hendak pulang.  Tiba-tiba di depannya, tampak seorang gadis kecil yang baru saja terjatuh dan menangis.  Tentu saja itu semua pura-pura karena gadis kecil itu tidak lain adalah gadis cilik suruhan Pak Sudarmin untuk mengassasinasinya.


Sesuai dugaan, Sudrajat yang baik hati tanpa pikir panjang, segera menolong gadis kecil itu.  Dia memapahnya berdiri dan menggendongnya masuk ke ruang UKS kantor.  Di situlah gadis cilik itu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyentuh dada Sudrajat.

__ADS_1


Kekuatan gadis cilik itupun mulai bekerja.  Suhu di sekitar organ jantung Sudrajat pun menurun dengan sistematis.  Sayangnya saat itu, Sudrajat sama sekali tidak menyadarinya.


Dia baru menyadarinya ketika hendak tidur pada malam harinya. Tiba-tiba, dia merasa seolah-olah jantungnya teriris-iris.  Dia pun segera dibawa ke rumah sakit.  Namun, terlambat.  Ketika Sudrajat tiba di rumah sakit, dia ternyata telah mengembuskan nafas terakhirnya.


Mengingat kematian Sudrajat yang dinilai ganjil oleh para dokter perihal dirinya meninggal akibat serangan hipotermia di daerah tropis itu,  serta yang tambah membuatnya unik, serangan hipotermia hanya mengenai daerah di sekitar jantungnya saja, serta kala itu, di tahun 2003, istilah santet masih populer di kalangan masyarakat, tidak butuh waktu lama perihal kematian Sudrajat dikait-kaitkan dengan ilmu persantetan.


Melihat anak kedua Pak Soecipto, Sukajat, yang sangat ambisius dan terkadang sering menghalalkan cara sekotor apapun dalam mewujudkan ambisinya, diapun dituding sebagai penyebab kematian adiknya dengan cara menyantetnya.


Mungkin saja bisa dikatakan bahwa Sudrajat meninggal akibat disantet karena siapa yang tahu perbedaan antara kekuatan supranatural dengan ilmu persantetan.  Tetapi tentu saja pelaku yang mereka tuduh adalah keliru karena pelaku sebenarnya adalah seorang assasin cilik suruhan Pak Sudarmin.


Tetapi berkat itu, terjadilah konflik antara keluarga istri Sudrajat dan Sukajat.  Akhirnya, Sukajat pun dikeluarkan sebagai calon pewaris perusahaan dan jadilah Pak Sudarmin sebagai satu-satunya calon terkuat untuk mewarisi perusahaan Monjaya Group.


Walaupun pada akhirnya, istri Sudrajat bebas dari tuduhan karena kurangnya bukti, rumor sebagai pembunuh Sukajat tetap melekat padanya bahkan sampai sekarang.


Dan akhirnya tiga bulan sejak kejadian itu, Pak Sudarmin pun resmi terangkat menjadi penerus perusahaan Monjaya Group menggantikan ayahnya, tepat pada bulan Januari 2004.


Pak Sudarmin yang awalnya tidak percaya dengan kekuatan supranatural, mau tidak mau jadi mempercayainya.  Diapun memohon-mohon kepada Kakek yang memperkenalkannya dengan gadis cilik itu untuk membiarkan gadis cilik itu tetap bersamanya untuk dia gunakan sebagai senjatanya untuk menggapai keinginannya.


Dia berjanji akan merawat gadis cilik itu baik-baik dan tak akan menelantarkannya.  Melihat hal itu, Sang Kakek pun tertawa sinis penuh kemenangan seolah memang sejak awal meninggalkan gadis cilik itu di pangkuan Pak Sudarmin adalah tujuannya.


Singkat cerita, Sang Kakek menyetujui permohonan Pak Sudarmin dan jadilah gadis cilik itu dibawah penjagaan Pak Sudarmin.  Sejak saat itu, Sang Gadis Cilik banyak bekerja di balik layar dalam mendukung kesuksesan Pak Sudarmin dengan mengeliminasi target-target yang mengganggunya serta mencuri rahasia-rahasia perusahaan saingannya.

__ADS_1


Tahun berikutnya, yakni di tahun 2005, Silva pun lahir.  Ketika Silva berumur 4 tahun dan mulai memasuki TK, Sang Gadis Cilik yang kini telah berusia 14 tahun itu pun ditugaskan untuk menjadi bodyguard-nya.


Hal itu menunjukkan bahwa betapa Pak Sudarmin sangat menyayangi putrinya sampai-sampai dia menugaskan harta paling berharga yang membuatnya bisa menempati posisi puncak saat itu untuk menjadi bodyguard-nya.


Mungkin semuanya sudah bisa menebak tentang siapa gadis cilik itu.  Ya, dialah Jingmi yang disamarkan Pak Sudarmin sebagai imigran Hongkong.


Oleh karena itu, ketika Jingmi harus ditahan karena kasus pembulian Dios itu, Pak Sudarmin pun merasa tidak terima harus melepaskan Jingmi.  Apalagi, Jingmi kala itu sudah mencapai kultivator level D dengan sponsorship langsung dari dana pribadinya.  Jingmi adalah senjata paling berharga bagi Pak Sudarmin untuk melindungi dirinya dan keluarganya dari ancaman musuh-musuhnya.


Bahkan Lu Tianfeng saja, orang yang paling berkuasa di dunia bawah Jakarta kala itu, tak mampu memperoleh bodyguard seorang kultivator, jangankan level D, level F saja dia tak sanggup, perihal mahalnya biaya untuk menyewa seorang kultivator perihal langkanya keberadaan mereka.


Tentu saja Lu Tianfeng masih memiliki koneksi dengan Trans yang beberapa anggotanya juga merupakan kultivator sehingga dia juga kerap kali mengandalkan seorang kultivator untuk mengassasinasi saingan-saingannya.


Karena pentingnya nilai Jingmi bagi Pak Sudarmin, dia pun merancang skema pendeportasian Jingmi kembali ke Hongkong lalu memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikannya ke Korsel untuk menjalani operasi plastik dan masuk kembali ke Indonesia dengan identitas baru, Dingxiang.


Setelah kasus itu dan Silva diselundupkannya ke Amerika Serikat, Jingmi alias Dingxiang tetap berada di sisi Pak Sudarmin sebagai agen spy pribadinya.  Namun, Jingmi tiba-tiba menghilang setelah pergi ke Filiphina sekitar 6 bulan lalu.


Dia beralasan ada urusan penting yang bersifat pribadi, namun tidak bisa dia ungkapkan yang harus dia urus di sana.  Pak Sudarmin yang sangat mempercayai Jingmi tanpa tahu apa-apa pun langsung saja memberikannya izin.


“Padahal ancaman pembunuhan berantai bocah sialan itu semakin dekat, tetapi dia malah menghilang.  Jingmi, ke mana sebenarnya anak itu?  Padahal kalau ada dia, pasti Kaiser takkan dapat berkutik di hadapannya!”


Ujar Pak Sudarmin yang kala itu belum menyadari kalau putrinya telah terbujur kaku tak bernyawa di dalam kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2