Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 101.


__ADS_3

Sah...


Teriak semua yang hadir di kamar hotel yang di sulap menjadi tempat pernikahan Andre dan Sandrina.


Sandrina meneteskan air matanya saat kata sah terdengar di telinga nya.Kini status nya sudah berubah menjadi seorang istri.


Erli dan Linda tersenyum bahagia melihat sahabatnya menikah.Erli menoleh di mana suami nya menatap nya.Pandangan Mereka bertemu,Erli buru-buru mengalihkan pandangan nya ke arah lain.


Sandrina mengambil tangan Andre dan lalu Sandrina mencium punggung tangannya.Andre dengan terpaksa membiarkan tangan nya di cium oleh Sandrina.Andre lalu terpaksa mencium kening Sandrina.


''Tahan Dre,biar gue foto dulu sesi ciuman nya .'' Seru Samuel sambil mengeluarkan ponselnya.


''Tidak perlu ,'' tolak Andre sambil menatap tajam Samuel.


''Ah Kau tak asik ,'' ucap Samuel sambil kembali duduk di tempatnya.


''Kau tak tahu saja,Andre kan sifat nya 11,12 sama Bos nya .'' Bisik Angga sambil melirik Re yang berwajah datar.


Samuel melirik Re yang sejak tadi mencuri-curi pandang Erli yang duduk di belakang Sandrina dan Andre.Samuel menggelengkan kepala nya melihat ke duanya seperti orang yang saling tidak mengenal.


Pak penghulu membereskan barang-barang nya ke dalam tas jinjing yang di bawa nya.


''Do,antar pak penghulu sampai di tempat nya ,'' suruh Re menatap Aldo.


Aldo mengangguk,Ia pun beranjak dari duduknya dan ke luar dari dalam kamar hotel bersama pak penghulu.


''Cel,pastikan Andre dan Sandrina sampai di apartemen .'' Titah Re sambil menatap Marcel.


''Kau jangan lupa bonus yang sudah kau janjikan ,'' ingat Marcel.


''Hmmm, sudah Aku tranfer ke rekening kalian semua ,'' Re menunjukkan bukti tranfer lewat ponselnya.


Samuel tersenyum sumringah saat melihat ponsel nya.


Re terlebih dahulu keluar dari dalam kamar hotel.Dan di susul yang lain pun ke luar dari kamar hotel.


''Kak kalian duluan,Aku mau ke kamar mandi dulu .'' Ucap Erli menghentikan langkah semua nya.


''Perlu Kakak tunggu ?'' tawar Angga.


''Tak usah Kak,kakak duluan saja .'' Tolak Erli cepat.


''Baiklah kami tunggu di lobi ,'' Samuel yang mengerti akhirnya menarik Angga untuk masuk ke dalam lift.

__ADS_1


Angga menatap kesal Samuel yang menariknya paksa masuk ke dalam lift. Linda,Andre,Sandrina dan Marcel juga segera masuk ke dalam lift membiarkan Erli sendiri di dalam kamar.Sedangkan Re entah kemana pergi nya setelah keluar dari dalam kamar.


Erli masuk ke dalam kamar mandi dan mencuci wajahnya yang sembab,Ia menangis bukan karna di abaikan oleh Re.Tapi dirinya menangis teringat papa nya yang sedang terbaring koma.


''Pa,Erli rindu sama papa,kapan papa akan sadar ?'' gumam Erli sambil menatap pantulan dirinya di depan cermin kamar mandi.


Erli membenarkan riasan nya,Ia pun teringat di bawah sana teman nya pasti sedang menunggu.


Cklek.


Erli membuka pintu kamar mandi dan terkejut saat melihat pria yang berstatus suami nya duduk di tepi ranjang sedang menatap benda pipih yang ada di tangannya.


Erli terdiam di tempatnya berdiri.Sudah satu minggu ini dirinya tidak melihat Pria tampan yang berstatus suaminya.


Re mengalihkan perhatiannya pada benda pipih yang ada di tangan nya.Re mengerutkan keningnya saat melihat Erli diam saja berdiri di depan pintu kamar mandi.


Re beranjak dari duduk nya dan Ia pun menghampiri Erli yang terdiam mematung di depan pintu kamar mandi.


