DELAPAN TARGET

DELAPAN TARGET
112. Seorang Kakak yang Bodoh


__ADS_3

Danial yang telah lama termakan oleh api cemburu kepada Dios, tak mampu lagi membendungnya.  Beberapa saat setelah dia naik ke kelas tiga, dia pun akhirnya menemui Araka untuk menyusun rencana jahat itu.


Araka yang sebelumnya sempat menemuinya dengan maksud mempersatukan semua anak-anak royal di bawah kendalinya tanpa memperhatikan permusuhan keluarga mereka satu sama lain, menjadi tumpuan harapan bagi Danial untuk menyingkirkan duri dalam daging bagi kebahagiaan kecilnya itu.


Danial yang awalnya menolak ajakan Araka itu perihal alasan ketidakcocokan keluarga, kemudian berjanji kepada Araka bahwa dia akan bergabung bersama dengan gengnya dengan syarat Araka mau memberi pelajaran kepada Dios agar sadar pada posisinya dan bersedia untuk meninggalkan sekolah elit itu secara sukarela.


Tentu saja itu semua tidak ada kaitannya dengan mengeluarkan Tirta dari grup karena sejak awal, Araka adalah orang yang serakah dan akan menampung siapa saja yang dianggapnya akan berguna baginya, tidak terkecuali Tirta.


Adapun desas-desus akan tergantikannya posisi Tirta oleh seseorang itu sendiri adalah tidak benar, semuanya beredar hanyalah karena ulah Riandra semata.


Lanjut cerita, pada hari yang ditentukan itu, Danial pun menjebak Dios untuk pergi bersamanya ke suatu tempat dan di situlah akhirnya dia tanpa perlindungan, dibekap oleh Araka.


Cerita selanjutnya adalah seperti yang kita tahu bahwa Araka membawa Dios ke grupnya untuk diberi pelajaran.  Namun, di luar dugaan Araka, reaksi grup Araka terhadap Dios sangat berlebihan.  Mereka tidak hanya sekadar ingin memberikan Dios pelajaran, tetapi benar-benar meluapkan segala emosi mereka padanya.


Hal itu terutama dipelopori oleh Riandra yang marah karena keberadaan Kaiser di antara murid baru bagaikan matahari baru yang bahkan bersinar lebih terang dari mereka bertujuh.  Keberadaan Kaiser benar-benar telah melemahkan pengaruh mereka di sekolah yang padahal adalah pemimpin dunia bawah sekolah tersebut.


Terlebih idealisme yang dibawa oleh Kaiser tentang kesetaraan tanpa memperhatikan kekayaan dan garis keturunan seseorang menjadi populer di kalangan anak-anak baru kala itu sehingga mereka benar-benar bersatu tanpa terbagi-bagi oleh sekat-sekat kasta layaknya senior-senior mereka.


Hal ini dengan sendirinya membuat mereka memandang geng Araka yang sangat mementingkan status, kekuasaan, dan kekayaan sebagai landasan dalam memilih teman sepergaulan sebagai suatu sosok kolot yang tak pantas lagi berada di zaman itu dan harus segera dienyahkan.


Kemudian Aleka, yang sama sekali enggan untuk memikirkan suatu alasan atau mengapa sesuatu dilakukan.  Yang penting itu menyenangkan baginya, maka akan dia lakukan tanpa mengetahui untuk apa itu dilakukan atau apa konsekuensi dari melakukan hal tersebut.  Dia akan selalu mudah dibujuk oleh Riandra untuk berbuat hal sejahat apapun dengan mulut manisnya itu.

__ADS_1


Kemudian ada Dirga yang masih murka kepada Kaiser perihal pelecehan yang diperolehnya di klub basket SMPnya.


Ada juga Rihana yang memang sasaran kebenciannya ada pada Dios yang menjadi simbol ketampakbodohannya menjilat ke sana ke mari untuk membangun statusnya di kala Dios dengan mudahnya diberikan semua itu oleh sahabatnya Kaiser.


Dan sebagai puncak dari semua itu, ada Tirta yang memiliki kompleksitas rendah diri bercampur iri pada pemuda yang dipuja-puja Silva itu.


Dengan alasan yang berbeda-beda, jadilah amarah mereka semua memuncak dengan menjadikan Dios sebagai kambing hitamnya, sebagai alat pelampiasan amarah mereka.


Melihat hal itu, Araka yang pada awalnya berniat untuk mencegahnya, pada akhirnya juga dihentikan oleh hasrat terpendam di hatinya itu untuk membuat Dios merasakan penderitaan perihal rasa kompleksitas keiriannya kepada Dios yang lebih dipilih sebagai sahabat baik oleh orang yang dia kagumi itu ketimbang dirinya.


Hingga sampailah pada puncaknya ketika Tirta terbangkitkan dan memberikan pukulan terakhirnya kepada Dios yang disertai cakra yang akhirnya menciderai syaraf Dios dan membuatnya koma sampai sekarang.


