
Sandrina terdiam dan terkejut saat melihat Pria itu lagi.Sejak kejadian malam panas antara dirinya dan Pria itu, dirinya tidak pernah melihat pria itu lagi datang ke club.
Kini Ia di pertemukan kembali saat dirinya tengah mengandung anak pria itu.
Entah apa yang di pikirkan Pria itu tentang dirinya,Pria itu seakan menatap jijik saat melihatnya.
Sandrina tersadar dari lamunannya saat Erli menepuk bahunya.Dan baru menyadari Pria itu sudah pergi.Sandrina menatap punggung Pria itu hingga masuk ke dalam ruangan VVIP.
''San,ada apa ?'' tanya Erli penasaran karna sedari tadi Sandrina menatap Pria yang baru saja menyenggolnya.
Sandrina menatap Erli yang sedang menatapnya.
''Pria itu Er,yang sudah memperkosaKu .'' Sahut Sandrina memberitahu.
''Kau yakin San?tidak salah lihat ?'' tanya Erli memastikan.
''Iya Er .'' Jawab Sandrina sambil menganggukkan kepalanya.
''Ayo kita temui bajingan itu ,'' ajak Erli sambil menarik tangan Sandrina.
''Tidak Er ,Aku takut .'' Tolak Sandrina.
''Kenapa San ? bajingan itu harus bertanggung jawab dengan kehamilan Mu ,'' ujar Erli sambil bertanya.
''Dia pasti akan mengelak dan tidak mau mengakui kalau ini anak nya ,'' sahut Sandrina sambil mengusap perutnya yang masih rata.
''Apa kau mau anak ini lahir tanpa ayah ?.'' tanya Erli.
''Aku......,'' Sandrina terdiam dan menundukkan kepalanya.
Sandrina menatap nanar perutnya,Ia perlahan mengusap perutnya yang masih rata.
''San,kamu tidak mungkin bekerja seperti ini terus,bayi kamu butuh sosok seorang ayah .'' Ucap Erli sambil memegang bahu Sandrina.
Sandrina meneteskan air matanya.
__ADS_1
Erli menarik Sandrina untuk menuju di mana Pria yang di lihatnya masuk ke ruangan VVIP.
Erli dan Sandrina berhenti di depan pintu ruangan VVIP.Erli berharap di dalam cuma ada Pria yang mereka lihat tadi.
Di sisi kanan dan kiri pintu terdapat dua pria yang Erli dan Sandrina yakini mereka pengawal pribadi.
''Pasti orang yang ada di dalam sini bukan orang yang sembarangan ,'' ucap Erli dalam hati sambil menatap penuh selidik ke dua pengawal yang ada di depan pintu.
''Maaf Nona,bos kami tidak butuh Wanita penghibur .'' Ucap salah satu pengawal sambil menelisik pakaian yang di kenakan Sandrina dan Erli.
Walaupun pakaian Erli dan Sandrina tidaklah seperti pakaian wanita penghibur,ke dua pengawal itu mengira mereka adalah wanita penghibur.
Erli terkejut saat dirinya di kira wanita penghibur.
''Tuan,bolehkah kami menemui bos anda ?'' tanya Erli sambil tersenyum.
''Maaf sekali lagi Nona,Bos kami tidak butuh kalian berdua,dan silahkan Nona pergi dari sini .'' Usir pengawal satunya sambil mendorong Erli dan Sandrina.
Erli menatap kesal pada ke dua pengawal itu.
Ke dua pengawal itu menatap Erli dan Sandrina dari atas sampai bawah.
''Memang benar sih mereka memang bukan seperti wanita-wanita yang bekerja di sini ,'' ucap salah satu pengawal itu dalam hati.
''Tapi maaf Nona,bos kami tidak bisa di ganggu ,'' ucap Salah satu pengawal.
Erli memutar bola mata malas saat lagi-lagi ke dua pengawal itu tidak memperbolehkannya masuk.
Cklek.
Pintu ruangan VVIP di buka dari dalam, Kedua pengawal itu menundukkan kepalanya saat seorang Pria tampan membuka pintu.
Belum sempat pria tampan itu membuka suaranya,Ia terkejut saat melihat gadis penghibur yang pernah menghangatkan ranjangnya ada di depan pintu.
''Akhirnya Kau keluar juga !'' geram Erli sambil menunjuk Pria yang berdiri di depan pintu.
__ADS_1
Andre mengerutkan keningnya saat tiba-tiba Erli menunjuk dirinya,Andre pun menutup pintu ruangan VVIP agar teman-temannya tidak terganggu dengan suara berisik dari wanita yang ada di depannya.
''Maaf Tuan,ke dua wanita ini.....,'' Ucapan salah satu pengawal tak di teruskan saat Andre mengangkat tangannya.
''Maaf Nona apa Saya mengenal Anda ?'' tanya Andre menatap bingung gadis yang Andre yakini seumuran dengan Tasya adik Re.
''Kau memang tidak mengenalKu,tapi kau mengenal gadis ini kan ?'' tanya Erli sambil menunjuk Sandrina yang ada di di sampingnya.
''Bukankah dia bekerja di club ini ,'' sahut Andre.
Erli menganggukkan kepalanya.
''Ada apa Nona mencari Saya ?'' tanya Andre masih bersikap ramah pada gadis yang ada di depannya.
''San,ayo bicara ,'' suruh Erli sambil mendorong Sandrina untuk berdiri di hadapan Andre.
Andre mengerutkan keningnya saat Erli mendorong Sandrina di depannya.
''Katakan apa mau kalian , Aku tidak punya banyak waktu .'' Perintah Andre dengan memasang wajah datar.
Deg.
Erli terdiam Ia seperti pernah mendengar kata-kata yang sama persis seperti itu.
Andre menggelengkan kepalanya saat ke dua gadis itu terdiam.
Sandrina yang gugup akhirnya membuka suaranya saat Andre akan membuka pintu ruangan VVIP.
''Aku hamil.....,'' ucap Sandrina sambil memilin ujung gaunnya.
Andre menghentikan gerakannya yang ingin membuka pintu.
Sedangkan ke dua pengawal itu terkejut dengan pengakuan Wanita yang ada di depan mereka.
Erli menatap Sandrina dan mengusap bahunya untuk menguatkan dirinya.
__ADS_1