
Re duduk dengan tenang di kursi penumpang di dalam mobil.Sesekali Ia menatap arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.Ia menatap malas pada dua mobil yang baru berhenti tepat di samping mobil miliknya.
Ke dua pemilik mobil itu keluar dari dalam mobil dengan wajah yang was-was.Andre dan Samuel langsung menatap was-was,Re yang baru keluar dari dalam mobil.
Ini belum 15 menit kan,pikir Mereka.
''Kalian berdua terlambat 3 menit,'' ujar Re sambil menatap arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.
Andre dan Samuel buru-buru menatap arloji yang melingkar di pergelangan tangan Mereka.
''Hai Kau salah,Kami tidak telat.di jam milikKu,kami datang kurang 5 menit.'' Elak Samuel yang tidak terima di katakan telat.
Dia sudah datang terburu-buru tadi dan meninggalkan beberapa berkas kasus yang akan di tanganinya nanti.Dan dengan seenaknya saja Re mengatakan dirinya telat.
''Kau menyalahkan jam tangan milikKu,'' ujar Re sambil menyipitkan matanya.
''Sudah-sudah,kita Akui Kita yang telat dan jam tangan milikMu yang benar.'' Potong Andre cepat saat Samuel ingin menyangkalnya lagi.
''Di mana Marcel ?'' tanya Re saat tidak melihat mobil Marcel.
''Sepertinya dirinya sibuk,tidak seperti diriMu yang pengangguran.'' Sindir Samuel.
''Ingin Ku pecat Kau,di sini Aku juga sedang bekerja.'' Geram Re yang tidak terima dirinya di bilang pengangguran.
''Lantas sedang apa Kita di sini ?'' tanya Samuel yang tidak mengerti mengapa Mereka berada di depan Mansion mewah milik Edward.
''Sudahlah jangan banyak bertanya,nanti juga Kau akan tahu.'' Sahut Andre sambil merangkul bahu Samuel untuk mengikutinya.
Re sendiri sudah terlebih dulu melangkah menuju pintu Mansion meninggalkan Andre dan Samuel.
Sedangkan Aldo menunggunya di dalam mobil.
__ADS_1
Re memencet bel yang ada di atas dinding di dekat pintu,tidak lama kemudian pintu terbuka.
Seorang Pria menatap malas pada Pria yang sedang berdiri di depan pintu Mansion miliknya,dan di belakangnya 2 Pria yang sedang tersenyum menatapnya.
''Pulanglah,Aku sedang tidak menerima tamu.'' Usir Pria itu sambil ingin menutup pintu.
Re yang sudah menebak Pria yang ada di hadapannya akan menutup pintu,Re memasukkan kakinya ke celah pintu agar pintu tidak tertutup.
''Ed,seperti inikah caraMu memperlakukan tamu?'' Andre menatap tajam Edward dan mendorong pintu itu agar terbuka.
''Aku sudah bilang Aku sedang tidak menerima tamu,apa kalian tuli.'' Ketus Edward yang sebenarnya sangat lelah dengan permasalahan yang terjadi.
Re langsung menerobos masuk melewati Edward begitu saja.
''Hai,Aku belum menyuruhMu untuk masuk!'' Geram Edward yang melihat Re dengan seenaknya saja masuk kedalam rumahnya.
''Ayolah kawan,Kami tidak membutuhkan izinMu untuk masuk.'' Ucap Samuel sambil menepuk bahu Edward.
''Hai di sini sebenarnya Tuan rumahnya siapa?'' Geram Edward melihat kelakuan temannya yang tidak pernah berubah.
Edward menghembuskan nafas panjang sambil menatap kesal ke tiga orang yang sedang duduk di ruang tamu miliknya.
''Lihat Mereka,seolah-olah ini rumah mereka saja.'' Ucap Edward dalam hati sambil menatap kesal ke tiga Pria yang duduk santai di ruang tamu.
Sedangkan ke tiga Pria itu tidak peduli dengan tatapan Edward.
''Ayolah duduk kemari,apa Kau akan terus menjaga pintuMu itu.'' Ledek Samuel.
''Sialan,siapa sebenarnya pemilik rumah di sini.'' Umpat Edward sambil melangkah di mana para temannya sedang duduk.
''Cepat katakan,ada keperluan apa kalian datang kemari?'' tanya Edward setelah menjatuhkan bokongnya di kursi sofa di dekat Re.
__ADS_1
''Kau tidak ingin menawari Kami minuman?'' tanya balik Samuel tidak mengubris pertanyaan dari Edward.
''Ckk ,'' Edward berdecak sambil memutar bola mata malas.
''Karin.....,'' panggil Edward.
''Iya...,'' jawab Karin yang baru saja keluar dari kamar.
''Buatkan ketiga tamuKu kopi,'' suruh Edward.
Karin mengangguk dan Ia ingin berbalik menuju dapur,langkahnya terhenti saat Edward mengatakan sesuatu.
''Jangan lupa Kau campurkan sianida ke dalam minuman Mereka.'' Pesan Edward sambil tersenyum menyeringai ketiga sahabatnya.
Karin menatap bingung Edward.
''Cepat kerjakan jangan banyak bertanya.'' Potong Edward saat melihat wajah bingung Karin dan sepertinya Karin akan mengucapkan sesuatu.
Karin mengatupkan bibirnya dan Ia segera masuk ke dalam dapur,dan membuat kopi untuk suami dan para ketiga sahabat suaminya.
''Kau ingin membunuh Kami Ed?'' tanya Andre yang sebenarnya dia tahu Edward cuma bercanda.
''Biar kalian cepat enyah dari sini.'' Sahut Edward sambil menatap sekilas Re yang diam saja sejak tadi.
Re sama sekali tidak terpancing dengan perdebatan Mereka.
''Daddy....!'' teriak bocah kecil berumur 5 tahun sambil berlari dari ruang keluarga di ikuti pengasuhnya di belakang.
Re dan yang lainnya menoleh dari sumber suara itu berasal,Mereka terkejut melihat bocah kecil yang berlari dan langsung memeluk kaki Edward.
''Dia siapa?apa dia anakMu?'' tanya Re reflek sambil menatap bocah kecil itu.
__ADS_1
Edward sebenarnya ingin mengelak,tapi temannya sudah melihatnya dan tidak mungkin Ia menutupi pernikahan yang selama ini di sembunyikan dari keluarga dan para sahabatnya.