Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 8


__ADS_3

Seorang Gadis sedang menatap dirinya di pantulan cermin yang ada di ruang ganti di dalam bar.Ia menghembuskan nafas kasar saat melihat penampilannya yang menurutnya seksi.


''Apa Aku harus memakai pakaian ini ,'' Gumam Gadis itu yang tak yakin dengan pakaian yang menurutnya terbuka itu.


''San,di panggil Bos .'' Panggil rekannya yang baru masuk ke ruang ganti.


Gadis yang bernama Sandrina itu berbalik dan tersenyum melihat rekannya yang berdiri di depan pintu.


Rekannya juga memakai pakaian yang terbuka dan juga seksi.


''Kau nantinya akan terbiasa San dengan pakaian terbuka itu ,'' ucap rekannya yang melihat Sandrina risih memakai pakaian terbuka seperti itu.


''Iya Aku mengerti Din ,'' jawab Sandrina tersenyum menatap Dina.


''Kalau Kau mau mundur tak apa,nanti Aku akan bilang sama Bos .'' Ucap Dina yang mengerti kegelisahan di wajah Sandrina.


''Tak apa,Aku butuh pekerjaan ini.'' Jawab Sandrina yakin dengan keputusannya. ''Dan Bos juga tahukan Aku cuma bekerja sebagai pengantar minuman, tidak melayani Pria-Pria hidung belang ?'' tanya Sandrina.


''Ya Kau tenang saja,Bos sudah tahu .'' Jawab Dina.

__ADS_1


Sandrina pun melangkah keluar dari ruang ganti menuju ke ruangan Bosnya yang ada di lantai dua bar.


Dina menatap kepergian Sandrina yang semakin menghilang di balik pintu kaca yang menghubungkan ke lantai dua.


Dina menghembuskan nafas kasar,Ia harus segera menemui pelanggannya yang ada di lantai bawah.


Sesampainya Sandrina di depan pintu ruangan Bosnya,Ia membenarkan penampilannya terlebih dahulu.


Tok...Tok...Tok...


Dengan ragu-ragu Sandrina mengetuk pintu ruangan Bosnya.


Sandrina memberanikan diri untuk masuk ke dalam ruangan Bosnya.


Cklek


Sandrina membuka pintu yang ada di depannya.Ia melihat seorang Pria muda duduk di kursi kebesarannya sedang menatap ke arahnya.


''Silahkan duduk ,'' suruh Pria itu sambil menunjuk kursi kosong yang ada di depannya.

__ADS_1


Sandrina pun mengangguk dan Ia melangkah menuju kursi kosong yang ada di depan meja Pria itu.


''Silakan Kau baca surat kontrak perjanjian kerja di bar ini ,'' ucap Bosnya yang bernama Andi sambil melempar map di atas meja.


Sandrina mengambil map yang di lemparkan oleh atasannya itu di atas meja,dengan ragu-ragu Ia membuka satu persatu lembar demi lembar yang ada di dalam map itu.Sandrina menelan salivanya susah saat membaca nominal denda yang harus Ia bayar jika Ia mengundurkan diri dari pekerjaannya.


''Bagaimana apa Kau setuju dengan isi surat perjanjian itu ?'' tanya Andi dengan seringaian licik di bibirnya.


''Saya tidak keberatan dengan isi surat perjanjian ini,asal bapak menepati janji bapak .'' Jawab Sandrina tanpa ragu lagi.


''Baik,saya setuju dengan syarat yang Kau berikan tempo lalu,dan Saya berjanji tidak menyuruh Kamu untuk melayani Pria sampai ke ranjang,Kamu hanya akan melayani Mereka minum dan menemani Mereka mengobrol .'' Ucap Andi memenuhi Syarat dari Sandrina.


''Terima kasih Pak,'' ucap Sandrina tersenyum menatap Bosnya.


''Silahkan Kamu tandatangani surat itu ,'' suruh Andi sambil menyodorkan pulpen ke hadapan Sandrina.


Sandrina tanpa ragu menerima pulpen yang di sodorkan oleh Andi dan menandatangani surat itu tanpa berpikir resiko apa yang akan diterimanya jika dia bekerja di bar itu.


''Dan satu lagi,jangan salahkan bar ini dan menuntut jika terjadi sesuatu pada diri Kamu nantinya saat Kamu melayani tamu,karna itu bukan tanggul jawab Kami lagi .'' Ujar Andi saat melihat Sandrina sudah menandatangani surat itu.

__ADS_1


Sandrina terkejut dan terdiam kala mendengar ucapan atasannya itu.Ia tidak berpikir sejauh itu,yang Ia pikirkan mendapat pekerjaan dan bisa membantu pengobatan Ibunya yang harus segera di operasi.


__ADS_2