
Seorang Pria tampan yang tengah menyetir mobil,mengumpat kesal saat lampu merah di depannya menyala.
''Sial ,'' umpat Pria tampan itu yang tak lain Re sambil memukul stir mobil miliknya.
Re sesekali menatap jam tangan mewah yang melingkar di pergelengan tangannya sambil menghembuskan nafas panjang.Re langsung menginjak pedal gas saat lampu berubah menjadi berwarna hijau.
Re tidak mempedulikan teriakan dan umpatan para pengendara motor dan mobil,saat dirinya menyalip kendaraan itu begitu saja.
**
**
Sedangkan di dalam club malam milik Marcel.
Marcel yang ada di lantai dua tengah mengawasi gadis yang di yakini itu adalah istri Re.Walaupun Marcel tidak mendengar percakapan antara Naya dan Pelayan pria tadi,tapi Marcel sudah menduga gelagat aneh antara Naya dan pelayan pria itu.
Tidak lama kemudian pelayan Pria yang di bayar Naya tadi datang dengan membawa 3 gelas minuman yang berbeda.Setelah Pelayan Pria itu meletakkan 3 gelas minuman ke atas meja.Pelayan Pria itu lalu membungkuk hormat dan pergi dari hadapan Mereka.
''Ini kakak pesenin kamu softdrink ,'' ujar Naya sambil meletakkan gelas berisikan softdrink di depan meja Erli.
''Terima kasih Kak ,'' sahut Erli tersenyum.
''Kamu pasti haus,ayok di minum .'' Suruh Raya sambil menatap Erli yang duduk di samping Naya.
Erli cuma menanggapi dengan senyuman.
Naya dan Raya saling memandang saat Erli akan mengambil gelas softdrink yang ada di depan mejanya.Saat Erli akan mengarahkan gelas yang berisi softdrink di depan bibirnya,entah dari mana tiba-tiba saja seorang Pria yang memakai masker dengan di sengaja menabrak lengan Erli sehingga gelas yang berisi minuman softdrink yang di pegang Erli jatuh tepat mengenai gaun yang di kenakan oleh Raya.
''Aw....,'' pekik Raya saat gaunnya terkena tumpahan minuman milik Erli.
''Maaf kak Ray,Erli tidak sengaja ,'' ucap Erli menatap Raya dengan tatapan merasa bersalah.
Raya cuma mencebikkan bibirnya dan menatap kesal pria yang telah membuat minuman Erli tumpah dan pergi begitu saja tanpa meminta maaf.
''Sudah tidak apa-apa,lagian ini bukan salah Kamu .'' ujar Naya coba menenangkan Erli yang menatap Raya dengan rasa bersalah.
Sedangkan tidak jauh dari mereka.
''Sial,berani-beraninya pria itu ingin menggagalkan rencanaKu .'' Umpat Sandi sambil menatap kesal pria yang memakai masker.
Sandi lalu mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan ke ponsel milik Naya.
Naya menghembuskan nafas kasar saat membaca pesan yang di kirimkan oleh Sandi.
__ADS_1
''Ray,sebaiknya kau bersihkan dulu gaunMu ,'' suruh Naya.
''Aku ke toilet sebentar ,'' pamit Raya sambil beranjak dari duduknya.
''Tunggu,Aku juga mau ke toilet .'' Suruh Naya menghentikan langkah Raya.
''Er,kamu tunggu di sini,kakak mau temani Raya untuk membersihkan gaunnya .'' Suruh Naya sambil menatap Erli.
''Tapi Kak....,'' ucapan Erli tak di teruskan.
''Kakak dan kak Raya cuma sebentar kok ,'' potong Naya cepat.
Erli pun cuma menganggukkan kepalanya dan duduk diam di tempatnya.
Naya dan Raya bergegas menuju ke kamar mandi yang ada di dalam club itu.
''Nay,apa kau yakin ingin mengorbankan adikMu ?'' tanya Raya saat mereka sudah ada di dalam kamar mandi.
''Bagaimana lagi Ray,agar Sandi tidak menyita rumah kami dan harus mengorbankan adikKu untuk bermalam dengannya .'' Jawab Naya sambil menyandarkan punggungnya di depan wastafel yang ada di dalam kamar mandi itu.
''Nay,coba kamu pikir-pikir lagi deh,Erli itu adik Kamu,masa depannya masih cerah .'' Ujar Raya.