''Kau merindukan Ku, hem ?'' tanya Re tepat berada di depan Erli.


Erli terkesiap,Ia tidak menyadari kalau Re sudah berdiri di depan nya.Erli mendorong dada Re agar tidak menghalangi langkahnya.


''Kau tidak ingin berterima kasih pada Ku,hem ?'' ujar Re sambil menarik tangan Erli sehingga Erli jatuh di pelukan Re.


''Terima kasih untuk apa ?'' tanya Re tepat di telinga Erli.


''Terima kasih untuk semua nya,karna Abang sudah mau membiayai pengobatan papa dan sudah mau membujuk teman Abang untuk bertanggung jawab .'' Jawab Erli sambil berusaha melepas tangan Re yang memeluknya dari belakang.


''Itu semua tidak gratis sayang ,'' Ucap Re sambil membalik tubuh Erli untuk menghadap nya.


Glek


Erli menelan salivanya susah,saat tatapan ke dua nya bertemu.


Erli memalingkan wajahnya untuk tidak menatap lebih lama wajah Re.


''Bang...,pasti teman-teman sudah menunggu di lobi ,'' ucap Erli saat teringat teman-teman nya yang tengah menunggu Mereka di lobi.


''Biarkan saja ,'' ucap Re tanpa mengalihkan pandangan nya yang menatap wajah cantik Erli.


''Tapi bang....,'' ucapan Erli tak di teruskan saat jari Re tepat berada di depan bibir nya.


''Abang mau apa ?'' tanya Erli saat melihat Wajah Re mendekat ke arahnya.

__ADS_1


Re cuma tersenyum menatap Erli yang ketakutan.


Erli reflek memundurkan langkahnya saat Re mendekatkan wajahnya ke ke hadapan Erli.


Punggung Erli membentur dinding sehingga Erli tidak bisa bergerak ke mana-mana.


Re tersenyum jail dan senang saat melihat Wajah Erli yang ketakutan.


Re segera menghimpit tubuh Erli dengan tubuh kekarnya.


Erli menundukkan kepalanya tidak berani menatap wajah Re,Erli gugup dan takut kalau Re meminta hak nya.


''Aku mau minta bayaran Ku ,'' bisik Re tepat di telinga Erli.


Erli membulatkan ke dua bola mata nya saat Re meminta bayaran dari nya.Erli memberanikan menatap wajah tampan Re yang tepat di depan wajah nya.


''Aku harus membayar dengan apa Bang ?'' tanya Erli sambil menatap Wajah Re.


Re tersenyum dengan seringaian kecil di bibirnya.


''Gampang saja,kau hanya perlu membayar Ku dengan ini .'' Sahut Re sambil menunjuk pipinya dengan jari telunjuk nya.


Erli terkejut dan terdiam Ia ragu untuk mencium seorang Pria.Walaupun cuma di pipi bukan di bibir menggoda Pria itu.


Re kembali tersenyum menyeringai saat melihat Erli yang terdiam.


''Aku bisa saja menghentikan pengobatan papa Mu sekarang juga,'' bisik Re menyadarkan Erli dari keterkejutan nya.


Erli menghembuskan nafas panjang,lalu Ia beranikan diri untuk mencium suaminya.


''Ayo Erli,ini cuma di pipi saja bukan di bibir nya,lagian dia suami kamu ,'' gumam Erli dalam hati sambil menatap Re yang ada di hadapan nya.


Erli mendekatkan bibir nya ke pipi Re,tanpa di duga Re mengarahkan bibir nya ke bibir Erli sehingga bibir mereka menyatu.


Erli membulatkan matanya saat bibirnya menyatu dengan bibir Re.tiba-tiba jantung nya berdetak dua kali lebih kencang dari sebelum nya.


Re menekan tengkuk Erli,ketika Erli akan menyudahi ciuman nya.


Re ******* bibir Erli.Tubuh Erli serasa lemas saat mendapat ciuman mendadak dari Re.Erli memegang kuat jas Re.


Re menyudahi ciuman nya.Wajah ke duanya memerah dan nafas keduanya tersengal,ke dua nya pun mengatur nafas mereka secara bersamaan.


Re mengusap bibir Erli yang membengkak karna ulahnya.

__ADS_1


__ADS_2