
''Ayok masuk ,'' suruh Tasya yang melihat Erli diam saja.
Ya mobil mewah yang berhenti di samping Erli adalah mobil yang di tumpangi Tasya.
Erli pun masuk ke dalam mobil saat Tasya membuka pintu mobilnya.
''Di mana ke dua pengawal Kamu itu ?'' tanya Erli saat sudah duduk di samping Tasya dan mobil pun sudah melaju di jalanan.
''Mereka ada pekerjaan lain dari Abang ,'' jawab Tasya tersenyum.
Erli cuma menganggukkan kepalanya.
''Duh Er,Aku senang banget akhirnya Aku terbebas dari kedua pengawal itu ,'' ujar Tasya sambil menyandarkan kepalanya di pundak Erli.
Erli membiarkan Tasya bersandar di bahunya.Mereka pun terdiam tidak ada lagi perbincangan yang keluar dari bibir Erli dan Tasya.
Erli terdiam dan larut dalam lamunannya.
Tasya mengerutkan keningnya saat mendengar Erli menghembuskan nafas panjang.Tasya mendongak dan menatap Erli yang sedang memejamkan matanya.
**
**
**
Sedangkan di tempat lain di sebuah ruangan gedung pencakar langit. Seorang Pria sedang kesal saat mendengar Wijaya sudah keluar dari penjara.Pria itu duduk di kursi kebesarannya dengan memegang gelas cup kopi di tangannya.Pria itu meremas cup berisikan kopi sehingga isinya tumpah dan cup itu pecah menjadi dua.
''Kurang ajar,bagaimana Tua bangka sialan itu bisa secepatnya bebas dari penjara ,'' gumam Pria itu menatap kesal pada cup kopi yang tidak berdosa.
__ADS_1
''Sandi apa Kau.....,'' ucapan Wanita yang baru masuk ke dalam ruangan terhenti saat melihat ruangan Prianya yang kacau.
Ya Pria yang sedang kesal itu adalah Sandi,dan Wanita yang baru masuk adalah kekasih gelap Sandi.
''Ada apa ?'' tanya Wanita itu sambil mendekati Sandi yang sedang kesal.
''Kemarilah ,''
Sandi bukannya menjawab malah menyuruh kekasihnya untuk duduk di pangkuannya.
Wanita itu pun menurut dan langsung duduk di pangkuan Sandi.
''Ada apa , sepertinya Kau sedang kesal ?'' tanya Wanita itu sambil mengalungkan tangannya di leher Sandi.
''Ya Aku sedang kesal,Tua bangka sialan itu sudah keluar dari dalam penjara ,'' jawab Sandi menatap kekasihnya yang ada di depan wajahnya.
''Siapa yang sudah membebaskannya ?'' tanya Wanita itu.
Wanita itu membalas ciuman dari Sandi.
Meninggalkan Sandi dan Wanita yang di ketahui kekasih gelap Sandi sedang mereguk kenikmatan.
Di SMK Pelita.
Erli dan Tasya menyusuri koridor sekolah untuk menuju ke kelas Mereka.
''Erli , Tasya ,'' panggil Linda.
Erli dan Tasya menghentikan langkahnya dan tersenyum melihat Linda yang baru datang dan berlari ke arah Mereka.
__ADS_1
Mereka bertiga pun melanjutkan langkahnya untuk menuju ke kelas Mereka.
Erli menghentikan langkahnya saat tiba-tiba ponselnya berbunyi.Erli mengambil ponselnya dan melihat siapa yang mengirim pesan whatsap padanya.Ia mendengus kesal saat tahu siapa yang mengirim pesan itu,dengan malas Erli membalas pesan itu.
''Dari siapa ?'' tanya Linda penasaran.
''Dari Mama ,'' bohong Erli.
''Oh ,'' Linda menganggukkan kepalanya.
Mereka bertiga masuk ke dalam kelas dan terkejut saat melihat kotak dan coklat ada di atas meja Tasya.
''Ini kotak siapa ?'' tanya Tasya sambil mengangkat kotak itu dan coklat yang ada di atas mejanya.
''Coba lihat ini untuk siapa ,'' ucap Linda sambil mengambil kotak dan coklat yang di pegang Tasya.
Linda melihat nama yang ada di atas kotak itu.
''Ini untuk Kamu dodol ,'' ujar Linda sambil meletakkan kotak itu di hadapan Tasya.
''Dari siapa ?'' tanya Tasya penasaran dari siapa.
''Dari penggemar rahasia Kamu kali ,'' duga Erli sambil duduk di bangkunya di belakang Tasya.
''Ih Aku tidak mau ,'' tolak Tasya sambil meletakkan kotak dan coklat di meja Erli dan Linda.
''Kenapa ?'' tanya Linda yang penasaran kenapa Tasya menolaknya.
''Aku takut Bryan marah ,'' jawab Tasya.
__ADS_1
''Iya benar juga ,'' ujar Erli sambil menganggukkan kepalanya setuju dengan perkataan Tasya.
Sedangkan tidak jauh dari tempat duduk Mereka.Seorang pemuda menatap nanar dan kecewa pada kotak yang tidak di ambil oleh Tasya,malah melainkan kotak dan coklat itu di berikan pada Erli dan Linda.