
Petugas Dono berjalan menuju kursi paling depan. Dia pun duduk di sebelah Mono. Dari atas panggung, Bianca tampak memperhatikan Dono dengan tajam. Seakan insting Dono yang menyadari hal itu, dia lantas mengarahkan tatapannya ke Bianca. Seketika Bianca membuang pandangannya.
“Mari kita dengarkan penjelasan kasusnya lebih lanjut dari Saudari Bianca.” Ucapan Pak Wiwik pun mengalihkan perhatian Bianca.
Bianca mulai mempresentasikan laporannya.
Selasa, 15 Februari 2022 pukul 21.55, terakhir Aleka terlihat memasuki ruang kantor Sungsin Security sebelum akhirnya warga sekitar menemukan ke-59 mayat tergeletak di halaman kantor tersebut termasuk bagian tubuh Aleka beserta ayah dan ibunya keesokan harinya pada Rabu, 16 Februari 2022 pukul 5.30. Badan Aleka sendiri ditemukan terpisah dari kepalanya di dalam ruangan kantor dalam kondisi tersalib. Berdasarkan hasil analisa tim forensik, para korban diperkirakan meninggal antara pukul 10 malam sampai dengan pukul 1 dini hari.
Sabtu, 5 Maret 2022 pukul 17.31, terakhir Rihana terlihat memasuki apartemennya, Apartemen Guingdangdom. Pukul 21.10, pihak sekuriti dan salah seorang penghuni mendapati Rihana dan ibunya telah tergantung di teras apartemennya itu. Pukul 21.51, mereka berdua akhirnya tewas karena terjatuh dari lantai apartemen mereka setelah tali yang menahan mereka terputus oleh pisau yang terhubung ketika pintu apartemen itu dibuka.
Minggu, 27 Maret 2022 pukul 14.04, Araka terlihat memasuki vilanya yang berlokasi di Kampung Rambutan Kabupaten Cirona Provinsi Jawa barat. Sayangnya, minimnya CCTV membuat pihak kepolisian tidak dapat menjangkau aktivitas Araka selama berada di vila. Namun berdasarkan kesaksian Kaiser, Kaiser masih bertemu dengan Araka sekitar pukul 10 malam di bangunan bekas masjid dekat vila Araka. Menurut kesaksiannya, Araka ke sana melalui jalan setapak yang terletak di samping vilanya. Keesokan harinya pada Senin, 28 Maret 2022 pukul 7.00, salah seorang warga sekitar telah mendapati Araka yang tidak bernyawa dengan kondisi lehernya yang tergorok. Berdasarkan hasil analisa tim forensik, diperkirakan waktu kematian korban adalah berkisar antara pukul 11 malam sampai dengan pukul 2 dini hari.
Ada kemiripan dari ketiga kasus ini yakni tertinggalnya kartu spade berhitung mundur di TKP masing-masing yakni di bawah jasad badan Aleka ditemukan kartu 8 spade yang tercoret salah satu lambang spadenya, di teras tempat Rihana dan ibunya jatuh ditemukan kartu 7 spade yang tercoret salah satu lambang spadenya, serta di samping mayat Araka ditemukan dalam bungkusan transparan sebuah kartu 6 spade yang tercoret salah satu lambang spadenya. Dari sini kita dapat menduga bahwa ketiga kasus ini adalah kasus pembunuhan berantai. Apa yang membuat ini lebih pasti sebagai pembunuhan berantai adalah mayat-mayat pada kasus pertama disusun sedemikian rupa sehingga membentuk kata ‘pembalasan dimulai!’.
Calon tersangka yang paling mencurigakan saat ini adalah Kaiser Dewantara. Dia dan para korban sempat berselisih perihal para korban beserta dengan calon-calon korban yang tersisa membuli sahabat baiknya yang bernama Dios hingga masih terbaring koma selama 2 tahun terakhir. Terlebih, Aleka yang meninggal pada kasus pertama, diduga sebagai otak penyerangan Rumah Sakit Dewantara Group yang menyebabkan 1 orang meninggal dan 11 lainnya luka-luka.
