
“Fei Sangchen! Fei Sangchen! Cepat hubungi Tuan Mo untuk melindungi kita!” Teriak Lu Tianfeng panik ketakutan.
“Ayah, tenanglah! Paman Sangchen sudah meninggal!” Lu Xinyi mencoba menyadarkan ayahnya yang panik seraya menangis.
“Benar. Kalau kultivator level D seperti Tuan Ye Mo pasti bisa menghadapi kedua kultivator itu. Aku akan segera menghubunginya.” Ye Lifei pun segera mengambil smartphonenya dan melakukan panggilan.
“Prak…Prak…Prak!” Suara dentuman yang terdengar dari bawah semakin intens. Hal ini lantas membuat mereka semua yang berada di dalam ruangan itu berkeringat dingin.
Tiba-tiba, tubuh Lu Xinting terkulai lemas dan hampir terjatuh.
“Kakak!”
Tetapi dengan sigap, Lu Xinyi menggapainya.
“Baik. Baik. Terima kasih Tuan Mo.” Panggilan pun diakhiri.
“Katanya, dia akan datang tidak lama lagi.” Ujar Ye Lifei mencoba memberikan harapan pada mereka.
“Berapa lama? Tampaknya dinding itu tak dapat lebih lama lagi menahan mereka!” Bentak Lu Tianfeng yang tak sabar kepada Ye Lifei.
Namun, di luar dugaan, 3 menit kemudian, sesosok kakek-kakek telah menghampiri ruangan tersebut. Dialah Ye Mo.
“Ada apa ini?” Tanya Ye Mo kepada Ye Lifei.
Ye Lifei pun menceritakan kronologis kejadiannya.
“Oh, aku paham. Mulai saat ini, kalian tenang saja karena sudah ada aku di sini.” Ujar Ye Mo dengan congkak.
“Terima kasih Tuan.”
“Terima kasih banyak Tuan Ye Mo.”
__ADS_1
Mereka akhirnya pun bernafas lega dengan adanya sosok yang mampu melindungi mereka dari teror tersebut.
Mereka pun menunggu dengan was-was di dalam ruangan di lantai atas gedung tersebut.
“Pengawal, tolong ambilkan aku air minum.” Perintah Lu Tianfeng kepada pengawalnya.
Minuman air putih yang terbalut dalam gelas kristal cantik berwarna biru itu pun tiba. Lu Tianfeng segera menenggaknya. Tiba-tiba, dentuman yang sangat jauh lebih keras terdengar pada gedung yang dilapisi dinding kokoh yang terbuat dari campuran logam dunia lain itu yang terdapat di sebelah mereka.
Anehnya, setelah dentuman keras itu terjadi, tidak ada lagi suara apa-apa yang terdengar dari dalam lapisan dinding itu, termasuk suara dentuman dinding yang sebelumnya dilakukan oleh kedua kultivator yang terjebak di dalamnya.
Lampu hiasan gantung yang tergantung dengan megah di tengah ruangan jauh di atas atap tempat mereka berdiri itupun terjatuh dan berhasil melukai kepala Ye Lifei. Untunglah, dia masih sadar dan bernafas dengan baik, walapupun kepalanya banyak mengeluarkan darah.
Sayangnya, mereka tidak sempat lebih memperhatikan kondisi Ye Lifei perihal Lu Tianfeng yang menunjukkan gelagat aneh. Tampak bahwa Lu Tianfeng tersedak setelah minum perihal terkejut mendengar dentuman tadi. Diapun kesulitan bernafas dan akhirnya tewas karena kehabisan nafas.
“Tuan, Tuan!” Salah seorang pengawal mencoba untuk memastikan keadaan Lu Tianfeng, tetapi sayangnya Lu Tianfeng sudah tidak bernafas lagi.
Sang pengawal pun menggelengkan kepala pertanda bahwa tidak ada lagi harapan hidup untuk Lu Tianfeng.
“Tenang Kakak!” Lu Xinyi berusaha menenangkan kakaknya itu.
Tiba-tiba, bom yang semula tidak bisa meledak itu pun mengeluarkan massanya. Karena telah rapuhnya dinding walaupun terbuat dari logam kokoh akibat dihajar habis-habisan oleh kedua kultivator itu, massa di dalam gedung pun berhamburan keluar dengan percepatan yang sangat tinggi.
Empat potongan logam silinder yang tajam di bagian ujungnya entah mengapa terpental sampai bagian paling atas gedung di sebelahnya, tempat rombongan Lu Tianfeng berada. Saking tingginya percepatan logam itu, bahkan mampu menembus dinding anti peluru gedung dengan sangat mudah.
Keempat potongan logam itu pun masing-masing tepat mengenai dan tembus di kepala melalui dahi dua pengawal Lu Tianfeng dan dua pengawal Ye Lifei yang mengikuti mereka sebelumnya. Mereka berempat pun tewas seketika.
Melihat itu, Ye Mo bersiaga di depan Lu Xinting, Lu Xinyi, dan Ye Lifei untuk melindungi mereka. Terlihat Ye Lifei mulai pusing karena kehilangan banyak darah. Lu Xinyi dan Lu Xinting saling berpelukan erat ketakutan. Sementara ketiga orang administrator yang berdiri di dekat pintu hanya dapat panik duduk menunduk menyembuyikan wajah mereka di lutut karena tak ada yang dapat melindungi mereka.
