Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 24


__ADS_3

Erli setelah menerima coklat dari Gibran. Ia bergegas melanjutkan langkahnya menuju ke kelasnya.


''Cie...cie...coklat dari siapa tu ?'' tanya Cewek satu kelasnya saat Erli masuk ke kelasnya.


Semua yang sedang mencatat tugas yang di berikan oleh guru menoleh ke arah Erli yang membawa coklat.


''Cie,dari penggemar Kamu ya Er ?'' goda Linda sambil menaik turunkan alisnya.


Erli memutar bola mata malas,Ia tidak mempedulikan tatapan mengejek dari teman-temannya yang menatap iri padanya.


''Ini buat Kamu ,'' ucap Erli sambil menyodorkan coklat yang ada di tangannya ke hadapan Tasya.


Tasya dan Linda saling memandang dan bingung kenapa coklat itu di berikan kepadanya.


''Coklat buat Aku ?'' tanya Tasya sambil mengerutkan keningnya.


Erli cuma menganggukkan kepalanya sebagai jawaban iya.


''Dari siapa Er ?'' tanya Linda sambil merebut coklat dari tangan Tasya ingin melihat siapa tahu ada nama pengirimnya.


Tasya menatap kesal pada Linda yang merebut coklatnya.


Linda mengembalikan coklat itu kembali ke Tasya setelah tidak ada nama pengirimnya.


''Dari siapa Er ?'' tanya Tasya menatap Erli ingin tahu siapa yang memberikan coklat itu padanya.


''Dari pengagumMu ,'' jawab Erli asal.


Erli sudah berjanji pada Gibran Ia tidak akan mengatakan pada Tasya kalau coklat itu darinya.


Tasya menghembuskan nafas panjang dan menatap penasaran coklat yang ada di tangannya.

__ADS_1


Malam harinya.


Tin...Tin...


Mobil Linda tepat berhenti di depan gerbang rumah Tasya.


Pak satpam keluar dari dalam pos nya dan segera berlari ke pintu gerbang setelah mendengar bunyi klakson mobil.


Pak satpam yang bernama Nurdin langsung membuka pintu gerang.


Linda tersenyum dan langsung melajukan mobilnya masuk ke pelataran halaman rumah Mansion Pratama dan langsung memarkirkan mobilnya tepat di belakang mobil berwarna merah milik Renaldi.


Linda dan Erli keluar dari dalam mobil dan langsung menuju ke pintu utama.


Kebetulan pintu itu di buka dari dalam.


''Malam Om ,'' sapa Linda dan Erli saat melihat Pratama yang membuka pintu.


''Cari siapa ya Adek-Adek ini ?'' tanya Pratama sambil tersenyum ramah.


''Tasyanya ada Om ?'' tanya balik Erli.


''Ada Dia sedang di kamar ,'' jawab Pratama.


Sedangkan di dalam kamar Tasya.


Tasya duduk di atas kasur empuknya sambil menatap jam yang ada di dindingnya.Ia menggigiti jari kukunya dan menatap gelisah pada jam yang terus berputar.


''Mereka jadi datang tidak si ,'' gumam Tasya sambil melirik jam yang ada di dindingnya.


Tok...Tok...Tok...

__ADS_1


''Itu pasti Mereka ,'' gumam Tasya sambil beranjak dari duduknya dan langsung membuka pintu kamarnya.


''Akhirnya kalian datang juga ,'' ucap Tasya bernafas lega saat melihat Erli dan Linda.


Linda dan Erli cuma tersenyum menatap Tasya yang sedari tadi gelisah.


Tasya menarik tangan Erli dan Linda masuk ke dalam kamar.Lalu Tasya menutup pintu kamarnya.


''Bagaimana,Papa dan KakakKu ngizinin Aku keluar dan nginep di rumah Kamu kan Lin ?''tanya Tasya sambil menatap Erli dan Linda.


''Ya,Kamu di izinin ,'' jawab Erli.


Tasya akhirnya tersenyum senang dan melompat bahagia saat dirinya di izinkan keluar dari rumah dan menginap.


Erli,Linda,dan Tasya keluar dari dalam kamar.


''Mau kemana Tasya ?'' tanya Re yang baru keluar dari ruang kerjanya.


Glek


Tasya menelan salivanya susah saat melihat Re.


''Tasya mau belajar kelompok Kak ,'' jawab Tasya.


''Hati-hati ,'' ucap Re sambil menatap Tasya dan ke dua temannya.


Re melihat punggung Erli hingga menghilang di balik pintu bersama Tasya dan Linda.


''Re ada yang mau Papa bicarakan sama Kamu ,'' ucap Pratama sambil menepuk bahu Re yang berdiri di lantai duanya.


''Kalau Papa mau membicarakan tentang Wijaya,Re tidak punya banyak waktu,dan Re tidak mau membahasnya,'' jawab Re sambil berlalu pergi dari hadapan Pratama.

__ADS_1


Pratama menatap punggung Re yang hilang masuk ke dalam kamarnya.


__ADS_2