Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan

Jeratan Cinta Sang Ceo Tampan
bab 42


__ADS_3

Erli menghembuskan nafas panjang.


''Aku janji,beri Aku waktu untuk membayar hutang PapaKu ,'' pinta Erli agar Pria yang ada di hadapannya itu mau memberikannya waktu.


''Sudah cukup Aku memberikan Waktu kepada PapaMu,Kali ini tidak ada waktu lagi ,'' tolak Re yang tidak memberikan waktu lagi.


Erli terdiam,Ia pun bingung bagaimana caranya supaya Papanya bisa cepat bebas.


''Aku mohon bebaskan PapaKu ,'' ucap Erli memohon dengan air mata yang mengalir di pipinya.


Re menatap dingin pada Gadis yang sedang menangis di hadapannya.Ia ingin tahu sejauh mana Gadis itu akan bertindak demi membebaskan Papanya.


''Oke,Aku bisa saja membebaskan PapaMu sekarang juga dengan satu syarat..... ,'' Re menggantung ucapannya ingin melihat reaksi Gadis cantik yang ada di hadapannya.


Erli menghapus air matanya dan menatap mata elang milik Re.Erli mengembangkan senyumnya saat Pria tampan di hadapannya mengatakan bisa membebaskan Papanya.


''Apa syaratnya ?'' tanya Erli menatap penuh harap syarat yang akan di berikan padanya itu mudah.


''Aku takut Kau tidak akan sanggup untuk melakukannya ,'' ucap Re.

__ADS_1


''Katakan saja apa syaratnya ,'' pinta Erli yang sudah tidak sabar ingin tahu apa syaratnya.


''Kau menikah denganKu dan hutang AyahMu Aku anggap lunas ,'' ucap Re sambil memegang dagu Erli supaya menatapnya.


Deg.


Erli terkejut dengan syarat yang di ucapkan oleh Re.Ia tidak mungkin mengorbankan masa depannya menikah dengan Pria yang tidak Ia cintai.Tapi kalau Erli tidak menerima syarat dari Re,Ayahnya tidak keluar dari penjara.Ia bingung harus menjawab apa.


''Bagaimana?keputusan ada di tangan Mu ,'' ucap Re menunggu jawaban dari Gadis cantik yang ada di depannya.


''Tidak ada syarat yang lain ?'' tanya Erli sambil mendorong dada bidang Re yang ada di hadapannya.


Re tidak bergeming di tempatnya berdiri saat Erli mendorong dadanya untuk mundur.Re lalu menggelengkan kepalanya sebagai jawaban tidak ada syarat yang lain.Re menempelkan tangan kirinya di dinding dan tangan kanannya memegang kedua tangan Erli yang mencoba mendorong dadanya.


Erli masih saja diam Ia bingung harus menjawab apa.


''Lebih cepat Kau memberi keputusan semakin cepat PapaMu bebas,tapi kalau Kau menunda keputusan itu akan membuat PapaMu semakin lama mendekam di dalam penjara ,'' ucap Re sambil memegang dagu Erli agar melihatnya.


Erli terdiam dan akhirnya Ia memutuskan untuk menerima syarat dari Re.

__ADS_1


''Maafkan Erli Pa,ini semua Erli lakuin demi Papa ,'' ucap Erli dalam hati.


Re masih menunggu jawaban dari Erli.


''Aku menerima syarat dari Kamu ,'' putus Erli akhirnya.


''God Girl ,'' ucap Re sambil mengusap kepala Erli.


''Sekarang penuhi janji Kamu ,'' tagih Erli menatap Re dengan tajam.


Re memundurkan langkahnya dan mengambil ponsel yang ada di saku jasnya,dan menelpon Samuel pengacaranya.


Setelah Re berbicara pada Samuel,Ia pun memasukkan kembali ponsel miliknya ke dalam saku jas.


''Aku pastikan Malam ini PapaMu akan pulang ke rumah ,'' ujar Re sambil duduk di kursi sofa sambil menuang bir ke dalam gelas.


Erli tersenyum dan Ia pun teringat sesuatu saat terakhir kali perbincangan Papa dan Mamanya sebelum Papanya di penjara.


''Tuan,Aku ada satu permintaan ,'' ucap Erli menatap Re yang sedang menuang bir ke dalam gelas.

__ADS_1


Re mengerutkan keningnya dan menatap Erli yang melangkah ke arahnya.


Re meminum minuman bir yang ada di dalam gelas hingga tandas dan menanti apa yang akan di ucapkan oleh Erli.


__ADS_2