Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 77.


__ADS_3

Tin...Tin...


Pak supir membunyikan klakson mobilnya saat tepat berhenti di depan pintu gerbang kediaman keluarga Pratama.


Pak Satpam yang ada di pos jaga segera berlari membuka pintu gerbang untuk Tuannya,setelah Pak satpam membuka nya mobil pun melesat masuk melewati pintu gerbang.


Bertepatan dengan itu mobil milik Mahendra juga melewati pintu gerbang menyusul mobil Re yang sudah berhenti di depan teras rumahnya.


Aldo keluar dari dalam mobil dan segera membuka pintu untuk Tuannya.Re keluar dari dalam mobil dan melirik sekilas Mahendra yang juga baru keluar dari dalam mobil.


''Baru pulang Re ?'' tanya Mahendra basa-basi.


''Hmm ,'' sahut Re sambil melangkah masuk setelah Bi Mirna membuka pintu Mansion utama.


Hendra pun ikut masuk ke dalam rumah. Hendra tersenyum dan mengangguk saat Bi Mirna menundukkan kepalanya.


Saat Hendra dan Re berada di ruang tamu.Di sana sudah ada ke dua orang tua mereka,Tasya dan juga ke dua orang tua Rara.


Hendra celingukan mencari keberadaan Rara yang tidak ada di tempat itu.


''Di mana Wanita itu ?'' gumam Hendra saat tidak menemukan tunangannya ada di ruangan itu.


''Malam Pa,Ma,Om,Tante .'' Sapa Hendra saat tiba di ruang keluarga.


''Kalian baru pulang Nak ?'' tanya Rania saat melihat kedua putranya di ambang pintu.


''Iya Ma ,'' jawab Re dan Hendra bebarengan.

__ADS_1


''Sini duduk,ada hal yang akan kita bicarakan sama Kamu Hendra .'' Ucap Pratama sambil menepuk kursi yang ada di sebelahnya.


Mau tidak mau Hendra pun duduk di samping Papanya.


''Pa,Ma,Om,Tante,Re ke kamar duluan .'' Pamit Re yang malas mendengar perbincangan mereka yang menurutnya tidak ada sangkut pautnya dengan dirinya.


''Kamu juga harus duduk Re ,'' suruh Pratama.


Dengan malas Re pun duduk di samping Tasya.


Tasya tersenyum saat menyadari gelagat aneh Hendra yang sedang seperti mencari seseorang.


''Kak Hendra mencari apa ?'' tanya Tasya.


Hendra kaget dan melotot tajam adiknya yang menyadari gelagatnya.


Hendra yang mendengar tebakan dari Mamanya tersenyum malu karna ketahuan sedang mencari Rara.Karna setahu mereka Hendra sangat bersikap dingin pada Rara.


Ke dua orang tua Rara juga ikut tersenyum saat Hendra mencari keberadaan putrinya.Ke dua orang tua Rara yakin pasti Hendra sudah membuka hatinya untuk Rara.


''Maaf semuanya Rara terlambat ,'' ucap Rara.


Semua orang menoleh dan tersenyum melihat Rara yang baru datang.


Hendra terdiam terpaku melihat Rara yang malam ini berbeda.


Rara melangkah masuk dan duduk di tengah-tengah ke dua orang tua mereka.

__ADS_1


''Rara cantik,kan Kak ?'' tanya Tasya berbisik di telinga Hendra.


Hendra cuma menganggukkan kepalanya,dan tidak sadar dengan apa yang di tanyakan oleh Tasya.


Tasya mengendipkan matanya saat Rara melirik ke arah Tasya.


Hendra menggelengkan kepalanya saat menyadari pertanyaan dari Tasya.


Rara sendiri menundukkan kepalanya tidak berani menatap Hendra.


''Rara,ayo bicara semua sudah berkumpul di ruang keluarga ini ,'' pinta Papa Rara sambil menatap putrinya yang menundukkan kepalanya.


''Iya sayang,sebenarnya ada apa Kamu mengumpulkan kami semua di sini ?'' timpal Mama Rara sambil menatap putrinya.


Rara menghembuskan nafas kasar.Ia harus bisa mengatakan ini.Ia tidak mau lagi menekan Hendra untuk menerimanya.Cukup dirinya saja yang mencintai Hendra.Dia sudah menyerah dan tidak mau memaksa Hendra lagi.


Rara mengangkat kepalanya dan menatap satu persatu semua orang yang ada di ruangan itu.


Deg.


Pandangan Rara dan Hendra beradu, Rara pun memutus pandangannya dan menatap ke dua orang tuanya bergantian.


''Ma,Pa,Om,Tante,Rara memutuskan untuk tidak melanjutkan pernikahan ini .'' Tutur Rara memberitahu apa sebenarnya tujuannya mengumpulkan mereka semua.


Ke dua orang tua Rara dan juga ke dua orang tua Hendra terkejut dengan penuturan dari Rara.


Begitu juga Re,Tasya dan Hendra juga terkejut dengan apa yang barusan Rara ucapkan.

__ADS_1


__ADS_2