
Cklek,pintu kamar mandi terbuka.
Re mengerutkan keningnya saat melihat Erli yang masih memakai seragam sekolahnya.
''Kenapa belum mandi,hem?'' tanya Re sambil mengangkat alisnya sebelah.
Erli menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap Re.Ia sangat malu sekarang,kalau bisa dirinya ingin bersembunyi sekarang.
''Aku ingin mengambil baju ganti .'' Cicit Erli sambil melangkah menuju lemari miliknya.
Kamar Erli tidak seluas milik kamar Re yang ada di Mansion Pribadi Re,yang di mana ada ruang ganti terpisah.
Erli membuka pintu lemari,lalu Ia mengambil kaos berwarna biru dan celana pendek berbahan kaos.Setelah itu Erli menutup pintu lemari,Ia pun berbalik dan terkejut mendapati Re yang sudah berdiri di depannya.
Erli ingin menggeser tubuhnya,namun sialnya Ia kalah cepat dengan Re.Re sudah lebih dulu mengukung tubuhnya.
Erli mendekap erat baju ganti di depan dadanya.
Re mengangkat alisnya sebelah,saat melihat baju santai yang di dekapan dada Erli.
''Cepat mandi dan ganti baju,Kita langsung ke rumah sakit .'' Perintah Re supaya Erli mengambil baju ganti yang lain.
Erli menatap bola mata Re.
''Siapa yang sakit ?'' tanya Erli dengan raut wajah penasaran.
''Jangan banyak bertanya,dan cepat mandi .''
''Menyingkir dulu,gimana Aku mau mandi.'' Erli berdecak dengan sebal saat Re masih mengukung tubuhnya di depan pintu lemari.
Re memundurkan langkahnya ke belakang.Erli hendak melewatinya, namun Re memegang tangannya.
''Jangan pake baju itu,dan Aku akan tunggu kamu di luar .'' Ucap Re sambil berbalik dan melangkah menuju pintu kamar Erli.
Erli diam mematung melihat Re yang akan memegang knop pintu.Erli pun bingung,kenapa Re dengan mudah bisa masuk ke dalam rumahnya.
''Buruan mandi,dan kita ke rumah .'' Ucap Re membuyarkan lamunan Erli.
''Eh iya ,'' jawab Erli sambil menganggukkan kepalanya.
Re menutup pintu kamar Erli,Ia pun duduk di kursi yang tidak jauh dari kamar Erli.
Re awalnya,tidak ada niatan untuk membawa Erli ke rumah sakit.Namun Angga memberikan kabar,Wijaya kembali drop saat Sandi datang ke sana.
15 menit kemudian Erli keluar dari kamar dengan memakai atasan blouse dan celana jeans panjang.Tak lupa juga tas slempang di pinggangnya.
__ADS_1
Re beranjak dari duduknya dan menghampiri Erli yang berdiri di depan pintu kamar.
''Ayo,Kita berangkat sekarang .'' Ajak Re sambil menggandeng tangan Erli.
''Tunggu,tunggu...,di mana ke dua orang tua Ku?dan kenapa rumah ini kelihatan sepi?'' tanya Erli menatap curiga Re sambil menghentikan langkahnya.
''Kenapa menatap ku seperti itu ?'' tanya Re tak suka dengan memicingkan matanya.
''Tak usah berpikiran macam-macam, tidak mungkin Aku mengusir ke dua orang tuamu .'' Ucap Re yang tahu apa maksud dari pertanyaan Erli.
Re menuntun Erli untuk menuruni anak tangga.
''Aku enggak mau,katakan dulu siapa yang sakit .'' Tolak Erli yang enggan mengikuti langkah kaki Re.
Tanpa mengatakan apa-apa,Re langsung menggendong Erli di pundaknya.
''Kya,Abang turunin Erli .'' Pinta Erli sambil memberontak di punggung Re.
''Diam ,'' titah Re sambil menuruni Anak tangga.
Dengan langkah lebar Re menuruni anak tangga dengan membawa Erli di pundaknya.
Percuma juga Erli memberontak,Re tidak menurunkan Erli di pundaknya.
Erli pun pasrah di bawa Re keluar dari rumah miliknya dengan cara yang tak menyenangkan.
Erli mengerucutkan bibirnya saat Re memaksanya untuk masuk ke dalam mobil.Erli dengan terpaksa duduk di kursi penumpang.
