DELAPAN TARGET

DELAPAN TARGET
116. Hari Ujian


__ADS_3

“Cepatlah besar, adikku Kai…”


Di saat pembunuh berantai itu mengatakan hal tersebut, seketika tangan Dios bergerak.  Namun beberapa saat kemudian, pembunuh berantai itu telah menghilang dari dalam ruangan.  Nampak situasi normal kembali seperti sedia kala.


Akan tetapi, satu hal yang tidak sempat diamati oleh pembunuh berantai itu, di saat dirinya telah menghilang, mata Dios terbuka.  Alat pembaca detak jantung yang selama ini mengawasi detak jantung Dios, menunjukkan pembacaan normal untuk sesaat.  Tetapi dua puluh detik kemudian, Dios kembali tak sadarkan diri.


Sayangnya, tidak ada satupun di dalam ruangan itu yang mampu melihat Dios sadarkan diri walau hanya dua puluh detik sehingga kejadian itu pun hanya berlalu tanpa diketahui oleh siapapun.


***


Pagi itu, Kapten Danielo terlihat duduk dengan ekspresi yang suram di ruang kerja kantornya.  Tampak di depan mejanya, suatu tumpukan rekaman video.  ’99 Posisi Berhubungan Intim Khas Wanita Arab’, terbaca dengan jelas pada judul rekaman video pada tumpukan paling atas.


Tiba-tiba, seseorang mengetuk ruang kerja kantornya.  Awalnya, dia berpikir bahwa itu adalah satu di antara empat anak buahnya, tetapi hal yang aneh bagi mereka untuk mengetuk dulu sebelum masuk.  Diapun menatap ke arah pintu.  Rupanya, orang tersebut adalah Kapten Wiwik, kapten divisi penanganan kriminal berat dari tim 2 yang juga saat ini berperan sebagai kapten tim penanganan kasus pembunuhan berantai joker hitam.


“Wah, Senior, aku tidak menyangka kamu punya selera yang seperti itu.  Ternyata, apa yang orang bilang, tentang tua-tua keladi, semakin tua semakin jadi itu ada benarnya juga ya.”  Kapten Wiwik pun segera berujar dengan seringai di wajahnya ketika mendapati tumpukan video porno di meja Kapten Danielo tersebut.


Kapten Danielo lantas menghela nafas.


“Ini adalah barang bukti yang tertinggal di TKP Riandra.”  Jawab Kapten Danielo tegas.


“Wah, anak itu.  Menjelang kematiannya, dia masih mempermalukan dirinya.  Mengapa anak muda zaman sekarang, banyak menonton hal beginian dan bukannya belajar?  Jika memang tidak tahan, kebelet ingin beginian, ya sekalian segera menikah muda saja.  Entah mengapa di zaman sekarang menikah muda itu dianggap aneh, padahal aku saja dulu menikahi istriku di usianya yang masih 14 tahun di mana usiaku juga baru 16 tahun kala itu.”

__ADS_1


“Bukan itu poin pentingnya, Wiwik.”  Kapten Danielo segera menyanggah ucapan Kapten Wiwik.


“Senior?”


“Aku hanya merasa iba saja dengan zaman sekarang.  Padahal negara Jazirah Arab itu dulu terkenal dengan sifat kelembutan hati mereka di mana mereka hanya peduli tentang beribadah di hadapan Tuhannya.  Tapi di zaman sekarang, mereka tidak ada bedanya dengan para negara sekuler itu.”


Kapten Danielo sekali lagi menghela nafas.


“Mereka melegalkan kegiatan joget-joget campur antara pemuda dan pemudi dengan diiringi musik keras, membiarkan orang-orang nudis telanjang di pantai, dan kini di dunia bawah, mereka membantu pengedaran video porno semacam ini.  Apa jadinya dunia ini?  Aku saja yang beragama Protestan, merasa miris melihat hal itu.”


“Yah, itu mungkin yang dikatakan bahwa keadaan suatu negara mencerminkan pemimpinnya.  Tetapi itu bukan berarti bahwa masyarakat Arab serta-merta juga ikut berubah.  Aku yakin banyak dari mereka yang masih sama seperti dulu, hanya saja tak tampak di permukaan.”


Seraya mengatakan itu, Kapten Wiwik lantas menatap tepat ke mata Kapten Danielo.


“Ya, dengan bantuan Arkias, semuanya berhasil di bawah kendali.  Sungguh si kakek tua itu, Pak Sudarmono, benar-benar telah pikun.  Dia benar-benar menari di atas tangan orang itu.”  Jawab Kapten Danielo.


Kembali ke kasus Alicia Mayangsari Putrawardhani.  Dia akhirnya berhasil didakwa tahanan penjara selama 2 tahun.  Walau dengan kekuasaan kakeknya yang sempat sebelum pensiunnya, memiliki jabatan yang sangat tinggi di kepolisian, tetap tak dapat membantunya meringankan hukumannya itu perihal sentimen publik yang begitu tinggi kepadanya.


Alicia telah menyentuh hal yang paling sensitif di Indonesia ini yakni isu rasisme.  Dengan polosnya, dia telah menyinggung perasaan suatu golongan kecil tertentu di Indonesia itu, para anak sindrom pelangi.


