Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 116.


__ADS_3

Mobil Re berhenti tepat di depan club malam milik Marcel.Re menyunggingkan senyum tipis saat melihat mobil sedan berwarna putih baru memasuki halaman club.


Seorang Wanita keluar dari dalam mobil dengan terburu-buru.Wanita itu langsung masuk ke dalam club dengan wajah yang memerah menahan amarah.


Ya Wanita itu tak lain dan tak bukan adalah Tara.


Tara yang saat itu sedang berada di salon langganan nya,Tara mengalihkan perhatiannya pada majalah yang sedang di bacanya saat ponsel miliknya berbunyi.Tara mengambil ponsel yang ada di dalam tas,Ia pun mengerutkan keningnya saat nomer yang tak di kenalnya mengirim sebuah foto dan Video di layar ponsel miliknya. Tara melototkan matanya saat melihat foto Sandi sedang berada di club bersama seorang Wanita yang Tara yakini itu adalah Naya.


''Kurang ajar beraninya dia coba merayu Sandi kembali ,'' geram Tara sambil menatap tajam foto yang ada di layar ponselnya.


''Hentikan ,'' suruh Tara kepada pegawai salon yang hendak memegang rambutnya.


Pegawai solan itu pun menghentikan gerakannya yang akan memegang rambut pelanggannya.


''Ada apa Nona,apa saya melakukan kesalahan ?'' tanya Pegawai salon wanita itu dengan takut.


Tara yang masih di liputi rasa amarah di dadanya,langsung memasukkan ponsel miliknya ke dalam tas dan langsung beranjak dari duduknya.


Pegawai salon wanita itu menatap Tara dengan heran,seingat dirinya tidak melakukan kesalahan pada pelanggannya.Tapi kenapa wanita itu pergi dengan kesal,pikir pegawai salon sambil menatap punggung Tara yang keluar dari salon.


Dan kini tibalah Tara di dalam club untuk mencari keberadaan Sandi.


Ponsel Tara kembali berbunyi,Tara cepat-cepat mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya dan buru-buru membuka pesan masuk dari nomer yang tak di kenal yang sebelumnya mengirim foto dan video Sandi.


''Kurang ajar,apa-apaan ini ?'' geram Tara saat melihat foto yang baru di kirim lewat ponsel miliknya.


Tara tidak menyangka kalau Sandi dan Naya masuk ke dalam salah satu ruangan yang ada di club itu.Apa yang Tara lihat bukanlah hal yang sebenarnya.


Memang licik bukan pria yang telah mengirim foto itu ke Tara.


Sedangkan Marcel di lantai dua menatap pintu ruangan yang tertutup rapat yang tidak jauh dari tempat duduknya.Marcel takut di dalam sana Sandi melecehkan Erli.


Marcel menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya sambil menatap tangga yang ada di ujung sana.


''Kenapa dia lama sekali ,'' gerutu Marcel sambil menghembuskan nafas kasar.


''Seharusnya dia sudah tiba 5 menit yang lalu ,'' gumamnya lagi sambil menatap kembali pintu ruangan yang tertutup rapat.


Sebenarnya Marcel bisa saja langsung mendobrak pintu yang tertutup itu, namun pesan Re untuk menunggunya sebentar.

__ADS_1


Sedangkan Sandi di dalam ruangan.


Sandi sebenarnya sudah tidak sabar untuk menyentuh Erli yang masih tidak sadarkan diri.Tapi Sandi mengurungkan niatnya untuk menyentuh Erli sebelum dirinya sadar.Sandi ingin melakukan itu di saat Erli sadar.


Sandi berdecak saat melihat ponselnya berdering dan tertera nama Tara di layar ponselnya.


''Wanita ini mengganggu saja ,'' gerutu Sandi tanpa ada niatan untuk mengangkat panggilan dari Tara.


Tara berdecak sebal dan semakin emosi saat panggilan telponnya tidak di jawab oleh Sandi.


Tara langsung berlari menaiki anak tangga dan langsung menuju ke salah satu ruangan yang Tara lihat lewat ponsel miliknya.


''Awas saja kau Naya,Aku tidak akan melepaskanMu .'' Geram Tara sambil melangkah dengan cepat menuju ruangan yang di yakini Tara di dalamnya ada Naya dan Sandi.


