Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 140.


__ADS_3

"Apa...!'' jawab Tasya terkejut sampai memlototkan matanya.


''Uhuk...uhuk....,'' Erli tersedak air liurnya sendiri,saat Kakak ipar Tasya memperkenalkan gadis yang bersamanya sebagai calon istri dari Re.


Erli tidak habis pikir,kenapa Re memaksanya untuk menjadi Istrinya. Jelas-jelas Pria itu sudah memiliki calon istri,ini tidak bisa di biarkan Dia butuh penjelasan dari Pria itu.


Linda,Rara dan Inka menatap Tasya dan Erli yang terkejut dengan wajah yang berbeda.


Rara memaklumi wajah terkejut Tasya yang tidak menyangka Abangnya sudah memiliki calon istri.Tapi sedangkan Gadis yang di sampingnya terkejut sampai terbatuk karna apa?tidak mungkinkan Dia mengenal Re,Dan memiliki hubungan.Secara mereka baru bertemu.


Linda mengamati wajah Erli yang terdiam,sepertinya temannya ini ada yang di pikirkan.


Inka menatap instens Erli yang terbatuk. Inka pernah melihat gadis ini,tapi Ia lupa di mana pernah melihatnya.


Erli yang tersadar di perhatikan sejak tadi,tersenyum canggung ke arah mereka.


''Maaf,maaf.Aku tadi tidak sengaja, tiba-tiba saja tenggorokanKu gatal.'' Ucap Erli beralasan karna sejak tadi ketiga wanita yang ada di sana menatapnya aneh.


Tasya sendiri yang baru tersadar dari keterkejutannya,menatap Erli dengan tatapan sedih.


''Hai kenapa sedih?'' tanya Erli saat melihat Tasya menatapnya dengan sedih.


''Iya Sya,kenapa sedih?bukannya kamu harus bahagia ya,karna akan memiliki kakak ipar yang cantik .'' Timpal Linda sambil menatap Tasya.


''Aku tidak bisa lagi dong,main kakak ipar,iparan lagi sama Erli.''Ucap Tasya lirih sambil bergelayut di bahu Erli.


Erli menatap tidak enak pada Rara dan Inka dan tersenyum canggung ke arahnya.


Linda menepuk keningnya melihat tingkah konyol Tasya.


Rara menggelengkan kepalanya sambil mengelus punggung Tasya yang bergelayut di bahu Erli.


Inka sendiri mencoba tersenyum, walaupun Ia marah karna Tasya terang-terangan tidak menyukainya.


''Lo Kalian ada di sini?'' tanya Rania yang berdiri di ambang pintu kamar Tasya.


Inka,Rara,Linda,Erli dan Tasya menoleh ke arah sumber suara berasal,Mereka tersenyum saat melihat Wanita paruh baya berdiri di ambang pintu menatap mereka.


''Tante nyari Inka?'' tanya Inka sambil melangkah menghampiri Rania dan tersenyum lembut ke arah wanita itu.


''Kok manggil Tante sih,panggil Mama. Sebentar lagi kan Kamu akan jadi menantu Mama,'' ujar Rania sambil tersenyum lembut ke arah Inka.


''Inka malu Tan,lagian Re belum setuju .'' Jawab Inka pura-pura tidak enak.

__ADS_1


Padahal Inka sendiri sangat senang, akhirnya selangkah lagi dirinya akan mengangkat derajat keluarganya.


''Soal Re itu akan menjadi urusan Mama,'' ujar Rania sambil mengelus bahu Inka.


Percakapan Mereka hanya bisa di dengar oleh Inka dan Rania saja.


Diam-diam Erli menatap Rania,Erli menatap kagum pada wanita yang masih terlihat muda di usianya yang hampir menginjak 50 tahun itu.


Rania yang sadar di perhatikan sejak tadi oleh gadis yang seusianya seumuran dengan Tasya tersenyum lembut ke arahnya.


Erli yang ketahuan,buru-buru Ia menundukkan kepalanya.


''Kalian teman sekolah Tasya?'' tanya Rania lembut menatap ke dua gadis berseragam SMK itu.


Erli mendongak dan menatap Rania yang sedang tersenyum ke arahnya.


''Iya Ma,Mereka berdua teman sekolah Tasya.'' Tasya yang menjawab pertanyaan Mamanya.


Rania menatap lekat Gadis yang di sebelah putri bungsunya,Rania seperti pernah melihat Gadis ini.Rania terdiam dan mencoba mengingat di mana dirinya pernah bertemu dengan Gadis ini.