Erli menelan salivanya susah saat Re menatapnya dengan tatapan intimidasi.
''Kita mau ke rumah sakit kan,ayo buruan nanti terlambat .'' Ucap Re sambil tersenyum semanis mungkin.
Re masih memasang wajah datar.Re mencondongkan tubuhnya ke arah Erli,reflek Erli memundurkan tubuhnya sehingga kepalanya bersandar di kepala kursi.
Re menggelengkan kepalanya saat melihat Erli memejamkan matanya,Re memasang sealtbealt ke tubuh Erli.
''Buka mataMu ,'' titah Re kembali menegakkan tubuhnya dan menutup pintu mobil,setelah memasangkan sealtbealt ke tubuh Erli.
Erli merutuki kebodohannya yang mengira Re akan mencium bibirnya,Erli melihat Re yang memutari mobilnya.
Re membuka pintu mobil dan duduk di kursi pengemudi.Setelah itu Re menutup pintu mobil dari dalam.
''Tadi waktu Aku pulang,tidak melihat mobil ini ada di depan rumahKu ?'' tanya Erli penasaran sambil melihat Re sedang memasang sealtbealt ke tubuhnya.
''Tadi supirKu 10 menit yang lalu mengantar ke sini .'' jawab Re sambil menyalakan mesin mobil miliknya.
__ADS_1
Erli mengangguk-anggukan kepalanya sambil membulatkan mulutnya seperti huruf O.
Re melajukan mobilnya meninggalkan pelataran rumah Erli untuk menuju ke rumah sakit miliknya.
''Abang ,'' panggil Erli sambil memiringkan tubuhnya menatap Re.
''Ada apa hem ?'' tanya Re sambil melirik sekilas Erli.
''Abang kenapa nggak bilang kalau Abang dan Tasya kakak adik?'' tanya Erli.
''Kamu nggak nanya ,'' sahut Re sambil fokus menyetir.
''Bener juga Aku tidak bertanya ,'' gumam Erli dalam hati.
Erli kembali terdiam dan menatap jalanan lewat jendela mobil yang ada di sampingnya.
Re melirik Erli yang terdiam sambil menatap jalanan.
''Kamu ingin bilang ke Tasya,kalau kita sudah menikah ?'' tanya Re ingin tahu reaksi Erli.
''Jangan...,'' jawab Erli cepat sambil menatap Re.
''Kenapa ?'' tanya Re sambil mengangkat alisnya sebelah.
''Biarkan seperti ini,Aku takut Tasya tidak menerima Aku menjadi kakak iparnya .'' Jawab Erli sambil menunduk.
''Bukankah kalian sahabatan?dan pasti Tasya senang mempunyai kakak ipar seperti Kamu .'' Ucap Re sambil menghentikan mobilnya di parkiran rumah sakit.
''Aku belum siap saja memberitahu Tasya,dan terlebih lagi keluargaMu mempunyai calon....''
''Ayo turun,Kita sudah sampai .'' Ajak Re sambil mengulurkan tangannya ke hadapan Erli.
''Eh ,''
Erli terkejut saat melihat Re sudah berdiri di depan pintu mobil yang di sampingnya.Erli tidak menyadari Re yang sudah duluan keluar dari dalam mobil.
''Ayo...,'' ajaknya lagi saat Erli tidak bergeming di tempat duduknya.
Erli yang tersadar dirinya sudah berada di depan rumah sakit.Erli mengulurkan tangannya dan di sambut oleh Re yang sudah menunggunya di luar.
Re menutup pintu mobil setelah Erli keluar dari dalam mobil.Re merapikan rambut Erli,Setelah itu Ia menggandeng tangan Erli dan menuju lobi rumah sakit.
Re dan Erli bergandengan tangan memasuki gedung rumah sakit.
Karyawan rumah sakit yang berpapasan dengan Re menunduk hormat ke arah mereka berdua.
__ADS_1
Re cuma menatap datar dan tidak mempedulikan sapaan para karyawan rumah sakit.
Sedangkan Erli sedang bertanya-tanya kenapa dirinya berada di rumah sakit, dan siapa sebenarnya yang sedang ada di rumah sakit.Karna sejak tadi dirinya bertanya dengan Re,Re tidak menjawabnya dan memilih bungkam. Sehingga membuat Erli semakin bertambah penasaran.