Seketika suara reruntuhan gedung pasca dentuman ledakan terdengar. Ye Mo salah menafsirkan suara itu sebagai suara serangan dan memposisikan dirinya untuk siap menerima serangan.
Karena kepanikannya, dia tak dapat menilai situasi dengan baik hingga naas, dengan bodohnya, dia justru menginjak kulit jeruk yang entah mengapa ada di lantai hingga terpeleset dan terjatuh melukai belakang kepalanya. Cederanya cukup fatal. Dan akhirnya dengan cedera itu, diapun tewas karena shok benturan.
__ADS_1
Seorang kultivator yang mampu meloncati dengan lihai tebing-tebing curam, tewas karena terpeleset oleh sebuah kulit jeruk. Sungguh ironis.
“Aaaakh!” Sekali lagi Lu Xinting berteriak panik.
“Tenang Kak!” Di tengah kepanikan itu, Lu Xinyi masih tetap berusaha untuk menenangkan kakaknya.
Letusan kedua pun terdengar dari bawah. Kali ini suaranya jauh lebih kecil dari yang sebelumnya, tetapi cukup untuk membuat mereka panik ketakutan. Sebuah rongsokan melayang dari bawah melewati dinding kaca yang telah retak oleh logam tajam sebelumnya.
Lu Xinting dan Lu Xinyi melihat itu. Lu Xinyi pun berniat untuk menarik diri mereka berdua menghindari dentuman rongsokan itu. Tetapi, demi menyelamatkan dirinya sendiri, Lu Xinting menahan tarikan adiknya dan malah mendorong Lu Xinyi ke arah rongsokan agar dirinya sendiri selamat dari dentuman rongsokan itu.
Mulut Lu Xinyi pun mengeluarkan darah. Tampak wajah shok darinya menatap Lu Xinting yang tega melakukan perbuatan kejam seperti itu pada adik kandungnya sendiri demi untuk selamat sendiri.
Ketiga administrator yang berada di dekat pintu pun panik dan berhamburan keluar ruangan. Lu Xinting mengikuti mereka, tetapi Ye Lifei yang telah bersimbah darah setelah kejatuhan lampu hias sebelumnya menahan ujung gaun Lu Xinting. Dengan kasar, Lu Xinting melepaskan genggaman Ye Lifei dan turut berlari bersama para administrator itu.
Ye Lifei dengan kesusahan berusaha mengikuti mereka. Ye Lifei berjalan tertatih-tatih meninggalkan ruangan. Tetapi karena telah banyak kehilangan darah, diapun terhenti di koridor.
Lu Xinting bersamaan dengan ketiga administrator itu pun memasuki lift. Lu Xinting masih mampu melihat dengan baik ekspresi Ye Lifei yang kecewa karena ditinggalkan, tetapi dia tidak peduli dengan semua itu dan segera menutup pintu lift.
Di dua pertiga jalannya lift, lift mendadak terhenti. Tiba-tiba, lift terjatuh dengan kecepatan yang membuat mereka merinding. Untunglah, lift sudah hampir berada di dasar sehingga dentuman akibat jatuh bebasnya lift, tidaklah berdampak terlalu keras.
Mereka berempat pun bersorak lega. Tetapi, ketika dua orang pria di antara mereka saling bekerjasama hendak membuka lubang pintu lift di bagian atas, tutupnya sangat keras sehingga mereka tak sanggup membukanya. Mereka akhirnya kembali panik.
Yang lebih membuat mereka panik lagi adalah suara kilatan-kilatan aneh yang dapat terdengar di luar mereka. Air pun merembes masuk. Mereka panik, tetapi tampaknya mereka belum menyadari kalau akan ada bahaya yang lebih besar lagi yang akan segera menimpa mereka.
Kabel tebal yang tersambung oleh arus listrik yang sedari tadi bergerak liar pun menyentuh air. Dengan cepat, mereka berempat hangus terbakar karena setruman listrik. Mereka hangus gosong terpanggang di dalam kotak lift tersebut.
Ye Lifei yang sempat kehilangan kesadaran akhirnya tersadar. Dia berjalan tertatih-tatih hendak menuju tangga darurat.
“Tolong, tolong, tolong!” Terdengar suara minta tolong dari dalam ruangan.
Ye Lifei kembali masuk ke ruangan ke arah sumber suara. Didapatinya Lu Xinyi yang ternyata masih hidup, walaupun dalam kondisi yang memprihatinkan. Dalam kondisinya yang juga sangat lemah itu, dia memapah Lu Xinyi yang telah pingsan untuk bersamanya menuju atap gedung melalui tangga darurat. Mereka tidak bisa lagi menuju lantai dasar karena sudah menjadi lautan api.
__ADS_1
Dengan tenaganya yang tersisa, Ye Lifei menelepon regu penyelamat darurat. Di tengah dia hampir terlelap, dia melihat sosok berambut panjang yang tertutupi oleh bayangan hitam. Tampak sosok itu mengatakan sesuatu padanya yang membuatnya kencing di celana.