
"Re....,''
Re menoleh ke belakang saat ada seseorang yang memanggilnya.Ia melihat Andre dan Sandrina yang sedang berjalan ke arahnya.
Re langsung merangkul Andre dan membawanya menjauh dari Sandrina sebentar.
Sandrina membiarkan suaminya berbicara dengan Re.
''Mau apa Kau datang kemari ?'' tanya Re saat sudah berdua dengan Andre,dan memastikan Sandrina tidak mendengar pembicaraan Mereka.
''Kau aneh,tentu saja kedatangan Ku untuk makan .'' Sahut Andre tak habis pikir dengan pertanyaan dari Re.
''Di dalam sana ada mama dan papa,apa kau sudah siap di interogasi.'' Re memberitahu kalau ke dua orang tuanya di dalam sana.
''Kenapa tidak bilang ,'' Andre panik dan ingin cepat-cepat segera pergi dari restoran itu.
Ia menoleh menatap Sandrina terakhir kali di tinggalkannya,Andre terkejut saat tidak melihat Sandrina berada di tempat terakhir kali di tinggalkannya.
''Dimana Dia ?'' gumam Andre sambil celingukan ke sana kemari untuk mencari keberadaan Istrinya.
''Sandrina menghilang ,'' ucap Andre saat tidak menemukan keberadaan Istrinya.
''Bukan menghilang dodol,lihat itu .'' Tunjuk Re lewat jendela kaca restoran.
Andre menatap arah tunjuk Re,dan melihat Sandrina duduk bersama Tasya dan teman-temannya.
''Gue kira dia menghilang ,'' ucap Andre sambil terkekeh.
Re menggelengkan kepalanya melihat keabsurtan Andre.Tidak seperti biasanya Andre bertingkah aneh seperti itu.
''Kalian berdua,ada di sini rupanya .'' Hardik suara seorang wanita dari belakang punggung Re dan Andre.
Re dan Andre sontak membulatkan matanya saat mendengar suara yang familiar di telinganya.
Untuk segera kabur dari tempat ini, mereka berdua sudah terlambat.Mereka sudah ketahuan keberadaannya oleh Rania,Mama Mereka.
''Mama ,'' ucap ke duanya sambil tersenyum kikuk.
''Mama sedang mencari apa ?'' tanya Andre yang melihat Mama angkatnya seperti sedang mencari sesuatu.
''Di mana Istri Kamu ?'' tanya Rania balik sambil menatap Andre.
__ADS_1
''Ada,nanti Andre kenalin.'' Jawab Andre cepat.
Rania cuma menganggukkan kepalanya, lalu Ia pun beralih menatap putra ke duanya.
''Ayo Re,Kamu sudah di tungguin.Dan Kamu Andre,mau ikut mama ke dalam ?'' tawar Rania sambil menatap putra angkatnya.
''Tidak perlu Mama,lain kali saja Andre ikut.Lagi pula ini acara pertemuan antara keluarga,Andre takut calon istri Re akan melirik Andre .'' Goda Andre sambil melirik Re yang memasang wajah datar.
''Kalau Kau mau ambil saja,'' ucap Re dengan nada dingin.
''Ha...ha...Aku cuma bercanda .'' Andre tertawa senang sambil menepuk bahu Re.
''Sudah-sudah Ayo Re,mereka sudah menungguMu .'' Rania segera menarik putranya untuk masuk ke dalam restoran.
''Selamat bersenang-senang Re ,'' ucap Andre sambil melambaikan tangannya.
Re menatap Andre dengan sebal.
''Awas saja Kau Andre.'' Gumam Re.
Re dengan malas duduk di depan Inka dan keluarganya.Pandangannya lurus ke depan menatap di mana meja Istrinya berada.Re sesekali menatap Istrinya yang sedang tertawa,dan menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Papa Inka dengan malas.
Inka tersenyum malu-malu,saat mengira Re menatapnya.
Justru sebaliknya Re menatap Erli yang sedang duduk di meja yang tidak jauh dari meja Mereka.
Erli tertawa saat mendengar Sandrina menceritakan bagaimana Andre menuruti ngidamnya.
Erli tidak bisa membayangkan, bagaimana dirinya hamil dan Re akan menuruti apa maunya.Ia terkekeh sendiri saat membayangkan dirinya ngidam dan Re dengan susah payah menurutinya.