''Aku sudah pikirin ini matang-matang, Erli pasti ngerti apa yang aku lakuin itu semua demi keluarga .'' Jawab Naya sambil memejamkan matanya.
''Kamu gila Nay,'' ucap Raya dalam hati sambil menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan jalan pikiran Naya.
Erli sesekali melihat ke arah di mana Naya dan Raya tadi pergi,namun mereka tidak kunjung kembali.Erli menatap tak nyaman pada pria-pria yang tengah menatapnya.
''Erli,sendiri saja ?'' tanya Sandi dengan tiba-tiba.
Erli tersentak kaget saat tiba-tiba Sandi sudah berdiri di sampingnya.
''Erli tadi bersama kak Naya dan Kak Raya .'' Jawab Erli sambil tersenyum canggung ke arah Sandi.
''Mau minum,pasti kamu haus .'' Tawar Sandi sambil menyodorkan softdrink ke hadapan Erli.
Sebenarnya Erli sedari tadi haus,tapi Ia ragu untuk menerima minuman dari mantan kakak iparnya.
Sandi yang melihat Erli ragu untuk mengambil minuman yang ada di tangannya cuma bisa pura-pura tersenyum.
''Minuman ini aman kok,kamu tenang saja .'' ucap Sandi yang mengerti raut wajah khawatir Erli.
Erli tersenyum canggung menatap Sandi.Erli pun akhirnya menerima minuman yang di sodorkan oleh Sandi.
__ADS_1
Sandi tersenyum saat Erli mengambil minuman yang di bawanya.
''Sandi Kamu ada di sini ?'' tanya Naya pura-pura terkejut saat melihat Sandi ada di tempat yang sama.
''Ya,kebetulan Aku ada acara di sini ,'' jawab Sandi sambil menatap Naya dan Raya.
Raya dan Naya kembali duduk ke tempatnya semula.
Sandi mengedipkan matanya memberi kode ke arah Naya supaya Erli segera meminum softdrink yang ada di depannya.
Naya yang mengerti pun akhirnya menyuruh Erli untuk segera meminum softdrink yang ada di depannya.
Erli sebelum mengambil minuman yang ada di depannya menatap Naya terlebih dahulu.
Naya menganggukkan kepalanya dan menyakinkan minuman itu baik-baik saja.
Erli tanpa ragu mengambil softdrink yang ada di depannya dan meminumnya.
Sandi tersenyum senang saat Erli meminum softdrink yang sudah Ia kasih obat.
Tiba-tiba Erli merasakan kepalanya pusing dan rasanya Ia ingin segera tidur.
''Er,apa kamu baik-baik saja ?'' tanya Naya yang pura-pura khawatir.
''Kak sebaiknya Kita pulang,tiba-tiba kepala Ku pusing ,'' sahut Erli sambil menggelengkan kepalanya.
Erli ingin bangkit berdiri tapi tiba-tiba Erli jatuh tepat di sandaran sofa yang tidak jauh dari Sandi.
Marcel yang melihat gadis yang Ia awasi tidak sadarkan diri terkejut dan teflek bangkit berdiri ingin mendekati mereka.
''Tunggu-tunggu...,Aku harus melihat apa yang akan di lakukan pria itu pada gadis itu .'' Gumam Marcel sambil kembali duduk mengawasi mereka.
''Tugas kalian sudah selesai sebaiknya kalian pergi ,'' usir Sandi.
''Hai Kau mengusirKu ,'' ucap Naya yang tidak terima dirinya di usir.
''Lalu Kau mau apa?urusan Kita sudah selesai Naya,Kau mendapatkan rumah itu dan Aku bermalam dengan adik Mu .'' Ucap Sandi sambil tersenyum menatap Erli yang tengah berbaring di atas ranjang.
Naya terdiam,memang benar apa yang di katakan Sandi.Naya pun bergegas keluar dari ruangan kamar yang ada di club itu dan bergegas menghampiri Raya yang sedang menunggunya di lantai dasar.
''Nay,apa kau yakin ingin meninggalkan adikmu di sini ?'' tanya Raya yang masih mengkhawatirkan Erli yang sedang tidak sadarkan diri di dalam sana.
''Iya Aku yakin .''
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Naya pun keluar dari dalam club.
Raya menghembuskan nafas panjang,Ia pun akhirnya menyusul Naya yang sudah keluar dari dalam club duluan.