
“Makanya kubilang kau itu hanyalah orang sok polos yang pandai bermulut manis!” Jey pun lantas membentak Kaiser setelah mendengar apa yang dikatakannya.
Pandangannya pun teralihkan oleh bocah yang disebutnya sebagai sok polos itu. Jey menyeringai tampak akan merencanakan sesuatu yang jahat kepada Kaiser.
“Lantas bagaimana jika hal serupa terjadi pada keluargamu? Apakah kamu masih bisa setenang itu?” Ucap Jey dengan senyum jahatnya.
Jey pun menghampiri Danial yang terbaring pingsan yang ada dalam dekapan Andika.
“Hei, bocah! Minggir jika tidak ingin ada apa-apa terjadi padamu. Lagipula targetku adalah orang yang sedang kamu pegang itu.” Ujar Jey dengan tatapan mengintimidasi kepada Andika.
“Aku takkan membiarkanmu menyentuh seujung helai rambut pun Senior Danial.” Namun, Andika menjawab intimidasi itu dengan tegas.
Dia pun berdiri dan tampak mempersiapkan kuda-kudanya untuk bertarung dengan Jey demi melindungi kakak sepupu Kaiser tersebut.
“Hei, Andika! Hentikan! Dia bukan lawanmu!” Fero berteriak sejadi-jadinya demi menghalangi Andika membuat keputusan nekat tersebut.
“Aku tidak ingin mendengar hal itu dari orang yang kalah telak dariku, Fero. Lagipula aku sangat yakin dengan kemampuanku bertarung dengan menggunakan tinju.” Sekali lagi Andika menjawab dengan tegas. Dia menatap lurus ke arah Jey.
“Hoh. Aku hargai keberanianmu melindungi temanmu, Bocah. Maka aku juga akan serius menghabisimu.” Ujar Jey dengan senyum jahat di wajahnya.
Jey pun maju dan mulai melayangkan katana-nya ke arah Andika. Di luar dugaan, Andika mampu menghindari setiap serangan Jey dan malah balik memberikan tiga pukulan beruntun yang keras kepada Jey yang membuat Jey sampai memuntahkan air liurnya.
“Akh. Bocah sialan! Tunggu saja kuhabisi kau!”
Namun, hal itu tidak bertahan lama. Gerakan Jey menjadi lebih cepat yang membuat Andika tidak dapat lagi mengikuti ritme serangannya. Dalam sekejap, alur pertarungan didominasi oleh Jey.
Begitu Andika hampir tertebas di tempat yang fatal oleh serangan Jey tersebut, Kaiser datang dan menendang pergelangan tangan kiri Jey yang membuat serangannya meleset. Di lain pihak, Fero juga datang dari arah belakang untuk memberikan serangan dadakan kepada Jey.
“Ah, tikus pengganggu sialan!”
“Paaaak!”
Namun dengan sigap, Jey menendang tepat ke ulu hati Fero yang membuatnya terpental sekali lagi ke dinding. Namun tampak kali ini, Fero telah kehilangan kesadarannya akibat tendangan kedua Jey tersebut.
Jey pun menatap lurus dengan tatapan penuh benci ke arah Kaiser yang tampak memapah Andika dengan Danial terbaring pingsan di belakang mereka. Kaiser balik menatap tatapan itu dengan tatapan penuh tekad.
__ADS_1
“Jika dendammu padaku, maka cukup balaskan kepadaku. Tidak usah bawa-bawa Kak Danial dan teman-temanku dengan semua ini.” Ujar Kaiser dengan marah kepada Jey.
“Oh? Kamu pikir aku tidak tahu? Bukannya kamu sudah bisa menebak apa kemampuanku? Aku adalah orang yang terbangkitkan dengan kemampuan ganda. Satunya adalah Mr. Gellin seperti yang baru saja kamu lihat. Satunya lagi Whisper of Devil. Kemampuan yang mampu mempengaruhi pikiran orang-orang dengan suara. Dan dengan kemampuan itulah, aku berhasil mengorek keterangan dari Araka tentang apa yang sebenarnya mendasari pembulian Dios.”
Tatapan Jey pun berubah menjadi lebih tajam.
“Sampai sini kamu paham kan, tentang siapa yang sebenarnya memulai pembulian Dios?! Dia tidak lain adalah kakak sepupu yang kamu sayangi tersebut.”
Jey melangkah dengan perlahan dua langkah lebih dekat kepada Kaiser dan Andika yang membuat mereka berdua menjadi lebih waspada.
“Jadi, biarkan aku balas dendam dengan melakukan hal yang sama kepadanya seperti apa yang telah terjadi pada Dios.” Ujar Jey seraya meringis dengan menakutkan.
