Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 33


__ADS_3

Mobil yang di kendarai Re tepat berhenti di parkiran Perusahaan milik wijaya.Ia keluar dari dalam mobil miliknya dan menuju ke dalam perusahaan milik Wijaya.Re langsung menuju lift khusus ceo.


Saat lift tertutup,Naya keluar bersama dengan Sandi dari dalam lift karyawan.


Re menekan tombol lantai 40 di mana ruangan Wijaya berada.Sesampainya Re di lantai 40 Ia keluar dari dalam lif dan menuju ke ruangan Wijaya.


Tanpa mengetuk pintu Re langsung masuk ke dalam ruangan Wijaya.


Wijaya yang mendengar pintu ruangannya di buka dari luar langsung menoleh dan terkejut melihat kedatangan Putra dari Pratama.


Re langsung duduk di depan kursi yang ada di hadapan Wijaya.


''Bagaimana apa uangnya sudah ada ?'' tanya Re tanpa basa basi.


Wijaya terdiam dan menelan salivanya susah saat berhadapan dengan Pria yang tak berperasaan ini.


Wijaya yang pusing dari kemarin bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan uang dengan cepat pun memutuskan untuk pasrah bila Ia harus masuk penjara.Ia tidak rela jika putri bungsunya menikah dengan Pria seperti itu.


Re yang melihat Wijaya terdiam,tersenyum tipis saat sudah tahu jika Wijaya belum bisa mengumpulkan uang sebanyak itu dalam dua hari.


''Apa Anda akan menerima Syarat dari Saya ?'' tanya Re sambil tersenyum tipis menatap Wijaya.


''Terima kasih atas tawarannya, tapi Saya lebih baik di penjara dari pada membiarkan putri Saya menikah dengan Anda ,'' jawab Wijaya menatap dingin Pria yang ada di hadapannya.

__ADS_1


Re tersenyum sinis saat mendengar jawaban dari Wijaya yang tidak memuaskan baginya.


''Oke kalau itu mau Anda,bersiaplah masuk penjara Tuan Wijaya terhormat ,'' ucap Re dingin sambil beranjak dari duduknya untuk keluar dari ruangan Wijaya.


Saat tiba di luar Re menelpon pengacaranya untuk mengurus ke kantor polisi.


Re bergegas masuk ke dalam lift khusus CEO untuk turun ke lobi.Saat tiba di lobi.


Deg.


Naya yang baru masuk ke dalam kantor setelah makan siang bersama Suaminya terkejut melihat Pria yang baru keluar dari lift khusus Ceo.


Sandi yang tidak mengenali Re bertanya-tanya siapa Pria ini.Sedangkan Naya yang melihat Re langsung melepaskan tangannya yang di pegang Sandi.


Sandi menatap Naya yang diam setelah melihat Pria itu.


''Naya, apa Kau mengenal Pria itu ?'' tanya Sandi sambil menepuk bahu Istrinya.


Naya yang di tepuk bahunya tersadar dari lamunannya.


''Aku tidak mengenalnya ,'' jawab Naya pura-pura tidak mengenal Pria itu.


Tidak mungkin kan Naya bilang itu Re,sudah di pastikan Sandi pun tidak akan percaya dengan perkataannya.Karna setahu Sandi dan teman-temannya Re adalah Pria culun.

__ADS_1


Re masuk ke dalam mobilnya dan menunggu pertunjukkan yang akan segera di mulai.


Ia pun melihat Arlojinya yang melingkar di pergelangan tangannya dan mulai menghitung mundur angka dari bibirnya menunggu beberapa detik lagi polisi datang dan membawa Wijaya.


Re tersenyum saat melihat mobil polisi datang.


Semua karyawan Wijaya menatap heran polisi yang masuk ke dalam perusahaan Mereka.Dan terlebih mencari ruangan Wijaya.


Naya dan Sandi yang melihat dua orang polisi masuk ke dalam kantor terkejut dan bertanya-tanya ada apa ini sebenarnya.


Sekertaris Wijaya membawa dua polisi itu ke dalam ruangan Wijaya.


Wijaya terkejut dengan kedatangan ke dua polisi yang ada di ruangannya.


Wijaya pun pasrah dirinya di bawa keluar dari ruangannya mengikuti ke dua polisi itu.


''Pa ada apa ini ?'' tanya Naya yang terkejut melihat Papanya di bawa polisi.


Wijaya tersenyum menatap Naya.


''Pak Polisi,apa salah Papa Saya,kenapa Papa Saya di tangkap ?'' tanya Naya mencegah polisi itu untuk membawa Wijaya.


''Sebaiknya Anda tanyakan pada Pria yang ada di dalam mobil itu ,'' tunjuk salah satu Polisi pada mobil yang terparkir di sana.

__ADS_1


Naya melihat arah tunjuk polisi itu dan terkejut setelah tahu siapa pemilik mobil itu.


__ADS_2