Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 94.


__ADS_3

Sebuah sepeda motor melaju dengan kecepatan sedang,melewati jalan yang tampak sepi.Di sepanjang jalan minim dengan lampu penerangan.


Di atas motor di duduki oleh dua orang pria,Mereka pulang dari bekerja.


''Mad ,'' panggil ujang yang duduk di boncengan sambil menepuk bahu sang supir.


''Ada apa sih Jang ?'' tanya Ahmad.


''Berhenti dulu Mad,itu seperti ada mobil yang kecelakaan .'' Perintah Ujang sambil menunjuk sebuah mobil berwarna hitam yang terbalik.


''Mana ?'' tanya Ahmad sambil celingukan mencari keberadaan mobil itu.


''Itu Mad ,'' tunjuk Ujang pada sebuah mobil yang terguling terbalik di dekat pohon.


Ahmad melihat arah tunjuk Ujang,dan betapa terkejutnya Ahmad saat melihat mobil hitam jatuh terbalik.


Ahmad mematikan mesin motornya. Lalu Ahmad dan ujang turun dari atas motor matik milik Ahmad.


''Ayo kita cek,apa masih ada orang di dalam sana .'' Ajak ujang.


''Ayok ,'' sahut Ahmad.


Ahmad dan Ujang berjalan pelan-pelan dan berhati-hati dengan jantung yang berdegub dengan kencang.


Mereka menatap ngeri pada tebing yang ada di atasnya.

__ADS_1


''Pasti mobil itu jatuh dari atas tebing itu ,'' ucap Ujang sambil menatap ngeri pada tebing yang ada di atas mereka.


''Ya kau benar Jang,semoga saja orangnya masih bisa di selamatkan .'' Ujar Ahmad sambil bergegas menuju di mana mobil itu berada.


Sesampainya mereka di samping mobil hitam yang terbalik.Ahmad dan Ujang saling melempar pandang dan mencuri-curi pandang pada mobil itu. Mereka berharap di dalamnya masih ada orang nya dan masih selamat.


''Coba kau cek Jang,apa ada orangnya di dalam sana .'' Suruh Ahmad sambil mendorong Ujang untuk melihat keadaan di dalam mobil itu.


''Kamu saja Mad,Aku tidak berani .'' Tolak Ujang sambil berlari di belakang Ahmad.


''Ck ,dasar penakut .'' Ahmad berdecak sambil mengumpat Ujang.


Akhirnya Ahmad memberanikan diri untuk mengecek keadaan yang ada di dalam mobil itu.


''Alhamdullillah pintunya tidak di kunci ,'' gumam Ahmad sambil membuka pintu mobil.


Ahmad terkejut saat pintu terbuka, Seorang Pria paruh baya dengan luka memar dan banyak darah di kepalanya.


''Ada orangnya Jang ,'' Ahmad memberi tahu Ujang kalau ada orangnya di dalam mobil itu.


Ujang langsung berlari menghampiri Ahmad yang berjongkok di samping pintu mobil dan menatap Pria paruh baya yang tergeletak di kursi pengemudi dengan darah yang keluar dari kepalanya.


''Apa sudah meninggal Mad ?'' tanya Ujang sambil menatap prihatin Pria paruh baya itu.


Ahmad meletakkan jarinya di atas hidung Pria paruh baya itu dan memegang pergelangan tangannya untuk memastikan masih bernafas atau tidak.

__ADS_1


''Masih bernafas Jang ,'' jawab Ahmad.


''Kita harus lapor polisi dan memanggil ambulan ,'' ucap Ahmad sambil mengeluarkan ponselnya.


Ahmad menelpon pak polisi dan melaporkan ada kecelakaan yang baru saja terjadi di jalan.Setelah mengatakan alamat kecelakaan itu ke pada pak polisi Ia pun menutup telponnya.Lalu Ahmad menelpon Ambulan untuk melaporkan ada kecelakaan.Setelah mengatakan alamat lokasi kecelakaan ke pada supir Ambulan.Ia pun memutus sambungan telponnya.


''Mad,lihat mobilnya berasap ,'' ucap Ujang sambil menunjuk bagian depan mesin yang mengeluarkan asap.


''Ayo kita keluarkan bapak itu sebelum mobilnya meledak ,'' Ajak Ahmad.


Ahmad dan Ujang berusaha mengeluarkan Pria paruh baya itu dari dalam mobil.Mereka bersusah payah mengeluarkan Pria paruh baya itu dari dalam mobil.Mereka bernafas lega saat Pria paruh baya itu berhasil di keluarkan. Ahmad dan Ujang mengangkat Pria paruh baya itu segera menjauhi mobil.


Tidak lama kemudian mobil pun meledak.


Duar...,


Ahmad dan Ujang terkejut saat mendengar bunyi ledakan dari mobil, hingga mobil pun tidak berbentuk lagi.


Ahmad dan Ujang pun terduduk lemas setelah mobil itu meledak,kurang beberapa menit saja tubuh mereka pun ikut meledak,Ujang dan Ahmad pun akhirnya menunggu pak polisi datang dan mobil ambulan.


Kurang lebih 25 menit,mobil ambulan dan mobil polisi tiba di tempat lokasi.


Pak polisi menghampiri Ujang dan Ahmad yang masih shok dengan apa yang barusan terjadi.Pak polisi pun menghampiri Ahmad dan Ujang untuk meminta penjelasan apa yang terjadi.


Pria paruh baya itu langsung di masukkan ke dalam mobil ambulan dan segera di bawa ke rumah sakit terdekat untuk segera mendapat perawatan.

__ADS_1


Setelah polisi bertanya kepada Ahmad dan Ujang,dan mereka pun menjelaskan apa saja yang mereka lihat ke pada polisi.Polisi pun akhirnya segera pergi dan akan menyelidiki kecelakaan yang itu.


Ahmad dan Ujang pun tidak peduli dengan penampilan mereka yang terdapat noda darah.Mereka pun melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.


__ADS_2