Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 87.


__ADS_3

Setelah Re masuk ke dalam mobil,Aldo segera melajukan mobilnya meninggalkan parkiran.Sekilas Re seperti melihat gadis yang mirip dengan Erli.Tapi Re menggelengkan kepalanya pasti dirinya cuma halusinasi saja.


Sedangkan Erli saat baru keluar dari rumah sakit menatap mobil milik Re yang meninggalkan rumah sakit.Ia bernafas lega saat Re tidak melihatnya.


''Ada apa Er ?'' tanya Tasya saat menyadari Erli diam saja sambil menatap gerbang rumah sakit.


''Tidak ada ,'' sahut Erli sambil melanjutkan langkahnya menuju parkiran.


Tasya menatap aneh Erli.Ia pun bergegas menyusul Erli dan yang lainnya yang sudah terlebih dulu masuk ke dalam mobil.


Tasya duduk di kursi samping pengemudi,Tasya menatap Erli yang sedang memasang sealtbeat di tubuhnya.Ia pun melakukan hal yang sama yang di lakukan seperti Erli.


Erli menatap Tasya dan bergantian menatap ke dua sahabatnya yang duduk di kursi belakang.Erli pun segera menyalakan mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan area gedung rumah sakit.


Erli sesekali menatap Sandrina lewat kaca spion yang ada di depannya.Ia kasian melihat Sandrina yang hamil tanpa suami,Erli tahu pekerjaan Sandrina cuma pengantar minuman di sebuah club malam.Dan Ia yakin Sandrina tidak menjual dirinya di club itu.Sandrina pasti korban perkosaan hingga membuat dirinya hamil.


''Erli awas !'' pekik Tasya saat Erli hampir saja menabrak mobil yang berhenti di depannya.


Ckiit.


Erli terkejut dan reflek mengerem secara mendadak.


Tasya mengelus dadanya yang tiba-tiba berdetak dengan kencang.


Linda dan Sandrina terpental dan menghantam sandaran sofa saat Erli tiba-tiba mengerem mendadak.


Erli terdiam Ia shok,kalau saja dirinya tidak mengerem di waktu yang pas.Bisa di pastikan dirinya menabrak mobil di depannya.


''Fiuh...,'' Erli menghembuskan nafas kasar.


Erli melepas sealtbeat yang melingkar di tubuhnya.

__ADS_1


''Er,Kamu mau kemana ?'' tanya Tasya.


Sebelum Erli menjawab pertanyaan dari Tasya.Mereka di kejutkan dari arah belakang saat tiba-tiba,


Brak


Dari arah belakang mobil milik Tasya di tabrak dari belakang,dan membuat mobil Tasya menabrak mobil yang di depannya.


Erli dan Tasya terkejut dan saling berpandangan.


Erli,Linda,Tasya dan Sandrina menelan salivanya susah saat pemilik mobil yang ada di depannya keluar dari balik pengemudi.


Tok...tok...tok...


''Keluar ,'' Suruh Pria berkepala botak dan berbadan kurus sambil mengetuk kaca jendela samping pengemudi.


Erli ragu ingin membuka pintu mobil.


''Ayo buka mobilnya ,'' suruh Pria satunya yang berwajah di kirinya ada luka bekas sayatan.


Tasya menatap ngeri melihat Pria yang wajahnya terdapat bekas sayatan.


''Ayo cepat buka pintunya,atau Kami akan memecahkan kaca ini .'' Ancam Pria berkepala botak.


Mau tidak mau Erli akhirnya memutuskan keluar dari dalam mobil dan menghadapi ke dua Pria itu.


Linda,Tasya dan Sandrina pun ikut keluar dari dalam mobil.


''Lihat mobil kami lecet ,'' tunjuk Pria di wajahnya bekas sayatan.


''Hei dengar,ini bukan salah kami,itu salah mereka .'' Elak Tasya karena merasa mereka tidak bersalah dan menunjuk mobil yang ada di belakang mereka.

__ADS_1


Ke dua pria itu melihat arah tunjuk Tasya,dan melihat mobil hitam yang ada di belakangnya.


Linda menghampiri mobil hitam yang ada di belakang mereka.


''Kalian turun ,'' suruh Linda sambil berkacak pinggang.


Pintu mobil di buka,ke dua pemilik mobil keluar dari dalam mobil.Mereka menatap Linda dengan senyuman mengejek.


Linda terkejut saat melihat dua pemilik mobil itu ternyata musuh mereka di sekolah.Mereka Maya dan Tika.


''Itu Mereka yang sudah menabrak mobil Kami ,'' ucap Linda sambil menunjuk Maya dan Tika.


''Ini salah Kamu,kenapa berhenti di tengah jalan ?'' Bela Maya yang tidak mau di salahkan.


''Benar ini salah Kamu ,'' Tika menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan Maya.


''Saya tidak peduli,di sini siapa yang salah,Saya mau kalian mengganti rugi kerusakan mobil Saya .'' Pria berkepala botak membuka suaranya.


''Tidak,saya tidak salah,Saya tidak mau ganti rugi .'' Tolak Tasya.


''Biarkan mereka berdua yang mengganti rugi ,'' lanjutnya lagi sambil menunjuk Maya dan Tika.


''Enak saja,Aku tidak mau .'' Tolak Maya.


''Maya,kau kan yang sudah menabrak mobil Tasya sehingga membuat mobil Tasya menabrak mobil om itu .'' Kesal Linda yang melihat Maya merasa tidak bersalah.


''Ini juga salah kalian,kenapa berhenti secara mendadak seperti itu?pokoknya Aku tidak mau ganti rugi .'' Maya bersikeras tidak mengakui kesalahannnya.


Erli memutar bola mata malas saat mendengar perdebatan Maya dan ke dua sahabatnya,di mana mereka yang tidak mau mengalah.


Sedangkan ke dua pria itu di buat pusing oleh perdebatan Para wanita itu.Ke dua Pria itu pun masuk ke dalam mobil mereka dan segera meninggalkan tempat itu,dan membiarkan mereka terus berdebat.

__ADS_1


__ADS_2