Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 150.


__ADS_3

''Pi,ini sebenarnya ada apa ?'' bisik Rania yang melihat suaminya diam saja.


Pratama menghembuskan nafas kasar, Ia menatap tajam Andre yang sejak tadi diam saja dan enggan membuka suaranya.


Maria menatap Gadis yang di samping Andre,Gadis itu menundukkan kepalanya dan meremas ke dua tangannya yang saling bertautan.


''Sandrina,ada apa Kau datang kemari ?'' tanya Tasya memberanikan diri membuka suaranya karna sejak tadi tidak ada yang membuka suaranya.


Sandrina mengangkat wajahnya,dan melihat Tasya yang sedang menatapnya dengan raut wajah penasaran.Sandrina beralih menatap Andre yang sejak tadi diam saja dan tidak ada niatan untuk memperkenalkannya.


''A...aku...,'' ucap Sandrina tak diteruskan Ia bingung ingin memperkenalkan dirinya sebagai apa.


Sandrina cuma bisa menelan salivanya susah,dan meremas ujung bajunya. Dirinya saat ini sangat gugup sekali.


''Tasya Kamu mengenal gadis cantik ini ?'' tanya Maria yang melihat raut gelisah di wajah Sandrina.


''Iya Oma,Dia dulu Kakak kelas Tasya .'' Jawab Tasya tanpa mengalihkan perhatiannya pada Sandrina.


Maria menganggukkan kepalanya dan beralih menatap Andre yang enggan membuka suaranya.


Rania menatap Suami dan anak angkatnya yang sejak tadi diam saja.


''Andre tidak ingin Kau jelaskan siapa Gadis cantik ini ?'' tanya Rania yang sejak tadi diam saja.


''Tasya tadi sudah menyebutkan namanya ,'' sahut Andre dengan malas.


''Mami tahu,lalu hubungan kalian apa ?'' tanya Rania kesal sambil menatap putra angkatnya.


Andre mengatubkan bibirnya,Ia belum siap mengungkapkan pernikahan mereka yang tiba-tiba.


''Kamu kenapa membawa gadis ini ke rumah ?'' tanya Maria yang melihat Andre tidak ingin menjelaskan status gadis yang ada di sampingnya.


''Papi yang suruh .'' jawab Andre santai sambil menatap sekilas Pratama.


''Pi,apa maksud semua ini ?'' tanya Rania sambil menatap suaminya.


''Andre,kenapa Kamu sembunyikan hal sebesar ini kepada kami?'' tanya Pratama akhirnya membuka suaranya.


''Ini sebenarnya ada apa sih ?'' tanya Hendra dengan raut wajah bingung.

__ADS_1


''Iya,Tasya jadi bingung ?'' Tasya menimpali pertanyaan dari Hendra.


''Andre tidak bermaksud menyembunyikan,cuma merahasiakannya saja .'' jawab Andre akhirnya membuat semua yang ada di ruangan itu bertambah bingung.


''Sama saja Andre ,'' ucap Pratama sambil memijat pelipisnya.


''Apa yang sedang kamu sembunyikan Andre ?'' tanya Maria sambil memicingkan matanya.


''Iya Andre,jawab dengan jujur apa yang sedang kamu sembunyikan dari kami ?'' desak Rania sambil menatap tajam Andre.


''Baik-baik Andre ngaku,Sebenarnya Dia Istri Andre .'' Jawab Andre akhirnya.


Rania,Maria,Hendra dan Rara terkejut saat mendengar pengakuan dari Andre.


Sedangkan Tasya tidak menyangka Sandrina menikah dengan Kakak angkatnya.


''Jadi,waktu itu Kamu menikah dengan Kak Andre ?'' tanya Tasya.


''I...iya ,'' cicit Sandrina tidak berani menatap Tasya.


''Kenapa kalian tidak memberitahu Ku kalau ternyata Kamu menikah dengan Kak Andre ?'' tanya Tasya lagi.


''Maaf ,'' cuma kata itu yang keluar dari bibir Sandrina.


''Tasya,jadi Kamu tahu kalau dia sudah menikah ?'' tanya Maria sambil menatap Tasya yang duduk di dekat Rara.


''Iya Oma,tapi Aku tidak tahu siapa pengantin Prianya .'' Jawab Tasya jujur.


''Maaf,Aku baru memberitahu kalian .'' Ucap Andre akhirnya agar tidak di tanya-tanya lagi.


''Andre kapan Kau akan menemui Papa kandungMu ?'' tanya Pratama pada tujuannya kenapa Andre di panggil kemari.


''Papa kandung Andre sudah mati .'' Sahut Andre dengan raut wajah dingin.


Pratama memijit pelipisnya yang berdenyut.


''Andre bagaimanapun dia papa kandung kamu,Kamu harus memberi dia maaf .'' Rania berusaha memberi pengertian kepada Andre.


''Maaf,Andre harus kembali ke apartemen .'' Pamit Andre sambil beranjak dari duduknya.

__ADS_1


''Andre Papi sudah berjanji pada Papa kandung kamu,kalau kamu akan menemui beliau .'' Ucap Pratama.


''Papi yang berjanji,bukan Aku .'' Sahut Andre acuh tak acuh.


''Ayo pulang ,'' Ajak Andre sambil menatap Sandrina yang masih duduk diam di tempatnya.


Andre melangkah keluar terlebih dahulu, Andre menganggap pembicaraan mereka sudah selesai.


''Maaf semuanya,Sandrina pamit pulang dulu .'' Pamit Sandrina tak enak hati.


''Sandrina,tolong bujuk Andre agar mau pulang ke rumah Papa kandungnya .'' Ucap Pratama saat Sandrina akan beranjak dari duduknya.


''Iya,Saya akan berusaha .'' Jawab Sandrina tersenyum canggung.


Sandrina sendiri bingung,untuk memanggil keluarga suaminya apa. Karna Andre tidak ada niatan untuk memperkenalkannya.


Sandrina menyusul Andre yang sudah menunggu di dalam mobil.


Pratama menghembuskan nafas panjang,dan menatap kepergian Andre dan Istri Andre.


''Nak tunggu ,'' panggil Maria saat Sandrina akan masuk ke dalam mobil.


Sandrina menghentikan gerakannya dan menatap Maria dan Rania yang menghampirinya.


''Ini hadiah pernikahan untuk kamu ,'' Maria menyodorkan gelang emas yang di pakainya ke hadapan Sandrina.


''Tidak perlu Nyonya ,'' tolak Sandrina tak enak hati.


''Panggil Oma,jangan Nyonya.dan ini Ambil .'' Maria memaksa Sandrina menerima gelang pemberiannya.


''Terima kasih Oma .'' Jawab Sandrina sambil meneteskan air matanya.


''Dan ini hadiah dari Mami,dan jangan di tolak .'' Rania memberikan kalung yang di pakainya ke hadapan Sandrina dan memaksanya untuk menerimanya.


''Terima kasih Mi .'' Jawab Sandrina sambil meneteskan air matanya.


Sandrina menghapus air matanya dan masuk ke dalam mobil di samping Andre.


Rania dan Maria tersenyum saat Sandrina melambaikan tangannya.Rania dan Maria menatap mobil Andre yang kian menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


Rania dan Maria menatap Pratama dengan tatapan tajam.


Pratama tersenyum kikuk dan segera masuk ke dalam rumah.Ia pun gegas masuk ke dalam ruang kerja,ingin menghindari ke dua wanita yang di sayanginya.


__ADS_2