Apalagi pada saat terjadinya kasus yang pertama, Kaiser tidak memiliki alibi karena menurut kesaksiannya, dia sedang berada sendirian di taman dekat TK-nya dulu. Namun, tidak ada satupun CCTV yang terletak sepanjang jalan setapak sejauh 300 meter yang dilaluinya itu dari rumah sakit tempat terakhir kali dia bersama dengan asistennya Agni dan supirnya Pak Salman ke tempat tersebut. Dan karena malam hari, tidak ada satupun warga sekitar yang bisa memberikan kesaksiannya karena terlelap tidur. Hal ini membuat pihak kepolisian tidak bisa mengonfirmasi hal tersebut.
Namun, pada saat terjadinya kasus kedua, Kaiser terkunci di gedung perpustakaan sekolahnya bersama dengan temannya, Andika. Tetapi ada anggota kami yang begitu bersikeras bahwa Andika yang bersamanya tertidur sepanjang waktu selama terkunci di perpustakaan sementara Kaiser punya akses kunci sekolah dengan mudah karena jabatannya di OSIS sekolahnya yang sebagai koordinator bidang inventaris, sehingga katanya ini tidak bisa dijadikan alibi. Walaupun berdasarkan pernyataan Kaiser sendiri bahwa kunci saat itu ada di ruang OSIS dan tidak bisa dia bawa kemana-mana, makanya Kaiser akhirnya harus terkurung di perpustakaan itu sampai pada akhirnya, temannya yang bernama Beni dan Loki membukakan pintu itu untuknya dengan menggunakan kunci yang mereka bawa dari pihak sekuriti sekolah.
__ADS_1
Pada kasus ketiga, sayangnya orang terakhir yang bersama korban sekaligus nomor kontak terakhir di telepon seluler korban tidak lain adalah Kaiser. Tidak ada saksi mata lain maupun CCTV yang dapat membuktikan kebenaran kesaksian Kaiser kala itu. Kasus ketiga inilah yang paling membuat Kaiser sebagai orang yang paling mencurigakan saat ini.
Namun, mesti diingat bahwa berdasarkan luka-luka di mayat korban pada kasus pertama dan ketiga, dan begitu lihainya pelaku mengatur jebakan pada kasus kedua, kita dapat menilai bahwa hal itu tidak mungkin dilakukan oleh pihak amatir yang bahkan belum menginjak usia dewasa seperti Kaiser, melainkan melibatkan pembunuh profesional yang kemungkinan disewa oleh seseorang atau beberapa orang yang memiliki dendam kepada para korban.
Di lokasi kejadian, Kaiser memberikan kesaksian bahwa dia melihat pelakunya dengan ciri-ciri fisik:
1. Seorang pria dari bentuk badannya saat mengenakan pakaian ketat.
2. Tinggi berkisar 180 – 185 cm.
3. Bertubuh sedang\, tidak gemuk\, tidak kurus\, dan tidak juga buncit.
5. Kidal.
6. Memiliki gaya bertarung dengan pedang katana berukuran pendek serta senjata rahasia di sepatunya. Jelas dia memiliki style ala ninja.
7. Mengenakan pakaian ketat berwarna hitam dengan tutup kepala hitam\, serta topeng pierot putih yang tersenyum bengis.
Ciri-ciri fisik nomor 1 sampai dengan 4 ini sangat sesuai dengan salah satu calon korban yang juga dekat dengan para korban yakni Dirga Isnandar, tetapi dia tidak kidal. Akan tetapi, dia mendapatkan pelatihan bertarung dari berbagai jenis ilmu beladiri Jepang, Cina, dan Brazilia dari keluarganya termasuk ilmu berpedangnya. Apalagi dia sering keluyuran tidak jelas belakangan ini dan sama sekali tidak memiliki alibi satupun tiap ketiga kasus ini terjadi sehingga dirasa perlu untuk diinvestigasi lebih lanjut.
