Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 107.


__ADS_3

''Sya,Lin,Aku ke toilet dulu ya .'' Pamit Erli saat mereka menyusuri koridor sekolah.


''Kita tunggu di parkiran ya ,'' ucap Tasya.


Erli mengangguk,dia pun melangkah menuju di mana kamar mandi sekolah yang ada di ujung ruangan.


Erli masuk ke dalam kamar mandi dan langsung mengambil ponsel miliknya yang ada di dalam tas yang di pegangnya.


Erli menepuk keningnya saat teringat dirinya tidak mempunyai nomer suaminya.


''Bodoh nya Aku,kenapa Aku tidak meminta nomer ponselnya .'' gerutu Erli sambil merutuki kebodohannya.


Erli mengerutkan keningnya saat nomer baru menghubunginya.


Erli mengusap tombol hijau dan langsung menempelkan ponsel di telinga kanannya.


''Sayang hari ini Aku tidak bisa menjemputMu,Aku ada meeting yang tidak bisa di tinggalkan .'' Ucap Re langsung saat panggilan telponnya terhubung.


''Eh,Syukurlah ,'' gumam Erli bernafas lega saat Re tidak bisa menjemputnya.


''Apa Kau mengatakan sesuatu Sayang ?'' tanya Re pura-pura tak mendengar gumaman dari Erli.


''Dan sepertinya Kau senang Aku tidak bisa menjemputMu ,'' ujarnya lagi sambil menatap bangunan yang ada di luar sana melalui jendela yang ada di ruangannya.


''Tidak,tidak Aku tidak mengatakan apa-apa,pasti Kau salah mendengarnya.'' Ucap Erli sambil terkekeh.


''Ya sudah nanti malam bersiaplah ,'' pesan Re sambil mematikan sambungan telponnya sebelum mendengar Erli membuka suaranya.


Erli melototkan matanya dan membuka mulutnya sambil menatap ponselnya yang telah mati.


''Apa katanya,bersiap untuk nanti malam, memangnya ada apa untuk nanti malam?'' tanyanya dalam hati sambil berpikir.


Erli lalu memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas dan keluar dari dalam toilet.Lalu Ia pun bergegas menyusul temannya yang sudah menunggunya di parkiran sekolah.Erli membuka pintu mobil penumpang dan setelah Ia duduk lalu Ia pun menutup pintu mobil milik Tasya.


''Sorry kalian nunggu lama ,'' ujar Erli sambil menutup pintu mobil.


Linda dan Tasya cuma menanggapinya dengan senyumam.

__ADS_1


Tasya segera melajukan mobilnya meninggalkan parkiran.


''Kita mampir ke mall dulu ya ,'' ajak Tasya.


''Mau ngapain ke mall ?'' tanya Erli.


''Aku mau beli kado buat Sandrina ,'' sahut Tasya.


''Kemarin kan Aku belum sempat beli kado buat Dia ,'' lanjutnya lagi sambil menatap jalanan yang ada di depannya.


Tidak lama kemudian Tasya melajukan mobilnya masuk ke halaman mall,Tasya mencari tempat parkiran yang masih kosong.Tasya bernafas lega saat mendapati parkiran yang masih kosong di ujung sana.


Mall di mana milik keluarga Tasya memang selalu ramai pengunjung.


Teman Tasya pun tak mengetahui mall yang mereka datangi adalah milik keluarga Tasya.


Setelah Tasya memarkirkan mobilnya, Tasya,Erli dan Linda keluar dari dalam mobil dan langsung bergegas masuk ke dalam mall.


Linda menatap kagum bangunan mall yang sangat luas itu.


Tasya segera membawa ke dua temannya menuju toko baju yang ada di dalam mall.


Mereka tidak mempedulikan tatapan aneh para pengunjung.


Tasya,Erli dan Linda masuk ke dalam toko.


''Selamat datang di toko kami ,'' ucap pelayan Wanita dengan ramah.


Tasya,Erli dan Linda tersenyum ramah menatap pelayan wanita itu.


Tasya melihat-lihat gaun-gaun yang berjejer rapi di rak-rak toko itu.


Tasya tersenyum misterius saat tidak sengaja matanya menatap lingeria berwarna merah menyala.


Tasya segera mengambil lingeria berwarna merah itu tanpa ketahuan ke dua sahabatnya.


''Ini segera di bungkus ya mbak ,'' pesan Tasya sambil menyodorkan lingeria berwarna merah itu ke pelayan wanita yang mengikutinya.

__ADS_1


Pelayan wanita itu mengulum senyumnya saat menerima lingeria itu.


Setelah pelayan wanita itu pergi,Tasya menghampiri ke dua sahabatnya yang sedang melihat-lihat gaun yang terpajang di toko itu.


''Sudah ketemu yang kamu cari ?'' tanya Erli saat Tasya sudah ada di belakangnya.


''Sudah ,'' sahut Tasya.


''Mana kadonya ?'' tanya Linda yang tak melihat Tasya membawa apa-apa.


Sebelum Tasya menjawab pertanyaan Linda,pelayan toko datang dengan membawa pesanan Tasya.


''Ini mbak pesanannya ,'' Ucap Pelayan toko sambil menyerahkan kotak besar yang sudah di bungkus rapi.


''Terima kasih Mbak ,'' ujar Tasya sambil menerima kotak yang sudah di bungkus rapi itu.


Setelah pelayan itu pergi.


''Sya,apa itu isinya ?'' tanya Erli yang penasaran dengan kotak yang di pegang Tasya.


''Iya Sya apa isinya ?'' tanya juga Linda yang ikut penasaran dengan isi kotak itu.


''Ada deh ,'' Sahut Tasya sambil tersenyum tidak mau memberitahu apa isi kotak itu.


Tasya pun segera keluar dari dalam toko agar tidak di tanya-tanya lagi oleh ke dua sahabatnya.


''Tasya....,'' pekik Linda dan Erli secara bersamaan.


Lalu mereka pun mengejar Tasya yang sudah terlebih dulu keluar dari dalam toko.


Sedangkan Tasya terkekeh saat mendengar pekikan ke dua sahabatnya.


Sedangkan di tempat lain.


Kabar pernikahan Sandrina dan Andre terdengar juga di telinga seorang Wanita paruh baya yang masih terlihat cantik.


Wanita itu sangat marah setelah mendengar kabar pernikahan dari Andre.

__ADS_1


Karna dengan begitu Suaminya akan mengajaknya pulang ke rumah.Dan rencananya untuk menjadikan putra dan putrinya untuk menjadi pewaris satu-satunya keluarga kusuma akan sia-sia.


__ADS_2