Ya Rania baru teringat,Gadis ini bukankah gadis yang sama yang di temui di parkiran Mall waktu itu.Ya tidak salah lagi,gadis ini yang menolongnya dan Ibunya saat tas miliknya hampir terjambret.Karna terburu-buru Gadis itu pergi masuk ke dalam mall,setelah memberikan tas miliknya ke pak satpam.


''Kamu masih ingat dengan Tante?'' tanya Rania menatap Erli.


Erli mengerutkan keningnya,ia bingung dengan pertanyaan wanita cantik yang ada di hadapannya.


''Kamu masih ingat kejadian beberapa waktu yang lalu di parkiran Mall,'' Rania menjeda ucapannya.


Erli sendiri terdiam dan mencoba mengingat apa yang di ucapkan Wanita cantik yang ada di hadapannya.


''Waktu Mama dan Oma di jambret itu ya ?'' tebak Tasya.


''Benar sayang,Mama ingat teman Kamu yang menolong Mama.'' Sahut Rania.


''Apa Kamu mengingatnya?'' tanya Rania berharap Erli mengingat kejadian itu.


''Jadi tas itu milik Tante?'' tanya Erli.


Rania menganggukkan kepalanya.


''Maaf Tante,waktu itu Erli buru-buru.Dan terpaksa menitipkan tas itu pada satpam.'' Ucap Erli tak enak hati.


''Wah kakak ipar hebat,'' celetuk Tasya sambil memeluk Erli.

__ADS_1


''Apa maksud Kamu Tasya,kakak ipar?'' tanya Rania terkejut dengan panggilan putrinya kepada gadis yang ada di hadapannya.


''Ma,Tasya cuma bercanda.Tasya cuma main kakak ipar,kakak iparan dengan Erli.'' Jawab Rara agar Mama dan Inka tak salah paham.


''Iya tante,Tasya suka aneh-aneh manggil Erli kayak gitu.'' Ucap Linda menimpali ucapan Kakak ipar Rara.


Erli sendiri tak enak hati pada Rania yang sempat terkejut itu.


Bagaimana jadinya kalau mereka tahu Erli itu sudah menikah dengan Re, Walaupun bukan keinginan Erli sepenuhnya.


Tasya sendiri cuma tersenyum menanggapi mamanya yang terkejut.


''Tante sudah sore,Inka pamit pulang ya.'' pamit Inka.


''Kenapa buru-buru?ikut makan malam saja .'' Tawar Rania.


''Lain kali saja Tan,Inka ikut makan malam bersama.'' Tolak Inka.


''Kalian teruskan mengobrolnya,Mama antar Inka ke depan.'' Pamit Rania sambil berlalu keluar dari kamar Tasya.


Rara pun ikut keluar dari kamar Tasya menyusul langkah Rania dan Inka yang sudah terlebih dulu keluar dari kamar Tasya.


*****


Sedangkan di tempat lain,


Di dalam sebuah mobil mewah milik Re.


''Kita mau kemana Tuan?'' tanya Aldo sambil melirik Re yang fokus pada layar laptop yang ada di pangkuannya.


''Apa Pria itu sudah ada di Mansionnya?'' tanya Re tanpa mengalihkan perhatiannya pada layar laptop yang ada di pangkuannya.


Aldo terdiam sejenak,Ia masih mencerna Pria mana yang di maksud oleh Re.Akhirnya Ia teringat pada Pria yang kemarin siang tiba di tanah air, dengan pesawat pribadinya.


''Apa Tuan,ingin mengunjunginya?'' tanya Aldo.


Re terdiam dan menghentikan gerakan jarinya yang sedang menari-nari di atas keyboard miliknya.


''Boleh juga,kita akan beri kejutan buat Dia,'' ujar Re sambil tersenyum menyeringai.


Aldo cuma menggelengkan kepalanya melihat seringaian tipis di bibir Re.


Re menutup laptopnya,Ia lalu mengambil ponsel yang ada di saku jasnya dan menghubungi ke empat sahabatnya yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.

__ADS_1


Di sebrang sana seorang Pria mendesah frustasi saat di beri waktu 15 menit harus tiba di Mansion sahabatnya.


''Dia pikir Gue batman bisa terbang dan sampai tepat waktu di Mansion itu, yang benar saja.'' gerutu Andre sambil menatap layar ponselnya yang telah mati.


__ADS_2