Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 22


__ADS_3

Andre menatap Re yang fokus pada benda pipih yang ada di depannya melalui kaca spion mobil yang ada depan.


''Re,habis ini Kita mau kemana ?'' tanya Andre tanpa mengalihkan perhatiannya pada jalanan yang ada di depannya.


''Ke kantor polisi ,'' jawab Re dingin tanpa mengalihkan perhatiannya pada benda pipih yang ada di tangannya.


Andre langsung mengeram mendadak ketika Re mengatakan ke kantor polisi.


Kepala Re membentur sandaran kursi saat Andre langsung menghentikan laju kendaraannya.


''****,Sial ,'' umpat Re saat kepalanya membentur sandaran kursi yang ada di depannya.


''Re,Kau serius ingin memenjarakan Wijaya ?'' tanya Andre yang tidak mempedulikan tatapan tajam dari Re.


''Hem ,'' dehem Re dan masih menatap kesal Andre yang tiba-tiba menghentikan mobilnya mendadak.


''Re coba pikirkan kembali keputusanMu itu ,'' bujuk Andre agar Re tidak memenjarakan Sanjaya.


Re tersenyum tipis.


''Kalau Kau tidak mau mengantarKu ke kantor polisi,Aku bisa kesana sendiri ,'' ucap Re tersenyum sinis menatap Andre yang menatapnya.


''Re coba kau....,'' ucapan Andre terputus.


''Keluar ,'' suruh Re menatap dingin Andre yang ada di balik pengemudi.


''Re...,''


''Aku suruh, keluar...!'' bentak Re yang melihat Andre tidak mau keluar.

__ADS_1


Dengan terpaksa Andre melepas sealtbeat yang melingkar di tubuhnya, lalu Ia keluar dari dalam mobil.


Andre menatap nanar mobil yang di kendarai Re sambil menghilang dari pandangannya.Andre dengan cepat menyetop taksi dan ingin mengikuti mobil Re.


''Sial ,'' umpat Andre saat tidak menemukan mobil Re yang sudah tidak terlihat lagi.


''Kita Mau kemana Tuan ?'' tanya supir taksi sambil melirik Andre yang ada di kursi penumpang .


Andre menghembuskan nafas kasar saat tidak melihat mobil Re lagi.


''Antar saya Ke kantor Pratama ,'' jawab Andre.


Mobil mewah berwarna hitam berhenti tepat di depan kantor polisi.Seorang Pemuda keluar dari dalam mobil dan langsung melangkah masuk ke dalam kantor polisi.


''Saya ingin bertemu dengan atasan kalian ,'' ucap Pemuda itu yang tak lain adalah Re saat baru masuk ke dalam kantor polisi.


Salah satu petugas polisi yang melihat Re langsung berdiri dan langsung membawanya ke ruangan atasannya.


''Ada apa yan ?'' tanya Tasya saat Mereka sudah duduk berhadapan di tempat kursi yang tidak jauh dari Erli dan Linda.


Tasya sesekali melirik Ke dua pengawal nya yang sedang di kerjai oleh ke dua sahabatnya.


''Tasya,nanti malam Kamu bisa datang ke restoran ini ,'' ucap Bryan sambil menyodorkan kertas yang ada di tangannya ke tangan Tasya.


Tasya membaca kertas itu.


''Tapi Yan...,'' ucapan Tasya terputus saat melihat tatapan memohon dari Bryan.


''Aku mohon Kamu datang ya ,'' ucap Bryan sambil meninggalkan Tasya.

__ADS_1


Tasya menatap punggung Bryan yang hilang di balik tembok.


''Gimana Sya ,apa katanya ?'' tanya Erli yang baru duduk setelah mengerjai Kedua pengawal Tasya.


''Benar Sya apa katanya ?'' tanya juga Linda yang baru duduk di hadapan Tasya.


Tasya menghembuskan nafas panjang, Ia bingung harus datang ke restoran itu atau tidak.


''Ada apa Sya ?'' tanya Erli yang melihat Tasya galau.


''Aku bingung bestie ,'' ucap Tasya sambil mengusap wajahnya.


''Ada apa?Bryan bilang apa ?'' tanya Linda sambil menatap Tasya.


''Dia ngajakin Aku ketemu nanti malam di restoran ,'' jawab Tasya.


Linda dan Erli saling berpandangan.


''Ya udah ketemu aja nanti malam kok bingung ,'' ucap Linda santai sambil meminum minumannya yang ada di atas meja.


Erli menepuk bahu Linda.


''Aw,sakit tahu ,'' kesal Linda sambil mengusap bahunya yang di tepuk.


''Plis bantu Aku ya untuk ketemu nanti malam dengan Bryan ,'' pinta Tasya.


Erli dan Linda saling berpandangan, Mereka pun takut kalau nantinya ketahuan.


Erli pun menghembuskan nafas kasar dan menganggukkan kepalanya saat mendapat tatapan memelas dari Tasya.

__ADS_1


Begitu pun dengan Linda,Linda mau tidak mau Ia akan membantu Tasya bertemu dengan Bryan.


__ADS_2