Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 111.


__ADS_3

Naya bergegas langsung ke rumah sakit setelah menelpone Mamanya dan menanyakan di mana mereka sekarang berada.


Sesampainya Naya di parkiran rumah sakit.Setelah Naya memarkirkan mobilnya,Ia segera keluar dari dalam mobil dan segera masuk ke dalam gedung rumah sakit.


Tari menatap pintu ruang VIP yang ada di depannya dengan raut wajah tak percaya.


''Ayo ma,masuk .'' Ajak Erli sambil ingin membuka pintu ruang perawatan VIP yang ada di depannya.


''Erli,apa kau yakin ini kamar rawat Papa Mu ?'' tanya Tari ragu.


''Iya ma,ini ruang rawat Papa .'' Sahut Erli sambil tersenyum dan membuka pintu yang ada di depannya.


Erli tersenyum saat melihat Papa nya sedang menatapnya.


Tari dengan ragu melangkah masuk ke dalam ruang rawat VIP yang ada di rumah sakit itu.


''Erli,senang akhirnya Papa sudah sadar ,'' ucap Erli sambil melangkah mendekati ranjang di mana Wijaya berada.


Tari menatap takjub pada ruangan VIP itu.


''Er,pasti ini mahal,Kamu dapat uang dari mana ?'' tanya Tari penasaran sambil menatap putrinya yang menarik tempat duduk di dekat ranjang Suaminya.


Erli menoleh dan tersenyum menatap Mamanya.


''Sini Ma,duduk dulu .'' Suruh Erli sambil menepuk kursi yang di tariknya tadi.


Tari pun menurut,Ia duduk di kursi samping Suaminya.


''Iya Sayang, pasti ini mahal sekali kamu dapat uang dari mana ?'' tanya Juga Wijaya yang penasaran bagaimana putrinya mendapat uang pengobatan dirinya.


Sedangkan perusahaan sudah di ambil oleh Sandi.


Erli tersenyum menatap Papa dan Mamanya yang tengah menatapnya meminta penjelasan.


''Mama dan Papa tenang ya,Erli punya sedikit tabungan .'' Jawab Erli terpaksa berbohong.

__ADS_1


Dirinya tidak mungkin mengatakan kalau biaya pengobatan papanya di tanggung oleh Re,Suaminya.


Cklek.


Pintu ruangan di buka dari luar.


Wijaya,Tari dan Erli menoleh melihat siapa yang baru masuk ke dalam kamar rawat Wijaya dan ternyata Naya yang baru masuk dengan raut wajah khawatir.


''Naya senang,Papa tidak kenapa-napa ,'' ujar Naya sambil tersenyum menatap Papanya yang tengah berbaring di atas ranjang.


''Ma siapa yang membawa Papa ke rumah sakit ?'' tanya Naya sambil menatap Mamanya.


''Iya Ma,Papa juga penasaran siapa yang membawa Papa ke rumah sakit ?'' tanya Wijaya juga yang sejak tadi ingin bertanya.


''Teman Erli Pa,Nay,yang sudah membawa Papa ke rumah sakit .'' Jawab Tari.


''Siapa teman Kamu Er ?'' tanya Naya sambil menatap adiknya.


Karna setau Naya teman Erli cuma Linda dan Tasya.


''Sudah lah Nay,tidak perlu bahas siapa teman Erli itu,yang penting Papa baik-baik saja .''Potong Wijaya cepat saat melihat Erli yang bingung.


''Tapi Pa....,'' bantah Naya yang ingin tahu siapa yang sebenarnya sudah membawa Papanya ke rumah sakit.


''Sudah lah Nay,yang penting kan Papa sekarang baik-baik saja .'' Seru Tari sambil memegang bahu Naya.


Naya pun akhirnya tidak bertanya lagi, Walaupun sebenarnya Dia penasaran siapa yang sebenarnya yang membawa Papanya ke rumah sakit.Karna dari ciri-ciri yang di katakan Bibi yang ada di rumah persih seperti ciri-ciri Re,Tapi Naya menyangkalnya karna Erli tidak mungkin mengenal Re.


Sedangkan di rumah sakit yang sama, tapi di ruangan yang berbeda.


Angga sesekali melirik pintu ruangan nya berharap orang yang di tunggunya segera datang.Ia menghembuskan nafas kasar saat melihat arloji yang melingkar di lengannya sudah menunjukkan angka 9 malam.Ia mendesah frustasi karna gagal sudah makan malam bersama seorang Wanita yang sedang di incarnya.Dan di pastikan Wanita itu pasti akan marah atas tidak kehadiran dirinya.


Cklek.


Re membuka pintu ruangan milik Angga dan menyunggingkan senyum tipis saat melihat Angga tengah menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.

__ADS_1


Re langsung duduk di depan meja Angga.


''Kau lihat ini sudah jam berapa Re ?'' ujar Angga kesal sambil menunjuk jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


''Jam 9,'' sahut Re dengan santai.


''memangnya kenapa ?'' tanya Re lagi sambil bersandar di sandaran sofa.


''Apa katanya,dia menanyakan memangnya kenapa?dia kan tahu malam ini Aku akan berkencan ,akh .'' Teriaknya dalam hati menatap kesal Re.


''Aku tahu Kau sedang mengumpatKu Angga ,'' Ucap Re sambil tersenyum menyeringai.


''Tidak,mana berani Aku mengumpatMu.'' Elak Angga nyalinya pun menciut saat menatap Re yang tersenyum misterius ke arahnya.


Karna sudah di pastikan kalau dirinya membantah,dirinya akan di kirim ke pelosok.Angga menelan salivanya susah saat melihat Re yang tersenyum misterius.


''Apa boleh Aku pulang sekarang ?'' tanya Angga sambil menatap penuh harap Re agar dirinya di perbolehkan pulang.


Re menatap arloji mewah yang melingkar di pergelangan tangannya.


''Apa Aku menyuruhMu untuk pulang sekarang ?'' tanya Re balik menatap insten Angga.


Angga cepat-cepat menggelengkan kepalanya.


''Maka dari itu Aku bertanya,Sialan .'' Umpat Angga tapi cuma di dalam hati.


''Ada apa Kau menyuruhKu untuk menunggu ?'' tanya Angga sambil memaksakan dirinya untuk tersenyum.


Re pun membicarakan soal kesehatan Wijaya kepada Angga.Dan meminta Angga yang mengambil alih untuk merawat Wijaya sampai sembuh.


Sedangkan Naya dan Erli keluar dari kamar rawat Wijaya,setelah Naya ingin membicarakan hal yang penting bersama Erli.


''Ada apa Kak ?'' tanya Erli saat mereka berada di kantin rumah sakit.


Naya terdiam sejenak dan menatap Erli yang tengah menatapnya penasaran.

__ADS_1


__ADS_2