Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 163.


__ADS_3

Erli mengerjap-ngerjapkan ke dua bola matanya,Ia menatap seluruh ruangan yang menurutnya asing.Ia duduk di atas kursi kayu yang sudah lusuh,ke dua tangannya di ikat ke belakang dan ke dua kakinya juga di ikat dengan tambang.


Tap...tap...tap...


Erli menatap ke arah pintu kayu yang ada di hadapannya,Ia mendengar langkah kaki yang semakin mendekat ke arah pintu.


Pintu di buka dari luar,dan seseorang masuk ke dalamnya.


Erli tersenyum saat melihat siapa yang baru masuk ke dalamnya.


''Kakak,akhirnya Kau datang,'' ucap Erli senang saat melihat Naya berada di tempat itu.


Naya menyunggingkan senyumannya, Naya menarik kursi kayu yang ada di sampingnya dan duduk di depan Erli.


Naya melepas hodi yang menutupi kepalanya.


''Kenapa?apa kau pikir Aku akan membebaskanMu?'' Naya tersenyum menatap Erli.


Erli terkejut dan tidak mengerti kenapa Naya mengatakan itu.


''Apa maksud Kakak?bukankah Kakak datang kemari untuk menyelamatkan Ku .''


Naya tersenyum sinis.


''Apa kau tahu siapa yang membawaMu kemari?'' tanya Naya.


Erli menggelengkan kepala sebagai tanda jawaban tidak tahu.


''Aku yang membawaMu kemari.''


Erli menggelengkan kepalanya tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh Naya.


''Kenapa,Kau tidak percaya Aku yang membawaMu kemari?'' tanya Naya saat melihat Erli yang menggelengkan kepalanya.


''Aku yakin bukan Kakak yang membawaKu kemari .'' ucap Erli menyangkal perkataan Kakaknya.


''Terserah Kau mau percaya atau tidak, tapi itu kenyataannya.'' Ucap Naya sambil menatap lurus wajah adiknya.


''Kenapa Kakak lakuin ini ke Erli?'' tanya Erli.

__ADS_1


Naya tidak menjawab pertanyaan dari Erli,Ia menatap wajah Erli dengan dingin.


Naya menyunggingkan senyum sinis,Ia beranjak dari duduknya dan menatap Erli dengan tajam.


''Masuk kalian semua ,'' suruh Naya pada orang yang ada di luar.


4 pria berpakaian preman langsung masuk ke dalam saat Naya menyuruh mereka semua untuk masuk.


''Bersenang-senanglah adikku tersayang,'' ucap Naya sambil menyunggingkan senyum tipis.


Erli menatap waspada pada ke empat pria yang menatapnya dengan tatapan yang aneh.


Naya menatap ke empat pria yang ada di hadapannya,dan Naya mulai memerintahkan kepada ke empat Pria itu.


''Baik Bos,akan kami lakukan dengan baik.''


''Dan Bos tenang saja,Bos akan mendapatkan apa yang Bos inginkan.


''Bagus,kalian memang bisa di andalkan.


Naya keluar dari ruangan itu dan meninggalkan ke empat Pria itu dengan Erli.


Salah satu Pria itu meletakkan kamera di dekat jendela yang mengarah ke arah Erli.


''Apa kalian sudah siap ?'' tanya bos preman itu.


''Kami selalu siap Bos .'' Jawab ke tiga pria itu secara bersamaan.


''Tunggu,mau apa Kalian ?'' tanya Erli was-was.


''Tenang saja cantik,kami akan memperlakukanMu dengan sangat baik.'' sahut salah satu pria itu.


Erli terdiam,Ia harus memutar otaknya untuk menghadapi ke empat pria itu.


saat salah satu pria itu akan mendekati Erli.


''Tunggu ,'' suruh Erli.


Bos preman itu terdiam dan mengerutkan keningnya menatap Erli.

__ADS_1


''Ada apa ?'' tanya Bos preman itu.


''Apa Kau tidak melihat tanganKu terikat.''


Bos preman itu menatap tangan Erli yang terikat.


''Tolong,buka dulu ikatan tanganKu. Kalau tanganKu terikat begini bagaimana caraKu untuk mengimbangi permainan Kalian .'' Ucap Erli sambil tersenyum menatap ke empat pria itu.


Ke empat Pria itu saling menatap dan saling berpikir.


''Benar juga yang di katakan wanita itu,"


''Ya,sebaiknya kita buka saja ikatan tangan dan kakinya.''


Ke empat pria itu saling berdiskusi dan saling berdebat.


Sedangkan Re dan yang lainnya sudah memasuki kawasan perkampungan dan perkebunan karet.


''Kak kenapa Kita ke tempat ini ?'' tanya Tasya yang tidak mengerti kenapa kakaknya membawa mereka ke perkebunan karet.


''Marcel mengirim lokasi Erli ke tempat ini .'' Jawab Re sambil menatap titik lokasi di mana Erli berada.


Re menatap layar ponselnya yang berkedip-kedip,dan Re menghentikan laju mobilnya saat titik lokasi itu berhenti.


Tidak lama kemudian mobil Marcel dan para anak buahnya menghampiri Re.


''Apa Kau yakin ini tempatnya?'' tanya Re saat melihat Marcel yang baru keluar dari dalam mobilnya.


''Laporan dari anak buahKu ada di sini .'' Jawab Marcel sambil menunjuk rumah kosong dari tempat mereka.


Re menatap rumah yang ada di tengah-tengah perkebunan karet.Tidak jauh dari sana Re melihat sebuah mobil terparkir di samping rumah kosong itu.


Marcel menatap para anak buahnya dan mengcode untuk berpencar mengepung rumah itu.


para pria-pria berpakaian hitam langsung berlari mengarah ke rumah kosong itu.Re dan lainnya juga melangkah menuju ke rumah itu.Dengan langkah pelan dan pasti mereka semua bersiap untuk masuk ke rumah itu.


Re dan Marcel mengerutkan keningnya saat melihat keadaan rumah itu yang sepi.


Re membuka pintu dan terkejut melihat di dalamnya.Begitu pun dengan yang lainnya juga terkejut melihat di dalam rumah itu.

__ADS_1


__ADS_2