
Re yang memang kebetulan tengah melewati jalan di mana kediaman Wijaya berada.Re langsung menginjak pedal gas mobil yang tengah di kendarai nya dengan kecepatan tinggi setelah mendapat telpon dari gadisnya.
Erli menunggu dengan cemas di depan pintu rumahnya setelah dengan terpaksa dirinya menelpone Re.Erli sesekali menatap Papanya yang tengah tidak sadarkan diri di kursi roda miliknya.
Erli tidak tahu kemana perginya Naya yang ingin mencari bantuan tapi tak kunjung juga dirinya kembali.
''Erli,di mana Kakak Mu kenapa tak kunjung kembali ?'' tanya Tari yang cemas atas keadaan Suaminya.
Erli cuma bisa menggelengkan kepalanya dan menatap sedih Papanya yang tak juga mendapat pertolongan.
Erli tersenyum saat melihat mobil milik suaminya tiba di depan rumahnya.
''Bang,tolong Papa ,'' ucap Erli sambil menghampiri Re yang baru keluar dari dalam mobil,
''Papa akan baik-baik ,'' ujar Re sambil langsung masuk ke dalam rumah dan di ikuti oleh Erli.
''Er...ini....,''
''Nanti Erli jelasin Ma ,'' potong Erli cepat saat mamanya ingin menanyakan siapa laki-laki yang baru datang itu.
Re langsung membawa Wijaya ke dalam mobilnya.Tari pun ikut duduk di samping Wijaya.
Sedangkan Erli duduk di samping Re.
Re langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit miliknya.
Re langsung menghubungi staf rumah sakit untuk menyiapkan peralatan untuk segera menangani Wijaya.
Erli menatap sedih papanya yang masih tidak sadarkan diri.
Sedangkan Naya yang sudah berhasil membujuk Sandi untuk membawa Papanya kerumah sakit,terkejut saat tidak mendapati Mama,Papa dan Adiknya berada.Begitu pun dengan Sandi yang juga ikut terkejut saat mendapati ruang keluarga yang kosong.
''Kau membohongiKu Naya ,'' hardik Sandi sambil mencengkram rahang Naya.
''Aku tidak tahu Sandi ,'' ucap Naya sambil melepas cengkraman tangan dari Sandi.
Sandi pun melepas cengkraman tangannya yang mencengkram rahang Naya.Dengan menahan amarah karna rencananya tidak berhasil Sandi pun akan keluar dari kediaman Wijaya.
''Tunggu Sandi ,'' suruh Naya menghentikan langkah Sandi.
Sandi menoleh dan menatap tajam Naya yang sedang menatapnya.
''Bagaimana dengan rumah ini ?'' tanya Naya yang takut akan kehilangan semua harta miliknya.
__ADS_1
''Aku beri Kamu waktu sampai besok, Adik Mu sudah harus ada di ranjang Ku .'' Ucap Sandi mengingatkan Naya atas janjinya.
''Iya Aku janji ,'' jawab Naya.
''Bagus ,'' ucap Sandi sambil berlalu pergi meninggalkan kediaman Wijaya.
''Maafkan Aku dek,Aku tidak mau jatuh miskin .'' Gumam Naya sambil menghapus air matanya,
Sesampainya mobil Re di depan rumah sakit milik Re.Perawat pun segera membawa brankar di samping mobil Re. Setelah Wijaya di baringkan di atas brankar,Pria tampan dengan mengenakan jas putih mengarahkan perawat yang mendorong brankar Wijaya ke salah satu ruangan yang ada di dalam rumah sakit.
Sedangkan Erli,Re dan Tari mengekor di belakangnya sampai di depan pintu ruangan.
Erli menatap sendu papanya yang di bawa masuk ke dalam ruangan dan seorang suster segera menutup pintu itu.
Tari mandar-mandir di depan pintu yang di dalamnya suaminya tengah di periksa.
''Ma,duduk dulu,pasti papa baik-baik saja ,'' ajak Erli sambil membawa Mamanya duduk di salah satu kursi yang tidak jauh dari mereka.
Awalnya Tari enggan untuk duduk,tapi melihat Putrinya yang terus membujuknya dan berusaha menenangkan nya, akhirnya Tari pun menuruti kemauan putrinya untuk duduk di kursi tunggu yang ada di ruangan itu.
