Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 41


__ADS_3

Pria yang ingin mendekati Erli dan menggodanya pun mundur saat mendapat tatapan tajam dari Marcel.


''Tuan...,'' ucapan Petugas itu menggantung saat Marcel mengangkat tangannya di hadapan Petugas itu.


Petugas itu langsung terdiam dan menunduk hormat pada Marcel.


''Kau boleh kembali bekerja ,'' suruh Marcel pada petugas itu.


Petugas itu menundukkan kepalanya dan berlalu pergi dari hadapan Erli dan Marcel.


''Ayo ikut Saya ke atas ,'' ajak Marcel sambil berjalan menaiki anak tangga.


Erli mengekor di belakang Marcel,tanpa menghiraukan tatapan para Pria yang menatap ke arahnya.


Marcel membawa Erli ke salah satu ruangan VIP yang ada di club miliknya.


Cklek.


Marcel membuka pintu ruangan dan membuat semua yang ada di ruangan itu menatap ke arahnya.


Seorang Pria tampan menatap tajam dan dingin pada Gadis cantik yang ada di belakang Marcel.Ia menyunggingkan senyum tipis saat melihat siapa Gadis itu.Re menatap Andre dan memberi kode pada Andre yang sedang duduk tidak jauh darinya.


Andre yang mengerti dengan kode yang di perintahkan Re.Andre pun menyuruh semua yang ada di ruangan itu untuk keluar dan meninggalkan Erli dan Re di ruangan itu.


Erli menelan salivanya susah saat mendapatkan tatapan tajam dari Pria dingin yang sedang duduk di sofa dan menatapnya tajam.


''Apa benar Kau yang bernama Re ?'' tanya Erli menatap Pria tampan yang sedang menatapnya taman dan dingin.

__ADS_1


''Hm ,'' Re cuma menjawab dengan deheman.


Erli memegang tengkuknya yang terasa dingin saat Re menatapnya tajam.


''Katakan kenapa Kau datang kemari?'' tanya Re sambil beranjak dari duduknya dan melangkah maju mendekati Erli yang berdiri.


Gleg.


Erli dengan reflek memundurkan langkahnya saat Re semakin maju mendekat ke arahnya.


''Katakan kenapa Kau diam Saja ?'' tanya Re pura-pura tidak tahu apa tujuan Gadis itu datang menemuinya.


''Itu...Anu...,'' Erli gugup saat Re menatapnya dingin.


Punggung Erli membentur dinding yang ada di belakangnya sehingga Ia tidak bisa mundur lagi.


''Apa benar Kau memenjarakan PapaKu ?'' tanya Erli.


''PapaMu pantas di penjara ,'' ucap Re tersenyum dingin.


''Aku mohon bebaskan PapaKu ,'' ujar Erli sambil menangkupkan tangan nya di depan dada.


''Bayar dulu hutang PapaMu ,'' suruh Re sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celana.


''Berapa hutang PapaKu ?'' tanya Erli coba memberanikan diri menatap tajam Re.


''200 ,'' jawab Re.

__ADS_1


''Oh cuma 200 ribu ,'' jawab Erli sambil menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan Pria tampan yang ada di hadapannya.Cuma 200 ribu saja Papanya sampai di laporkan polisi.


Re menatap heran Erli yang menggelengkan kepalanya.


''Kau aneh cuma uang 200 ribu saja Kau penjarakan PapaKu ,'' ucap Erli sambil menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan Pria tampan di hadapannya.


Re mengerutkan keningnya saat melihat Gadis yang ada di depannya menggelengkan kepalanya sambil terkekeh.


''PapaMu punya hutang 200 triliun,bukan 200 ribu Gadis bodoh ,'' ucap Re kesal yang tidak terima Gadis itu menertawakannya.


Gleg.


Erli terkejut saat mendengar nominal hutang ayahnya sebesar itu.Ia menelan salivanya susah saat mengetahui hutang Papanya bukan 200 ribu.


''Kenapa diam ?'' tanya Re yang melihat Erli diam saja.


''Kau pasti berbohong,PapaKu tidak mungkin mempunyai hutang sebanyak itu ,'' Erli masih tidak mempercayai ucapan Pria yang ada di hadapannya.


''Terserah Kau mau percaya atau tidak, tapi itu memang kenyataannya ,'' jawab Re.


''Aku janji akan membayarnya,Aku mohon bebaskan PapaKu ,'' mohon Erli sambil menangkup kedua tangannya di depan dada.


Re mengerutkan keningnya saat Erli berjanji membayarnya.


''Dengan apa Kau membayarnya ?'' tanya Re tersenyum sinis menatap Erli yang diam.


Erli terdiam,Ia pun bingung akan membayar hutang Papanya dengan apa. Ia tidak berpikir uang dari mana Ia bisa membayar hutang Papanya dalam waktu dekat.Ia tidak berpikir sejauh itu sebelum mengatakan pada Pria tampan yang ada di depannya.

__ADS_1


__ADS_2