“Dari awal Kak Danial tidak pernah berharap semua ini akan terjadi pada Dios. Itu hanya kecelakaan. Karena hal itu pula, Kak Danial jadi sangat menyesalinya sehingga dia sampai harus mengalami tekanan mental sampai saat ini. Tidakkah menurutmu itu hukuman yang cukup untuknya?!” Dengan putus asa, Kaiser memohon pengampunan untuk kakak sepupunya itu kepada Jey.
“Jika ada yang patut disalahkan, itu adalah aku yang terlalu naif sehingga tidak dapat melindungi mereka berdua.” Jawab Kaiser dengan mata yang tampak berkaca-kaca.
“Ya, ini semua juga salahmu. Oleh karena itu, akan kuhabisi kalian berdua.” Namun, tanpa berempati, Jey membalas pernyataan Kaiser tersebut sembari menatap pemuda naif itu dengan tatapan yang penuh benci.
Jey pun melayangkan katana pendeknya yang segera ditangkis oleh dagger milik Kaiser. Terlihat bahwa terjadi adu kekuatan untuk sesaat antara Kaiser dan Jey.
Namun, Andika segera masuk ke pertarungan itu dan menggoyahkan keseimbangannya.
“Dasar tikus sialan! Seharusnya kau tetap di pojok saja dan meringkih ketakutan.” Ujar Jey dengan marah.
“Paaak!”
Diapun segera melayangkan tendangannya kepada Andika hingga terpental.
Kemudian sekali lagi, Jey melayangkan katana pendeknya kepada Kaiser. Kaiser yang telah kehilangan keseimbangan akibat momentum serangan barusan, mencoba menangkisnya kembali dengan daggernya. Tetapi serangan Jey terlalu berat yang membuat dagger milik Kaiser terhempas.
“Buuuuk!”
Jey pun memukul Kaiser tepat di ulu hatinya begitu Kaiser tak lagi memiliki alat perlindungan yang akhirnya membuat Kaiser tersungkur.
Di tengah ketidakberdayaan Kaiser itu, Jey kemudian sekali lagi melayangkan katana-nya kepada Kaiser.
__ADS_1
“Baiklah. Aku berubah pikiran. Akan kuhabisi kau dulu lalu kuhabisi kakak sepupumu itu.” Ujar Jey kepada Kaiser.
“Sraaak!”
“Tesssh!”
Namun begitu Jey akan melayangkan katana-nya kepada Kaiser, sebuah pedang segera menghentikannya.
Rupanya, dia adalah Loki. Tidak, lebih tepatnya, sesuatu yang mirip Loki. Jelas-jelas tubuhnya adalah Loki, tetapi terdapat sinar biru melayang-layang di sekitar bola matanya yang hijau itu.
“Tuan Muda, istirahatlah sebentar. Sisanya serahkan padaku.” Ujar sosok dengan tubuh Loki itu.
Kaiser pun jatuh pingsan begitu asap hitam hangat mengalir dari tangan sosok dengan tubuh Loki itu dan menyentuh kening Kaiser.
“Kaiser!” Andika pun segera merangkak sekuat tenaga menuju ke arah sahabatnya tersebut.
Tampak tatapan penuh kebencian ditujukan oleh sosok dengan tubuh Loki itu kepada Andika.
“Ah hah!” Sosok dengan tubuh Loki itu pun mendesahkan nafasnya.
“Padahal aku berharap kalau Chain of Command milik Tuan Muda segera aktif dan menghabisimu. Aku tidak menyangka kalau perkembangannya akan menjadi seperti ini. Rupanya benar, kalau kekuatan itu tidak akan menyentuh sosok yang dinilai berharga oleh Tuan Muda. Ah, aku jadi kecewa. Karena kekuatan itu pernah menyentuhku, apa itu berarti sosok pembunuh berantai di depan sana jauh lebih penting bagi Tuan Muda dibandingkan denganku?”
“Ah hah!” Sekali lagi, sosok dengan tubuh Loki itu pun mendesahkan nafasnya.
“Padahal seharusnya ingatan Tuan Muda soal kakak angkatnya di panti telah betul-betul terhapus. Aku tidak mengerti mengapa Chain of Command masih melindungi kakak angkatnya tersebut?” Ujar sosok dengan tubuh Loki itu tampak kecewa.
“Hei, siapa kamu sebenarnya? Dari hawamu, kamu jelas-jelas bukan bocah yang tadi.” Tanya Jey kepada sosok dengan tubuh Loki tersebut.
Sosok dengan tubuh Loki itu pun mengalihkan perhatiannya ke arah Jey. Dia lantas tersenyum.
“Oh ho. Siapa aku? Bukankah selama ini kamu melakukan semua pembalasan dendam itu untukku?”
“Apa?” Jey tak dapat menahan keheranannya akibat ucapan yang dilontarkan oleh sosok dengan tubuh Loki tersebut.
“Aku Dios, Kak Jey. Orang yang selama ini menjadi perihal balas dendam Kakak.” Jawab sosok dengan tubuh Loki tersebut.
__ADS_1