Tok...tok...tok...


Tara mengetuk pintu yang ada di depannya dengan tidak sabar.Satu kali ketukan itu tidak ada yang berniat membuka pintunya.


''Kurang ajar,sialan .'' umpat Tara semakin emosi.


''Sandi buka pintunya,Aku tahu Kamu ada di dalam !'' teriak Tara agar Sandi mendengarnya.


''Sial,kenapa Wanita itu ada di sini ,'' ucap Sandi sambil bertanya-tanya pada dirinya sendiri.


Sedangkan Marcel yang sedang duduk tidak jauh dari tangga,menatap heran kenapa Tara bisa ada di sini.Marcel pun menyunggingkan senyum tipis saat menyadari Re sedang berjalan ke arahnya.


''Apa kau yang telah menyuruhnya untuk datang kemari ?'' tanya Marcel saat Re sudah duduk di sampingnya dan menatap Tara yang berdiri di depan pintu.


Re tidak menjawab pertanyaan dari Marcel,Re terus fokus menatap ruangan yang tidak jauh dari tempatnya berada.


Marcel berdecak dengan sebal saat tidak mendapat jawaban dari Re.


Sandi membuka pintu ruangan yang sudah di bokingnya,dan terkejut saat melihat Tara berdiri di depan pintu dengan wajah marah.


''Ta...ra..apa yang kau lakukan di sini ?'' tanya Sandi menatap Tara penasaran.


''Seharusnya Aku yang nanya itu ke kamu Sandi !'' teriak Tara tepat di depan wajah Sandi.


''Kamu tahu sendirikan Aku sedang meting ,'' ucap Sandi berbohong.

__ADS_1


''Meting kata mu ?'' Tara tersenyum sinis menatap Sandi.


''Iya benar Aku meting Tara ,'' sahut Sandi mencoba menyakinkan Tara.


Tara menepis tangan Sandi yang ingin memegang lengannya.


''Di mana perempuan murahan itu Sandi ?'' tanya Tara yang sudah mulai kesal dengan kebohongan Sandi.


''A..pa maksud Kamu Tara?dan siapa yang Kamu maksud wanita murahan ?'' tanya Sandi yang terkejut dengan pertanyaan Tara.


''Aku tahu Naya pasti ada di dalam dan sekarang pasti dia nungguin Kamu ,'' ucap Tara ketus sambil menerobos masuk ke ruangan itu.


''Tara tunggu ,'' pinta Sandi mencoba mencegah Tara untuk masuk ke dalam ruangan.


Tapi nihil Tara sudah berhasil masuk ke dalam ruangan dengan wajah yang memerah menahan amarah.


Sandi buru-buru menyusul Tara yang sudah masuk duluan ke ruangan yang di dalamnya ada Erli yang belum sadarkan diri.


Tara terkejut saat melihat gadis lain yang ada di ranjang itu.


''Siapa gadis ini,kenapa Dia tidak sadarkan diri ?'' tanya Tara di dalam hati sambil menatap gadis yang ada di atas ranjang.


Sedangkan di luar ruangan di mana Re dan Marcel sedang mengawasi ruangan itu.


''Aku sudah gatal ingin menghajar pria kurang ajar itu ,'' ucap Marcel sambil mengepalkan tangan kirinya.


''Ayo Kita hajar sekarang ,'' ajak Marcel sambil menatap Re yang tidak bergeming di tempatnya duduk.


''Kita lihat saja apa yang akan selanjutnya terjadi ,'' ucap Re santai sambil menatap ruangan yang masih tertutup.


''Aku penasaran dengan foto yang kau minta tadi,foto itu sebenarnya untuk apa?'' tanya Marcel yang penasaran.


Re menatap sekilas Marcel yang masih menatapnya penasaran.


''Apa jangan-jangan foto itu supaya Tara.....,'' ucapan Marcel tidak di teruskan saat Re menganggukkan kepalanya.


Marcel mengerti apa maksud Re mengirim foto itu ke Tara.Agar Tara menggagalkan niat Sandi untuk melecehkan Erli,tanpa harus Re yang turun tangan.


Kalau sampai Re yang turun tangan bisa di pastikan Sandi tidak akan bisa selamat.

__ADS_1


__ADS_2