Namun, karena mengingat jasa-jasa kakek dari Kakek Sudarmono, Alicia pun diberi toleransi untuk tetap dapat menempuh pendidikannya walau di dalam sel tahanan dan pembebasan sementara tiap dia akan mengikuti Ujian Akhir Semester.  Dan di saat inilah pelaksanaan Ujian Akhir Semester di SMA Angkasa jaya, Alicia memperoleh pembebasan sesaatnya.

__ADS_1


Dengan manipulasi Pak Arkias, Kakek Sudarmono terpengaruh oleh saran-saran dari pihak kepolisian untuk menggunakan penjagaan dari pihak mereka selama Alicia berada di luar tahanan, takut jika sampai ada amukan massa tidak jelas yang bisa jadi menyerang cucu satu-satunya yang tersisa itu.


Tentu saja bahwa itu adalah suatu kemungkinan yang bisa saja terjadi.  Tetapi, Pak Arkias maju sebagai orang yang memperoleh keuntungan paling besar dalam hal ini.  Dia memanfaatkan permintaan pengawalan Kakek Sudarmono pada pihak kepolisan itu untuk sekaligus mengamankan keponakannya tersebut dari kemungkinan incaran pembunuh berantai joker hitam.


Semua itu diketahuinya dari Bianca yang langsung mendatanginya kemarin, bahkan sebelum mengunjungi makam Riandra.  Lewat Bianca, Pak Arkias mengetahui bahwa kemungkinan tersangka pembunuh berantai joker hitam adalah Tirta dan komplotannya di mana Tirta mempunyai kebencian yang sangat besar pada Kaiser. Ada kemungkinan bahwa mereka akan mengincar Kaiser.


Tentu saja, kita semua tahu bahwa identitas sebenarnya dari pembunuh berantai joker hitam tidak lain adalah kakak Dios yang menghilang bersamanya di panti, Zainal.


Di situlah Pak Arkias menyusun rencana, dengan memanfaatkan satuan polisi yang dibawa oleh Kakek Sudarmono ke SMA Angkasa Jaya untuk mengawal cucunya, Pak Arkias menyelipkan para bodyguardnya dengan menyamar sebagai polisi untuk melindungi Kaiser di sekolah selama status Tirta belum tertangkap.


Jika ditanya mengapa Pak Arkias sampai harus mengambil jalan berputar seperti itu, itu tidak lain adalah untuk menjaga image keluarga Dewantara yang selama ini bebas dari jerat kriminalitas.  Semua ini tentu akan langsung runtuh jika publik mengetahui bahwa ada pelaku kriminal yang ingin mengincar salah satu anggota keluarga Dewantara itu.


Lantas mengapa jika diincar oleh kriminal, kan jatuhnya hanya sebagai korban?  Mungkin ada yang berpikiran demikian.  Ini tentu saja benar jika pelaku kriminal hanyalah perampok atau berandalan biasa.  Lain ceritanya jika ini semua didasari oleh motif dendam.


Hal ini pada rentetannya akan menimbulkan desas-desus tentang skandal penyimpangan keluarga Dewantara perihal ketidakbersihan usaha mereka sehingga memicu orang tertentu ingin membalas dendam kepada mereka.  Hal yang berupa sentimen publik yang selalu terjadi pada keluarga konglomerat yang sangat sering berimbas pada anjloknya harga saham mereka itulah yang ingin dihindari oleh Pak Arkias.


Tentu saja, alasan utama Pak Arkias adalah ingin melindungi keponakan tersayangnya, Kaiser, tanpa harus membebani mentalnya dengan ketakutan akan hal yang belum pasti itu.  Terlebih, ada Shinomiya Airi di samping Kaiser, yang dia sangat yakin mampu melindungi Kaiser melebihi ratusan bodyguard sewaan itu jika pembunuh berantai joker hitam tersebut benar-benar datang mengincar Kaiser.


Pak Arkias dengan mudah dapat menyisipkan 100 orang bodyguard terbaiknya pada satuan pengamanan kepolisian yang dikirim oleh Kakek Sudarmono tersebut, semuanya berkat jasa Kapten Wiwik sebagai kapten tim penanganan kasus pembunuhan berantai joker hitam itu.


Singkat cerita, Ujian Akhir Semester di SMA Angkasa Jaya pun dimulai.  Namun, tempat tersebut justru menjadi seperti istana presiden.  Terdapat 100 orang polisi yang tidak lain adalah bodyguard Pak Arkias yang menyamar menjaga gerbang depan sekolah, 50 orang polisi yang diutus oleh Kakek Sudarmono menjaga gerbang samping kanan yang menghubungkan gedung kesenian tempat Alicia berada, serta 6 orang polisi ditempatkan di gerbang IPA di samping kiri untuk berjaga-jaga.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, setelah bel masuk pertanda ujian mata pelajaran pertama dimulai, insting pihak kepolisian pun terbukti.  Tirta benar-benar datang ke sekolah itu dua hari setelah dia membunuh Riandra, bertepatan dengan hari pertama pelaksanaan Ujian Akhir Semester sekolah tersebut, dengan ekspresi bengis di wajahnya seakan siap untuk membunuh.


__ADS_2