Setelah Re kembali dari mengurus administrasi pasien,Re menghampiri Erli dan Mama nya yang tengah duduk gelisah sambil menatap pintu ruangan yang tertutup.
Erli menoleh dan menatap Re yang tengah menatapnya.
''Ma,sebentar ya ,'' izin Erli.
Erli berdiri dari duduknya dan menghampiri Re yang tengah menatapnya.
Sesampainya di depan Re.
''Bang,terima kasih sudah mau membawa papa ke rumah sakit ,'' ujar Erli sambil meneteskan air matanya.
''Hai,tak usah berterima kasih seperti itu.'' Re menghapus air mata Erli yang jatuh di pelupuk matanya dengan jempol tangannya,
''Aku takut Papa....,'' Ucapan Erli tidak diteruskan saat telunjuk Re tepat di depan bibir Erli.
'Stt,Aku tidak mau dengar apa-apa .'' cegah Re sambil menempelkan jari telunjuknya di depan bibir Erli.
Ingin rasanya Re memeluk Erli sekarang juga dan menenangkan gadisnya.Tapi Ia menahannya untuk memeluk gadisnya.
Sebenarnya malam ini dirinya ingin mengatakan tentang pernikahan mereka di hadapan Wijaya.
Cklek.
__ADS_1
Pintu ruangan terbuka,seorang Pria tampan keluar dari dalam ruangan itu dan menutup kembali pintu itu.
Tari langsung berdiri dan menatap Dokter muda itu.
Erli dan Re langsung menghampiri Dokter muda itu.
Sebenarnya Dokter muda yang tak lain adalah Angga.Sedang menerka-nerka ada hubungan apa Re dengan gadis yang di lihatnya di acara pernikahan Sandrina dan Andre itu.
''Dok,bagaimana keadaan Suami saya ?'' tanya Tari.
Dokter muda itu tidak menjawab pertanyaan dari Tari.
''Ehemm ,'' Re berdehem dengan keras untuk menyadarkan Angga dari diamnya.
Angga tersentak kaget saat mendengar deheman dari Re.
''Eh,maaf Nyonya,Nyonya bertanya apa ?'' tanya Angga sambil tersenyum kikuk.
''Bagaimana keadaan Suami Saya ?'' tanya Tari lagi mengulangi pertanyaan nya.
''Suami Nyonya sudah melewati masa kritisnya,dan akan segera di pindahkan ke kamar pasien .'' Jawab Angga sambil menjelaskan keadaan Wijaya.
''Syukurlah terima kasih ,'' ucap Tari bernafas lega saat mendengar suaminya baik-baik saja.
Angga pun membalas dengan senyumam.Angga tidak jadi membuka mulutnya saat ingin menyapa Erli,dan melihat Re menatapnya dengan tajam.
''Kalau begitu Saya permisi Nyonya ,'' pamit Angga.
Angga pun berlalu pergi ingin kembali ke ruangannya.
Saat itu Angga yang tengah menikmati hari liburnya,mengumpat kesal Aldo saat dirinya di bawa paksa datang ke rumah sakit.Siapa lagi kalau bukan Bos lucnatnya yang menyuruhnya untuk datang ke rumah sakit.
''Aku tunggu di ruanganKu ,'' bisik Angga saat tepat di sebelah Re.
''Hmmm .'' Re cuma menjawab dengan deheman.
Tari menatap Pria tampan yang seumuran dengan putri pertamanya dan tersenyum menatap Pria itu.
''Terima kasih sudah mau menolong Kami ,'' ucap Tari sambil tersenyum tulus menatap Re.
''Tidak perlu berterima kasih Bu,Kita kan keluarga .'' Ujar Re sambil tersenyum.
Erli melotot kan matanya saat Re mengatakan kita keluarga.Dengan tidak secara langsung Re mengatakan bahwa mereka memiliki hubungan.
__ADS_1
''Keluarga,maksud Kamu ?'' tanya Tari yang tidak mengerti dengan ucapan Pria tampan itu.
''Ma,lihat Papa akan di pindahkan ke ruangan pasien .'' Ucap Erli mengalihkan pembicaraan Mamanya,saat melihat Papanya di bawa keluar dari ruangan ICU.