Tasya,Linda,dan Sandrina menatap horor Erli yang sedang tertawa.
''Erli,Kau tidak kerasukan kan ?'' tanya Tasya menatap horor Erli yang sedang tertawa.
''Tentu saja tidak,Aku sedang membayangkan kalau diriKu ham....,'' Erli menutup mulutnya saat menyadari apa yang Ia ucapkan.
Dan Ia terkejut saat sejak tadi Re memperhatikannya di meja yang tidak jauh dari tempatnya berada.Erli menelan salivanya susah saat Re menyunggingkan senyum tipis ke arahnya.
''Jangan-jangan Kau sedang membayangkan dirimu hamil dan R....,'' Ucapan Sandrina tidak di teruskan,karna Erli sudah terlebih dahulu membekap mulut Sandrina.
Ia tidak mau Sandrina sampai keceplosan dan mengatakan yang tidak-tidak.
__ADS_1
Tasya dan Linda saling berpandangan, dan menatap Erli dan Sandrina dengan penasaran.
''Jangan dengarkan dia,Dia cuma bercanda .'' Ucap Erli sambil melepas tangannya yang membekap mulut Sandrina.
''Ya..ya...,Aku cuma bercanda .'' Ucap Sandrina sambil tersenyum menatap Tasya dan Linda.
''Sayang,Ayok kita pulang .'' Ajak Andre saat sudah berada di samping Sandrina.
Sandrina terbatuk saat Andre memanggilnya dengan sebutan kata Sayang.
''Duh romantisnya ,'' celetuk Tasya saat Andre memanggil kata Sayang.
''Gue gak salah dengar Andre manggil Sandrina dengan kata Sayang,yang Gue tahu Andre menikahi Sandrina dengan terpaksa .'' Ucap Erli dalam hati.
''Gue ini mimpi apa,Andre memanggil Gue sayang .'' Batin Sandrina bertanya-tanya.
''Hai kenapa diam ?'' tanya Andre menyadarkan Sandrina yang sedang melamun.
Sandrina mengangguk dan menatap ke tiga sahabatnya,dan berpamitan untuk pulang.
''Andre,awas saja kalau Elo nyakitin Sandrina,Sandal Gue yang akan melayang di kepala Elo lagi .'' Ancam Erli dengan galak.
''Gue inget,dan Gue gak takut sama Ancaman Elo .'' Jawab Andre sambil membantu Sandrina untuk berdiri dari duduknya.
''Da ,semuanya Gue pergi dulu .'' Pamit Sandrina.
Ketiganya menganggukkan kepalanya bersamaan.Mereka senang sepertinya Sandrina bahagia dengan pernikahannya.
Pandangan Re dan Erli bertemu,Erli buru-buru mengalihkan pandangannya menatap ke arah lain.
''Gais,Gue ke toilet dulu ya .'' Pamit Erli sambil mengambil tasnya dan berdiri dari duduknya untuk segera menuju ke kamar mandi.
Erli sesekali menatap kebelakang,Ia berharap Re tidak mengikutinya.Erli masuk ke dalam toilet Wanita dan menghembuskan nafas lega saat Re tidak mengikutinya.
Sedangkan tidak jauh dari toilet,seorang Pria sejak tadi mengikuti Erli pergi ke toilet.Ia menatap pintu toilet yang tertutup rapat sejak tadi.Pintu toilet terbuka,dan pria itu tersenyum saat melihat seorang Wanita yang baru keluar dari toilet.
Wanita itu menatap aneh Pria yang berdiri tidak jauh dari toilet,Wanita itu tidak peduli dan tidak menaruh curiga apapun terhadap Pria itu.Wanita itu cuma mengira pasti Pria itu sedang menunggu Wanita muda yang ada di dalam toilet.
Wanita itu segera pergi dan menjauh dari toilet,dan tidak menoleh sedikitpun kebelakang.
Erli di dalam toilet merapikan riasannya, Ia pun menatap pantulan wajahnya di dalam cermin besar yang ada di dalam toilet.Ia menghembuskan nafas panjang dan bersiap untuk menatap Re dan Wanita yang akan di jodohkan dengan suaminya.
__ADS_1
''Erli Kamu pasti bisa ,'' Erli menyemangati dirinya sendiri.
Setelah cukup lama Erli di dalam toilet, Ia keluar dari dalam toilet dan Tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang membekap mulutnya,dan membawanya keluar dari restoran lewat arah samping.