Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 10


__ADS_3

Randi masuk ke dalam ruangan yang tidak jauh dari ruangan VIP itu berada.Ia melihat Pria yang sedang duduk menghadap jendela yang ada di ruangan itu.


Pria itu membalik badannya saat mendengar pintu di buka dari luar.


''Bagaimana sudah Kau kerjakan tugas dariKu ?'' tanya Pria itu sambil menatap Randi yang baru masuk ke dalam ruangan.


''Sudah Bos,Anda tenang saja semuanya sudah beres .'' Jawab Randi tersenyum menatap Pria itu.


''Ini bayaran untuk pekerjaanMu ,'' ucap Pria itu sambil melempar amplop berwarna coklat berisikan uang ke atas meja.


Randi tersenyum menatap amplop yang lumayan tebal itu,dengan cepat Ia mengambil amplop itu dan mencium amplop itu.


''Terima kasih Bos ,'' ucap Randi sambil berlalu pergi meninggalkan Pria itu.


Pria itu tersenyum kala rencananya pasti akan berhasil.


''Andre,tunggu kehancuranMu .'' Ucap Pria itu tersenyum menyeringai.


Sedangkan di ruangan VIP.


Sandrina menghentikan langkahnya yang hendak melangkah menuju pintu kala suara seorang Pria menghentikan langkahnya.

__ADS_1


''Mau kemana Kau Wanita ****** ?'' tanya Salah satu Pria itu sambil melangkah mendekati Sandrina.


''Maaf,tugas Saya sudah selesai Tuan, dan Saya bukan Wanita seperti yang anda maksud .'' Jawab Sandrina tanpa membalik badannya.


Sandrina tidak ingin melihat Pria-Pria yang sejak tadi menatap lapar padanya.


Yang ada di ruangan itu terkekeh saat mendengar jawaban dari Sandrina.


Andre sejak tadi diam saja,Ia juga berpikir Sandrina bukan Wanita baik-baik.Mana ada Wanita baik-baik yang bekerja di tempat ini pikirnya,Ia tersenyum tipis saat mendengar jawaban dari Sandrina yang mengaku Dia bukan Wanita ******.


''Ayo sini,temani Kami minum .'' Ajak Pria yang menghampiri Sandrina sambil memegang bahu Sandrina.


''Alah tak usah jual mahal Wanita ******, Ayo layani Kami .'' Ajak Pria berambut pirang sambil menarik tangan Sandrina hingga nampan yang di bawa Sandrina jatuh di atas lantai.


''Saya mohon lepaskan Saya ,'' ucap Sandrina sambil berusaha melepas cekalan tangan dari Pria berambut pirang itu.


Semua yang ada di ruangan itu tertawa melihat tontonan yang menurut Mereka mengasyikkan.


Sedangkan para wanita bayaran menatap sinis ke arah Wanita yang sedang di tarik tangannya itu.


Sandrina berharap dari Mereka ada yang menolongnya.

__ADS_1


Andre menatap dingin pada apa yang di lihatnya itu,Ia mengambil minuman yang ada didepannya dan langsung meminumnya hingga habis.


''****,Sial .'' Umpat Andre saat merasakan tubuhnya berbeda.


''Ada apa Bro ?'' tanya Bobi rekannya yang duduk di sampingnya dan menyadari kegelisahan di wajah Andre.


''Sial,sepertinya ada yang ingin bermain-main denganKu .'' Geram Andre menatap dingin pada Wanita yang sudah memberikannya minuman itu.


Pria berambut pirang itu melempar Sandrina hingga Sandrina jatuh tepat di bawah kaki Andre.


Andre menelan salivanya susah saat melihat belahan dada Sandrina tepat di depan kedua matanya.Dan terlebih saat tangan mungil itu menyentuh salah satu kaki Andre.


Sandrina menelan salivanya susah saat menyadari tatapan Pria itu yang mengarah ke buah dadanya.Sandrina buru-buru bangkit berdiri.Saat Ia akan melangkah meninggalkan Andre,Ia terkejut saat tangannya di cekal oleh seseorang.


''Tolong lepaskan Saya Tuan ,'' mohon Sandrina sambil menatap Andre yang menatap penuh gairah ke arahnya.


Andre berdiri mensejajarkan Sandrina.


''Apa yang Kau masukkan dalam minumanKu ?'' tanya Andre berbisik tepat di telinga Sandrina.


''A..apa maksud Tuan ?'' tanya Sandrina balik yang tak paham maksud dari Pria yang menatapnya insten.

__ADS_1


__ADS_2