
Aldo menghentikan laju mobil yang sedang di kendarainya tepat berhenti di halaman Mansion Pratama.
Re keluar dari dalam mobil sambil memaksa Tasya yang duduk di sampingnya.
Tasya dengan pasrah mengikuti Re masuk ke dalam Mansion keluarganya.
Aldo menghembuskan nafas panjang, Aldo menggelengkan kepalanya melihat sikap Re yang seperti itu.Aldo membuka pintu mobil dan Ia pun keluar dari dalam mobil.Aldo masuk ke dalam Mansion lewat pintu samping.
''Re kenapa dengan Tasya ?'' tanya Rania saat melihat Re menyeret putri bungsunya dengan paksa.
Re menghentikan langkahnya yang akan menaiki anak tangga.Dan menatap Mamanya yang baru keluar dari dapur.
Re melepas tangan Tasya.
Tasya langsung menghambur ke dalam pelukan Mamanya.
Tanpa mengatakan apa-apa Re langsung melanjutkan langkahnya yang akan menuju ke kamarnya.
Rania mengusap punggung putrinya yang ada dalam pelukannya.Rania tahu putrinya sedang menangis dan membutuhkan pelukan.Rania membawa Tasya untuk duduk di depan meja bar.
''Ada apa sayang?'' tanya Rania setelah Mereka berdua duduk di depan meja bar.
''Kakak jahat Ma,'' adu Tasya tanpa menjawab pertanyaan dari Rania.
Rania mengerutkan keningnya yang belum paham apa maksud putrinya.
''Cerita sama Mama,Kakak Kamu jahat kenapa ?'' tanya Rania sambil menatap lekat putri bungsunya.
Tasya terdiam sejenak,Ia bingung mau mengatakan sebenarnya atau tidak.
Apa Ia harus bilang,tadi dia makan bersama seorang Pria.walaupun di sana ada ke dua sahabatnya.
__ADS_1
''Tasya sayang,kok malah diam?'' tanya Rania yang melihat Tasya diam saja.
''Em...begini Ma,sebenarnya.....,'' Tasya bingung harus menjelaskan seperti apa.
Rania tersenyum saat melihat putrinya gugup.
Re memang sangat menyanyangi adiknya dan membatasi semua pergaulan adiknya.Tidak seharusnya Re ikut campur dalam urusan pribadi putrinya.
''Mama mengerti,Mama akan mencoba bicara sama Abang Kamu .'' Ucap Rania sambil tersenyum.
Tasya tersenyum senang saat Mamanya mengerti perasaannya.
Sedangkan Erli dan Linda.
Setelah dari cafe,Erli dan Linda memutuskan akan pergi ke rumah Tasya.
''Er,Loe yakin akan ke rumah Tasya ?'' tanya Bryan saat baru keluar dari dalam cafe.
''Kita batalin saja kesana Er,'' pinta Linda menatap Erli yang ada di sampingnya.
''Kenapa?kita kan sudah sepakat .''
Linda menghembuskan nafas panjang, mereka berdua memang sudah sepakat akan ke tempat Tasya.Linda tidak tahu kalau hari ini juga mereka akan ke sana.
Mereka pun akhirnya berpisah di parkiran cafe.Bryan dengan mobilnya menuju entah mau kemana,cuma Bryan sendiri yang tahu dirinya akan pergi kemana.
Sedangkan Erli dan Linda masuk ke dalam Taksi yang sudah tiba sejak 5 menit yang lalu,dan langsung menuju ke rumah Tasya.
Sedangkan di bandara internasional.
Seorang Pria dewasa baru saja keluar dari dalam pesawat pribadinya.Dan di belakang Pria itu keluar Wanita cantik dan seorang balita laki-laki yang wajahnya hampir mirip dengan pria dewasa itu.Pria dewasa itu melihat kebelakang saat tangan mungil menarik-narik ujung jas miliknya.Pria itu tersenyum saat melihat bocah 5 tahun yang sedang menatapnya.
__ADS_1
Pria dewasa itu berjongkok untuk mensejajarkan tubuhnya dengan tubuh bocah itu.
''Ada apa hm...?'' tanya Pria dewasa itu.
Bocah laki-laki itu cuma diam dan tidak menjawab pertanyaan dari Daddy nya. Bocah laki-laki itu cuma merentangkan tangannya untuk minta di gendong.
''Biar Mam.....,'' Ucapan Wanita cantik itu tidak di teruskan saat melihat suaminya menggelengkan kepalanya pertanda untuk dia diam.
Bocah laki-laki itu tersenyum saat Daddy nya langsung menggendongnya.
Wanita cantik itu tersenyum melihat bocah laki-laki itu yang sangat bahagia di gendong Daddynya.
Pria dewasa itu mengusap punggung putranya dan segera keluar dari bandara.Wanita cantik itu menyusul langkah suaminya yang keluar dari bandara.Dan di belakang mereka puluhan Pria mengikutinya.
Mereka menjadi pusat perhatian oleh para pengunjung bandara.
Saat seseorang ingin mengambil gambar mereka,salah satu pria yang mengikuti mereka langsung mencegah orang itu.Dengan cara membanting ponsel yang akan di gunakan orang itu untuk memotret mereka.
Semua orang terkejut saat melihat kejadian itu.Siapa sebenarnya mereka ini.
Orang itu menatap nanar ponselnya yang sudah hancur berantakan di lantai. Senyum orang itu langsung mengembang saat seseorang memberikan sebuah amplop untuk mengganti ponselnya yang telah pecah.
****
Juan yang tengah sibuk dengan pekerjaannya.Di kagetkan dengan kedatangan Mamanya yang marah-marah.Juan mengerutkan keningnya dan menatap penasaran pada Mamanya yang sedang marah-matah itu.
Ada apa sebenarnya,dan kenapa Mamanya sampai marah-marah.apa ada sesuatu yang memicu Mamanya semarah ini.
''Ma,ada apa ?'' tanya Juan sambil menatap Mamanya yang sedang uring-uringan.
''Dia kembali.....,''
__ADS_1