
''Pak dudung memang tugasnya menutup pintu dodol ,'' ketus Tasya sambil membuka pintu mobil milik Linda dan segera keluar sebelum terlambat masuk ke kelas.
''Pak , maafin teman Saya ya !'' teriak Erli ketika berada di parkiran.
Pak dudung yang masih shok cuma bisa menganggukkan kepalanya.
''Ayo buruan , Kita hampir telat ,'' ajak Linda sambil berlari menuju ke kelas Mereka.
Pak Dudung cuma bisa menghela nafas panjang melihat kelakuan para murid yang kadang membuatnya jengkel.Ia pun kembali melanjutkan menutup pintu gerbang.
Tiba-tiba Ia di kagetkan dengan suara klakson motor.
Tin..Tin...
''Ee , kodok , monyet ,'' latah Pak Dudung saat mendengar bunyi klakson motor tiba-tiba.
Pak Dudung cuma bisa, menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Para Anak murid yang memakai motor dan langsung menerobos masuk tanpa meminta maaf .
''Lo den Gibran juga terlambat ?'' tanya Pak Dudung saat melihat Gibran yang baru masuk melewati pintu gerbang sekolah .
''Iya Pak, Saya bangun kesiangan ,'' jawab Gibran berkata jujur.
Pak Dudung menatap Gibran yang menuju parkiran. Pak Dudung pun langsung menutup pintu gerbang sekolah.
__ADS_1
Erli,Tasya,dan Linda berlari ke kelas Mereka,dan Sialnya pintu kelas Mereka sudah tertutup rapat. Sudah di pastikan Pak Tigor ada di dalam kelas Mereka.
''Siap-siap terkena hukuman ,'' ledek Meta yang baru keluar dari dalam kelas untuk pergi ketoilet.
Linda mendengus kesal menatap punggung Meta yang menjauh darinya.
''Sial ,'' umpat Bryan dan teman-temannya yang melihat pintu kelasnya sudah tertutup,terlebih di depan kelasnya ada gadisnya berdiri di situ.
Teman-teman Bryan menatap heran Bryan yang berhenti tidak jauh dari kelasnya.Mereka pun menyadari kenapa Bryan berhenti rupanya Tasya berhenti di depan kelas Mereka.
Gibran menyunggingkan senyum tipis saat melihat Bryan tidak jadi masuk ke dalam kelas dan memilih pergi ke toilet.
Gibran melanjutkan langkahnya dan berdiri di samping Linda,Tasya,dan Erli yang cuma memandangi pintu kelas Mereka tanpa ada niatan untuk mengetuk pintu yang ada di depannya.
''Kenapa Kalian belum masuk ?'' tanya Gibran mengagetkan Mereka bertiga.
Gibran cuma tersenyum saat di tatap Linda seperti itu.
Dengan terpaksa akhirnya Mereka berempat mengetuk pintu kelasnya dan bersiap menerima hukuman dari Pak Tigor.
Saat pintu di buka Pak Tigor menatap tajam Mereka berempat yang berdiri di depan Pintu.
''Sudah jam berapa ini ,'' tunjuk Pak Tigor pada jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.
__ADS_1
Erli,Linda,Tasya dan Gibran menundukkan kepalanya saat mendapat tatapan tajam dari Pak Tigor.
''Maaf Pak ,'' jawab Mereka secara bersamaan tidak berani menatap Pak Tigor.
''Keluar dari ruangan Saya !'' bentak Pak Tigor .
''Hah, serius Pak ?'' tanya Tasya sambil mendongakkan kepalanya melihat Pak Tigor.
''Iya dan kelilingi lapangan sampai 100 kali ,'' ucap Pak Tigor sampai air ludahnya muncrat ke mana-mana.
Tasya yang sigap menutup wajahnya dengan tas supaya Ludah Pak Tigor tidak mengenai wajahnya. Begitu pun dengan Erli dan Linda yang sudah terlebih dulu memasang waspada terhadap Pak Tigor.
Tapi Sialnya Ludah Pak Tigor tepat mendarat di wajah Gibran.Gibran dengan malas mengelap ludah Pak Tigor dengan sapu tangan yang selalu Ia bawa.
Semua murid yang melihat menahan tawa Mereka.
''Kenapa Kalian juga mau di hukum ?'' geram Pak Tigor yang melihat muridnya ingin tertawa.
Sontak saja semuanya terdiam dan tidak mau mendapat omelan dari Pak Tigor,yang ujung-ujungnya ludah Pak Tigor akan mengenai wajah Mereka atau Baju dan buku Mereka.
''Cepat kalian keluar....!'' bentak Pak Tigor yang melihat ke empat muridnya masih berdiri di depan pintu.
Ke empat Muridnya yang tidak mau mendapat Ludah lagi dari Pak Tigor bergegas keluar dari dalam kelas menuju lapangan.
__ADS_1
''Iuh, menjijikkan ,'' umpat Linda yang melihat tasnya terkena ludah dari Pak Tigor.
''Iyuh, benar banget ,'' lanjut Tasya sambil memegang tasnya jijik.