Namun, semuanya bertambah buruk ketika tongkat-tongkat golf itu datang dibawa oleh Jingmi.  Danial pun kemudian menyaksikan kejadian traumatis itu.  Mulai dari Dios yang dipukul-pukul dengan tongkat golf sampai patah layaknya anjing, belum lagi injakan-injakan ke sana kemari di seluruh bagian tubuhnya, ludahan-ludahan, tendangan-tendangan, semuanya benar-benar perlakuan yang tak layak bagi seorang manusia.


Pada awalnya, dia hanya berharap bahwa geng Araka akan membuat Dios babak belur selama beberapa kali hingga akhirnya dia tidak betah dan memutuskan untuk keluar dari sekolah.  Tetapi di luar dugaannya, pembulian pertama itu sekaligus menjadi pembulian terakhir bagi Dios yang berujung membuatnya koma sampai sekarang, bahkan setelah lewat dua tahun setengah.


Dia tidak menyangka bahwa geng Araka mampu memperlakukan seorang manusia sampai sekejam itu yang bahkan perlakuan mereka lebih rendah dari seekor binatang.


Hal inilah yang lantas mulai memicu trauma bagi Danial.


Seusai Dios dibuli, selama hampir dua jam, tidak ada satupun orang-orang yang lewat di tempat itu sehingga Dios tergeletak di tempat itu seorang diri cukup lama.  Selama waktu itu, Danial dari kejauhan hanya meringkuk ketakutan tanpa berbuat apa-apa.

__ADS_1


Tetapi setelah sekian lama, dia mendapati Dios belum menunjukkan tanda-tanda pergerakan juga.  Muncullah pikiran di benaknya kalau Dios telah meninggal.  Jadilah keringat dingin mengucur ke seluruh tubuhnya.  Dan di tengah kepanikannya tersebut, yang dipikirkannya hanyalah adik sepupunya yang senantiasa menyelesaikan segala masalah yang dia perbuat.


Diapun berlari sekencang-kencangnya dalam keadaan panik kembali ke sekolah mengitari setiap sudut ruang kelas dua di sekolahnya tersebut untuk mencari adik sepupunya, Kaiser.  Kaiser yang juga belum pulang perihal was-was dengan keberadaan Dios yang tidak biasanya menghilang dari pengawasannya, akhirnya bertemu dengan Danial yang sedang dalam keadaan sangat panik tersebut.


Danial akhirnya menceritakan segala kejadian pembulian Dios kepada adik sepupunya itu.  Tetapi pada saat itu, Danial merahasiakan bagian yang paling penting bahwa dialah penyebab utama mengapa sahabatnya Dios itu dibuli.


Setelah mengetahui hal tersebut, Kaiser pun bergerak secepat mungkin ke tempat kejadian.  Dan betapa perasaan kompleks marah yang bercampur sedih segera menguasai hatinya, ketika dia mendapati bahwa sahabatnya itu telah terbujur tak berdaya di jalanan.


Diapun segera menggapai sahabatnya itu.  Setelah mengetahui bahwa paling tidak sahabatnya masih hidup, akhirnya sedikit perasaan lega dirasakan oleh hatinya.  Kaiser lantas bergegas membawa Dios ke rumah sakit tanpa dia mengetahui bahwa sahabatnya itu masih akan koma bahkan setelah dua tahun setengah dirawat.


Kaiser kemudian mengamati wajah kakak sepupunya yang sedari tadi mengikut di belakangnya.  Mendapati wajah seseorang yang baru saja mengalami kejadian yang traumatis, Kaiser pun merasa iba padanya.


Dia lantas mengusap pundak kakak sepupunya itu seraya berkata, “Semuanya akan baik-baik saja, Kak.  Dios akan segera siuman dan Kaiser akan pastikan kalau mereka semua akan mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka pada Dios.”


Kaiser pun berujar dengan polosnya, tanpa mengetahui bahwa penyebab semua kejadian itu tidak lain adalah karena kakak sepupunya yang sangat disayanginya itu dan apa yang dikatakannya itu pada akhirnya ikut menjadi pemicu bertambahnya beban mental kakak sepupunya.


Pascakejadian itu, mulailah Danial menunjukkan gejala-gejala gangguan mentalnya yang diawali dari seringnya dia murung sendiri, tidak banyak berbicara, dan sering menjauhi tempat-tempat ramai.


Setelah Kaiser menceritakan kejadian traumatis yang dialami kakak sepupunya, di mana dia harus menyaksikan kejadian pembulian Dios tepat di depan matanya, kepada seluruh anggota keluarganya tersebut, seluruh anggota keluarga Dewantara pun memberikan support penuhnya kepada Danial agar Danial dapat melewati masa-masa traumanya itu.


Tiada yang menduga bahwa kondisi mental Danial malah akan bertambah parah.  Semuanya berawal pasca hakim memberikan putusan sidangnya terhadap hukuman yang dijatuhkan kepada para pembuli Dios tersebut.

__ADS_1


__ADS_2