Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 36


__ADS_3

Naya dan Erli menuju di mana Mobil Naya berada. Mereka berdua bergegas naik mobil dan Naya yang mengemudikannya.


Tanpa Mereka ketahui Seseorang yang bersembunyi di balik pohon yang tidak jauh dari parkiran kantor, mengambil gambar Erli yang baru memasuki mobil dan mengirimkan pada atasannya.


Sedangkan seorang Pria tampan tersenyum saat menatap gambar foto yang ada di dalam ponselnya, setelah bawahannya mengirimkan foto itu.


Pria itu sedang berada di dalam mobilnya,yang terparkir di depan kantor polisi.


Tok...Tok...


Seorang Pria yang berstatus teman dan pengacaranya mengetuk kaca mobil milik Re.


Re membuka jendela kaca mobilnya dan melepas kaca mata yang di pakainya.


''Bagaimana , apa semua berjalan dengan lancar ?'' tanya Re langsung pada pengacara sekaligus sahabatnya itu.


Pria itu menghembuskan nafas kasar,Pria itu sebenarnya tidak mau memenjarakan Wijaya,karna menurutnya itu masih bisa di bicarakan dengan baik-baik.Tapi akhirnya Ia menyetujui niat Re yang memenjarakan Wijaya agar tujuannya tercapai.


''Semua berjalan dengan sesuai rencana ,'' jawab Samuel menatap Re yang ada di dalam mobil.


''Bagus, Kau memang bisa di andalkan ,'' puji Re sambil kembali memakai kaca matanya.


''Kau mau kemana ?'' tanya Samuel yang melihat Re ingin menstater mobilnya.


''Ke klub milik Marcel,Kau mau ikut ?'' tanya Re tersenyum miring menatap Samuel.


Samuel mendengus kesal.

__ADS_1


''Tidak terima kasih ,'' tolak Samuel cepat.


Samuel bergidik ngeri saat dirinya teringat kejadian beberapa tahun yang lalu saat dirinya hampir saja di perkosa oleh Waria saat Mereka melakukan taruhan. Sialnya Samuel mengalami hal yang menurutnya menjijikkan itu.


Re terkekeh saat melihat ekspresi Samuel yang seperti itu.


''Kau urus kedatangan dua putri Wijaya ,''


Setelah mengatakan itu Re meninggalkan Samuel yang diam mematung.


''Sialan ,'' pekik Samuel saat tersadar mobil Re telah meninggalkannya.


Mobil Re di hentikan oleh mobil Naya.


''Mau apa Dia ,'' gumam Re saat melihat mobil Naya menghentikan mobilnya.


Mau tak mau Re mematikan mesin mobilnya.


Erli mengerutkan keningnya saat melihat Naya ingin keluar dari dalam mobil.


''Kak mau kemana ?'' tanya Erli saat Kakaknya ingin keluar dari dalam mobil.


''Kamu tunggu di sini ,'' suruh Naya tanpa melihat Erli.


Naya pun bergegas keluar dari dalam mobil dan mendekati mobil Re.


''Turun Re, Aku ingin berbicara ,'' ucap Naya di samping pintu mobil Re.

__ADS_1


Re tidak ada niatan untuk keluar atau meladeni Naya lagi.Re mengambil ponselnya dan menghubungi Sam yang masih berdiri melihatnya.


''Kau urus Wanita gila itu ,'' perintah Re saat sambungan ponselnya baru tersambung.


Belum sempat Samuel menjawabnya Re sudah terlebih dulu memutuskan sambungan ponselnya.


Samuel mendengus kesal dan menatap nanar layar ponselnya yang telah mati.Ia pun lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku celana,dan berjalan melangkah menuju di mana Naya berada.


Re menatap lurus ke depan,Ia enggan untuk menatap Naya.


''Nona,sebaiknya Anda menyingkir,biarkan Tuan Saya pergi ,'' tegur Samuel ketika berada di dekat Naya.


''Tidak,Saya ingin berbicara dengannya Sam ,'' ujar Naya menolak menyingkir dari hadapan mobil Re.


Erli yang sedari tadi diam di dalam mobil,Akhirnya memutuskan untuk keluar.


Re tersenyum misterius saat melihat Erli yang keluar dari dalam mobil masih menggunakan seragam sekolahnya.


''Kak Naya ayo kita pergi,kasian Papa di dalam ,'' ajak Erli.


Naya yang tersadar dengan tujuannya datang kemari pun akhirnya menuruti ajakan adiknya.


''Kakak kenal dengan pemilik mobil itu ?'' tanya Erli penuh selidik.


''Kakak tidak mengenalnya ,'' jawab Naya berbohong.


''Lalu kenapa Kakak menghalangi mobil Dia ?'' tanya Erli yang penasaran.

__ADS_1


''Dia orang yang sudah membuat Papa Kita di penjara ,'' jawab Naya.


Erli terkejut dengan pengakuan Kakaknya,Erli terdiam Ia harus mencari tahu bagaimana caranya Dia membebaskan Papanya.


__ADS_2