__ADS_1
Ada lagi satu orang yang sangat sesuai dengan ciri-ciri nomor 1 sampai dengan 5 ini, ditambah dia juga belajar ilmu beladiri dan berpedang style ninja dari Jepang. Dia adalah Danial Dewantara, sepupu Kaiser. Dia juga secara tidak langsung terlibat dalam kasus pembulian Dios. Namun, saat ini dia mengidap penyakit mental dan secara 24 jam diawasi oleh pihak rumah sakit sehingga dia memiliki alibi yang sempurna.
Pada foto yang digenggam Araka menjelang kematiannya, terdapat 5 orang lain di foto itu selain Araka. Salah satunya yakni Kaiser. Keempat lainnya setelah ditelusuri, tiga di antaranya memiliki alibi yang jelas. Hanya satu orang yang mencurigakan di antara mereka, apalagi orang ini memiliki ciri-ciri nomor 1 – 3 serta 5 berdasarkan deskripsi pelaku dari Kaiser. Dia adalah Fahrul Prabuwija. Fahrul juga adalah anak sindrom pelangi, tetapi dengan warna mata merah cerah. Setelah diinvestigasi, warna mata Fahrul adalah asli.
Satu orang lagi yang diminta oleh Kaiser untuk diinvestigasi karena Kaiser menaruh kecurigaan yang berat padanya setelah berkontak langsung dengan pembunuh berantai itu. Dia adalah Marjono atau lebih akrab disapa Jey di tempat kerjanya. Dia adalah anak yatim piatu dan salah satu anggota dojo milik keluarga Isnandar sekaligus salah satu pegawai mereka yang bekerja di salah satu bar milik keluarga Isnandar tersebut. Seperti halnya Fahrul, dia memiliki ciri-ciri fisik nomor 1 – 3 serta 5, tetapi bola matanya berwarna hitam normal. Setelah diinvestigasi, memang terbukti bahwa dia bukan salah satu anak sindrom pelangi.
Satu orang lagi yang dianggap mencurigakan berdasarkan keterangan Araka yang diberitahukan kepada Kaiser. Dia adalah Tirta Wahyunusa. Hal ini telah dikonfirmasikan benar adanya berdasarkan rekaman suara yang diberikan teman Kaiser, Ratih Kencana, pada pihak kepolisian.
Tirta Wahyunusa adalah calon korban saat ini, tetapi jika ditelusuri lebih mendalam, dia memiliki motif untuk membenci keenam korban dan calon korban lainnya sehingga berpotensial sebagai tersangka.
Walaupun sering bergaul dengan mereka, Tirta tidak lebih diperlakukan sebagai pesuruh dan bahkan beberapa dari mereka beranggapan bahwa Tirta tidak lebih hanyalah budak pelampiasan hawa nafsu milik Silva sehingga diizinkan untuk bergabung di grup mereka.
Berdasarkan ciri-ciri fisik, Tirta memenuhi ciri nomor 1 – 3, tetapi dia tidak kidal dan juga bukan anak sindrom pelangi walaupun dalam hal ini, polisi belum dapat mengonfirmasinya karena keterbatasan waktu penyelidikan.
Di luar dari ciri-ciri fisik itu, lebih besar kemungkinan jika dia menyewa pembunuh bayaran karena setelah kami telusuri lebih mendalam, Tirta baru-baru ini jauh sebelum kasus pertama terjadi, melakukan kontak dengan klan Kanzaki dari Jepang. Dan seperti kalian lihat di ciri-ciri nomor 6 deskripsi Kaiser, ternyata sangat mirip dengan style bertarung klan ninja Kanzaki ini.
Terlebih jika diselidiki lagi, ada motif dendam karena perebutan wilayah kekuasaan klan ninja Kanzaki terhadap klan samurai Ishizaki, yang merupakan klan milik kakek Kaiser dari keluarga ibunya.
Ada kemungkinan bahwa Tirta inilah pelaku yang sebenarnya dengan menggaet klan ninja pembunuh dari Jepang ini di mana mungkin salah satu target yang sebenarnya, selain orang-orang yang memperlakukannya sebagai budak itu, adalah Kaiser.
__ADS_1
Dengan raut sedih saat membacakan kutipan terakhir di naskah yang dipegangnya itu, Bianca pun menyelesaikan laporannya.