Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab.167.


__ADS_3

Ibu pemilik warung dan anaknya dengan terburu-buru meninggalkan warungnya. tanpa Mereka sadari seorang Pria membuntuti Mereka.


Ibu pemilik warung berhenti dan menengok ke belakang,dia mempunyai firasat seperti sedang di ikuti oleh seseorang.


Ibu pemilik warung itu melanjutkan langkahnya untuk menuju ke rumahnya, dengan menggenggam tangan anaknya. Sesampainya Mereka di rumah,Mereka masuk ke dalam rumah dan menutup pintu dengan rapat.


"Ada apa Bu ?'' Tanya Gadis yang seumuran Erli saat melihat Ibunya yang mengintip dari jendela.


''Tidak ada apa-apa ,'' sahut Ibu pemilik warung. ''Kata adikMu ada gadis kota mana?'' tanya Ibu pemilik warung.


Erli keluar dari kamar.


''Erli,sini .'' Panggil Siti sambil menatap pintu kamarnya.


Erli keluar dari kamar siti.


''Saya Erli Bu ,'' ucap Erli sambil mengambil tangan wanita paruh baya dan mencium punggung tangannya.


''Teh,tadi ada orang kota di warung Ibu.'' Bocah cilik bernama Ahmad memberitahu apa yang Ia lihat di warung.


''Orang kota ,'' dahi Erli mengernyit.


''Apa mungkin Abang yang mencariku.'' batin Erli bertanya.


''Tapi Mereka membawa senjata Teh .'' Ucap Ahmad lagi.


''Ibu tidak kenapa-napa kan?dan Mereka tidak menyakiti Ibu kan ?'' tanya Siti sambil memeriksa tubuh Ibunya.


''Ibu tidak apa-apa,mereka tidak menyakiti ibu .'' Jawab Ibu pemilik warung dengan cepat.


''Syukurlah Bu,Ibu tidak kenapa-napa .'' Ucap Erli menghembuskan nafas lega.


Erli membantu Siti untuk menyiapkan makan malam untuk Mereka.

__ADS_1


Malam hari di warung.


Re menatap pohon-pohon karet yang ada di depannya,tangannya Ia letakkan di belakang tubuhnya.


Marcel menghampiri Re dan berdiri di sampingnya.


"Mau rokok ,'' tawar Marcel sambil menyodorkan rokok di hadapan Re.


Re mengambil satu batang rokok dan memasukkan ke dalam mulutnya,dan menyalakan rokok itu.Setelah itu Re menghembuskan asap rokok lewat mulutnya,Ia kembali menghisap rokok itu sambil pandangannya lurus ke depan.


Naya menghampiri Re dan Marcel.


"kalian di sini rupanya," ucap Naya sambil berdiri di samping Re.


Re diam saja tidak menghiraukan ucapan Naya,Ia hanya menikmati rokoknya.Tanpa ada niatan untuk meladeni Naya.


Marcel melirik sekilas Naya dan berlalu meninggalkan mereka berdua.


"Re apa Kau ingat sewaktu kuliah dulu, kau dengan berani mengungkapkan perasaanMu di hadapan semua mahasiswa yang sedang camping." Ucap Naya mencoba mengingatkan saat Mereka masih kuliah dulu.


"Ya Aku sangat mengingatnya,Kau dengan teganya mempermalukan ku karena diriKu culun.Itu benarkan?" Re menyunggingkan senyum tipis sambil menatap sekilas Naya.


''Maafkan Aku,Aku menyesal.Kita bisa memulainya dari awal,jika kamu mau?'' tawar Naya sambil menatap Re.


''Sayangnya,Aku tidak mau.'' Sahut Re menyunggingkan senyum tipis.


"Aku tahu kau pasti tidak mencintai Adik Ku,Kau hanya ingin membalas dendam padaKu kan?'' tebak Naya.


''Dengar Naya,Aku mau suka dengan Adik Mu atau tidak itu bukan urusan Mu.'' Ucap Re dengan dingin.


Re membuang puntung rokok di atas tanah,lalu Ia menginjaknya sampai padam.


Re berlalu pergi meninggalkan Naya sendiri di samping warung.

__ADS_1


Naya mengejar Re dan.


Grep.


Naya memeluk Re dari belakang.


Re dengan menahan amarahnya, melepas tangan Naya yang memeluk tubuhnya.Setelah terlepas dari pelukan Naya,dengan langkah lebar Re bergegas masuk ke dalam warung.


Re menatap Tasya yang sudah terlelap tidur.


"marcel,Antarkan adik dan sahabatnya kembali ke kota." Suruh Re menatap Marcel.


Re menggendong Tasya dan memindahkannya ke dalam mobil.


Linda yang terbangun,tanpa mengatakan apa-apa Ia ikut masuk ke dalam mobil.


''Nay,pulanglah bersama Mereka.'' Suruh Re tanpa menatap Naya.


''Tidak mau Re,Aku ingin bersama Kamu. Menemani Kamu di sini." Tolak Naya dengan cepat.


''Marcel,bawa dia pergi dari sini.Aku tidak ingin melihatnya ada di sini.'' Ucap Re dengan dingin.


''Baik Re.'' Jawab Marcel.


Marcel menatap Naya yang enggan meninggalkan Re di sana sendiri.


''Ayo Naya ,'' ajak Marcel sambil membuka pintu mobil kemudi.


Dengan terpaksa Naya masuk ke dalam mobil milik Marcel,dan duduk di samping Marcel.


Naya sebenarnya tidak rela jika Re nantinya menemukan Erli,dia sudah susah payah untuk menyingkirkan Adiknya dalam kehidupan Re.


Re menatap kepergian mobil Marcel,Ia berharap secepatnya menemukan Erli.

__ADS_1


__ADS_2